Jurnalistik.co.id, Washington DC – Gelombang kecaman terus mengalir dari para pemimpin dunia terkait bentrokan di Amsterdam yang melibatkan pendukung sepak bola Israel dan pemuda lokal, yang dinilai bernuansa anti-semitisme. Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, dalam pernyataannya melalui media sosial X, menggambarkan insiden ini sebagai kekerasan yang “mengerikan” dan “anti-semitisme yang menjijikkan.”
“Berita yang datang dari Amsterdam semalam sangat mengerikan. Ini adalah momen kelam bagi dunia kita – dan yang telah kita lihat sebelumnya… Kanada mengecam anti-semitisme yang menjijikkan ini,” tegas Trudeau, menyatakan solidaritas dengan para korban dan menegaskan bahwa kekerasan semacam ini tidak bisa ditoleransi.
Di Inggris, Menteri Luar Negeri David Lammy turut menyampaikan kecaman keras, menyebut bentrokan itu sebagai “serangan anti-semitisme terhadap warga Israel.” “Pikiran saya tertuju pada mereka yang luka-luka, keluarga mereka, dan semua orang yang terkena dampaknya. Saya benar-benar mengecam aksi kekerasan yang menjijikkan ini dan mendukung orang-orang Israel dan Yahudi di seluruh dunia,” ujar Lammy, menyerukan pentingnya solidaritas global dalam menghadapi kekerasan anti-semitisme.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, melalui juru bicaranya, Stephanie Tremblay, menyatakan keterkejutannya atas kekerasan di Amsterdam. “Dia mengecam segala bentuk anti-semitisme dan kefanatikan anti-Muslim,” ungkap Tremblay, menggarisbawahi komitmen PBB untuk memerangi semua bentuk intoleransi.
Insiden kekerasan ini menimbulkan perhatian internasional dan mendapat kecaman dari para pemimpin global yang bersatu untuk menentang aksi anti-semitisme. Berbagai pernyataan yang disampaikan menekankan perlunya penegakan keadilan dan penguatan langkah-langkah untuk mengakhiri segala bentuk kebencian yang menargetkan komunitas tertentu.















