Bisnis & Ekonomi

BBRI Berpotensi Cuan 46%, JPMorgan Terapkan Overweight di Skenario Pasar Bullish

×

BBRI Berpotensi Cuan 46%, JPMorgan Terapkan Overweight di Skenario Pasar Bullish

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pasar Bullish ke BBRI: Bisa Cuan 46%, JPMorgan Pasang Overweight - Market

jurnalistik.co.id – Koreksi yang terjadi di Bursa Efek Indonesia selama beberapa bulan terakhir membuat valuasi sejumlah saham unggulan dinilai semakin menarik untuk dicermati kembali oleh pelaku pasar. Dalam konteks ini, Danantara menilai ada ruang bagi harga untuk kembali bergerak seiring perbaikan sentimen.

Menurut Danantara, penurunan harga yang sudah cukup dalam membuat valuasi perusahaan yang tercatat di bursa menjadi terlihat “lebih murah” dibanding kondisi sebelum koreksi. Rosan P Roeslani, CEO Danantara, menyampaikan pandangannya mengenai kondisi penilaian pasar saat ini.

“Kalau kita lihat valuasi dari perusahaan-perusahaan kita yang melantai di bursa, termasuk yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), valuasinya sangat boleh dikatakan rendah pada saat ini karena terjadinya koreksi,” kata Rosan P Roeslani, CEO Danantara, akhir pekan lalu.

BEI mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun ini hingga 16 Oktober mengalami penurunan lebih dari 40%. Dengan dasar tersebut, sejumlah metrik valuasi dipakai untuk melihat apakah harga saham sudah mencerminkan kondisi yang lebih masuk akal dibandingkan periode sebelumnya.

Untuk pendekatan Price to Book Value (PBV), valuasi IHSG berada di level 1,38 kali. Angka tersebut kemudian dibandingkan dengan beberapa acuan indeks lain yang menjadi pembanding di kawasan, untuk menilai daya tarik relatif dari sisi penilaian terhadap nilai buku.

Berdasarkan perbandingan PBV, valuasi IHSG tercatat lebih menarik dibanding Straits Times Singapura yang berada di 1,8 kali. IHSG juga dinilai lebih menarik ketimbang KLCI Malaysia pada 1,5 kali, serta PSEI Filipina di 1,4 kali.

Di kawasan Asia, pola perbandingan valuasi juga menunjukkan IHSG berada pada posisi yang lebih menguntungkan. Nikkei 225 Jepang berada di 1,89 kali, Shanghai Composite China di 1,5 kali, Nifty 50 India di 2,84 kali, dan KOSDAQ Korea Selatan di 2,1 kali.

Dalam narasi pasar yang cenderung mengarah ke skenario bullish, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) disebut sebagai salah satu saham unggulan yang patut menjadi perhatian di bursa. Bank pelat merah ini diposisikan sebagai emiten dengan valuasi yang sudah dinilai sangat menarik.

Pada skenario pasar bullish, JPMorgan disebut menerapkan overweight untuk BBRI. Di artikel tersebut, BBRI juga dikaitkan dengan potensi cuan sebesar 46%, yang menjadi alasan lain mengapa saham ini ikut masuk dalam daftar perhatian investor.

Dengan latar penurunan IHSG lebih dari 40% dan posisi valuasi PBV IHSG yang berada di 1,38 kali, fokus pasar kemudian mengarah pada pilihan saham yang dipandang memiliki daya tarik lebih kuat. Dalam ulasan yang sama, BBRI menjadi salah satu kandidat yang disebut relevan untuk dipantau ketika pelaku pasar menilai peluang pemulihan.

Secara keseluruhan, artikel ini merangkum dua benang merah. Pertama, koreksi yang sudah berjalan membuat sejumlah valuasi—termasuk yang terkait emiten berkapitalisasi besar—terlihat lebih rendah. Kedua, dalam kerangka skenario bullish, BBRI disebut memperoleh perhatian tambahan dari JPMorgan melalui rekomendasi overweight, disertai potensi kenaikan yang disebut mencapai 46%.

Bagi investor, rangkaian angka pembanding PBV antarindeks juga dipakai sebagai konteks untuk menilai posisi relatif pasar. Sementara itu, penekanan pada BBRI mengarahkan pembacaan pada saham yang dipandang mampu menjadi bagian dari strategi ketika sentimen berpotensi membaik.

Dengan demikian, artikel tidak hanya berbicara mengenai kondisi IHSG, tetapi juga menghubungkannya ke pemilihan saham yang dianggap menonjol. BBRI, yang disebut memiliki valuasi menarik, kemudian menjadi sorotan utama dalam skenario bullish yang dibawa oleh JPMorgan.