Jurnalistik.co.id, POHUWATO — Penangkapan seorang warga berinisial ARM di wilayah Hutino memicu gelombang kekecewaan dan protes dari masyarakat Pohuwato. ARM, yang selama ini dikenal vokal dalam memperjuangkan hak masyarakat atas pemanfaatan sumber daya alam, tiba-tiba diamankan oleh sekitar dua puluh petugas tanpa penjelasan yang dianggap jelas oleh warga setempat.
Bagi masyarakat, kejadian tersebut tidak sekadar penangkapan biasa. Peristiwa itu dinilai sebagai simbol ketidakadilan yang mereka anggap terus berulang di Pohuwato. Warga menilai aparat penegak hukum selalu bertindak cepat saat menyasar rakyat kecil, namun terkesan lamban dalam menangani persoalan besar yang berkaitan dengan kerusakan lingkungan dan kepentingan publik.
“Beginikah wajah penegakan hukum di Pohuwato? Cepat pada rakyat kecil, lambat pada persoalan besar,” keluh salah satu warga dengan nada kesal.
Insiden di Hutino tersebut menjadi pemicu baru meningkatnya ketidakpuasan masyarakat terhadap aparat kepolisian. Hingga kini, publik menunggu kejelasan terkait alasan penangkapan ARM, sembari berharap tidak muncul kesan bahwa rasa keadilan di Pohuwato semakin jauh dari harapan.


















