Bisnis & Ekonomi

IHSG Turun 14,91% dalam Pekan 12–16 Oktober, Kapitalisasi Susut Rp1.544 T

×

IHSG Turun 14,91% dalam Pekan 12–16 Oktober, Kapitalisasi Susut Rp1.544 T

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sepekan IHSG: Turun 14,91%, Kapitalisasi Pasar Susut Rp1.544 T - Market

jurnalistik.co.id – Jakarta—Kinerja Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan 12 hingga 16 Oktober 2026 menunjukkan tren melemah yang tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dalam periode tersebut, IHSG bergerak turun dan menekan nilai kapitalisasi pasar.

Secara akumulatif, IHSG mencatat penurunan hingga 14,91% selama sepekan. Penurunan ini menggambarkan bahwa pelemahan terjadi konsisten sepanjang perdagangan aktif pada minggu berjalan.

Di saat yang sama, kapitalisasi pasar juga mengalami penyusutan. Berdasarkan data BEI, kapitalisasi pasar turun 14,43% dari posisi awal Rp10.701 triliun menjadi Rp9.157 triliun.

Dengan perubahan tersebut, terjadi penyusutan nilai kapitalisasi sekitar Rp1.544 triliun dibandingkan posisi pada pekan sebelumnya. Angka ini menegaskan besarnya dampak penurunan indeks terhadap nilai total perusahaan yang tercatat.

IHSG ditutup pada level 5.185,105 setelah mengalami penurunan 14,91% dalam sepekan. Level penutupan ini dibandingkan dengan posisi 6.093,759 pada pekan sebelumnya.

Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan BEI, Valentino Simon, menyampaikan penjelasan resmi terkait pergerakan indeks tersebut. Pernyataan itu tercantum sebagai berikut: “Perubahan dialami oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 14,91% sehingga ditutup pada level 5.185,105 dari posisi 6.093,759 pada pekan sebelumnya,” ujar Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan BEI Valentino Simon dalam keterangannya, dikutip Sabtu (17/10/2026).

Dari sisi aktivitas perdagangan, rata-rata volume transaksi harian BEI pada pekan ini juga menurun. Penurunan volume transaksi harian tercatat sebesar 5,22% dibandingkan pekan sebelumnya.

Angka rata-rata volume transaksi harian bergerak turun menjadi 44,102 miliar lembar saham. Nilai ini sebelumnya berada pada level 46,533 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Komposisi penurunan indeks dan kapitalisasi pasar terlihat berjalan beriringan dengan pelemahan pada volume transaksi. Saat IHSG melemah sebesar 14,91%, aktivitas perdagangan rata-rata harian juga turun, yaitu 5,22%.

Secara keseluruhan, data BEI selama pekan 12 hingga 16 Oktober 2026 memperlihatkan dua indikator utama yang bergerak turun bersamaan. IHSG melemah hingga 14,91% dengan penutupan di 5.185,105, sementara kapitalisasi pasar turun 14,43% dari Rp10.701 triliun ke Rp9.157 triliun.

Di sisi lain, penurunan turut terlihat pada likuiditas yang tercermin dari volume transaksi. Rata-rata volume transaksi harian turun menjadi 44,102 miliar lembar saham dari 46,533 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Pekan 12–16 Oktober 2026 pun berakhir dengan konsolidasi penurunan yang tercatat dalam angka-angka tersebut. Dengan penurunan indeks, penyusutan kapitalisasi pasar sekitar Rp1.544 triliun, serta berkurangnya volume transaksi rata-rata, gambaran kinerja pekan ini menjadi lebih lengkap dan terukur berdasarkan data BEI.

Penurunan yang terjadi tidak berhenti pada satu titik, melainkan terlihat sebagai pola selama pekan berjalan. IHSG yang berakhir pada 5.185,105 juga merefleksikan jarak yang cukup jauh dari posisi pekan sebelumnya di 6.093,759, sehingga menggambarkan tekanan jual yang konsisten sepanjang perdagangan aktif.

Secara bersamaan, penurunan pada kapitalisasi pasar memperkuat sinyal pelemahan yang tampak dari pergerakan indeks. Ketika kapitalisasi pasar turun 14,43% dari Rp10.701 triliun menjadi Rp9.157 triliun, nilai penyusutan sekitar Rp1.544 triliun memberi gambaran bahwa dampak koreksi tercermin pada valuasi perusahaan yang tercatat.

Perubahan pada likuiditas juga ikut mengisi gambaran kinerja. Rata-rata volume transaksi harian turun 5,22% menjadi 44,102 miliar lembar saham dari 46,533 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Penurunan volume ini sejalan dengan melemahnya indeks dan kapitalisasi pasar, karena aktivitas perdagangan ikut menyesuaikan dengan sentimen yang cenderung melemah.

Dengan demikian, data pekan 12 hingga 16 Oktober 2026 memperlihatkan keterkaitan antara tiga indikator: IHSG yang melemah 14,91%, kapitalisasi pasar yang turun 14,43%, serta volume transaksi yang menyusut 5,22%. Kombinasi ketiganya menegaskan bahwa tren negatif terjadi secara menyeluruh pada aspek pergerakan indeks, nilai keseluruhan pasar, dan intensitas transaksi.