Hukum & Kriminal

Polda Gorontalo Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Aksi AMKG, Utamakan Layanan Humanis

×

Polda Gorontalo Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Aksi AMKG, Utamakan Layanan Humanis

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Polda Gorontalo Gelar Apel Kesiapan Pelayanan Unjuk Rasa AMKG, Tekankan Pendekatan Humanis dan Profesional

jurnalistik.co.id – Polda Gorontalo menggelar apel untuk memastikan kesiapan personel dalam rangka pelayanan sekaligus pengamanan unjuk rasa yang akan disampaikan oleh Aliansi Masyarakat Kota Gorontalo Bersatu (AMKG). Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 23/10/2026.

Apel berlangsung di Lapangan Upacara Mapolda Gorontalo. Acara dipimpin oleh Karo Ops Polda Gorontalo, Kombes Pol Anuardi, S.I.K., M.Si., CPHR, dan menjadi momen pengecekan kesiapan sebelum pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Menurut penyelenggara, apel tersebut tidak hanya dimaksudkan untuk menilai kesiapan personel, tetapi juga menyamakan persepsi dalam pelaksanaan tugas. Dengan demikian, seluruh unsur yang terlibat dapat bekerja sesuai peran masing-masing sejak tahap awal.

Pengarahan menekankan layanan humanis dan profesional

Dalam arahannya, Kombes Pol Anuardi menegaskan bahwa pelaksanaan tugas kepolisian dalam menghadapi penyampaian pendapat di muka umum harus mengedepankan prinsip pelayanan kepada masyarakat. Penekanan tersebut menjadi dasar agar pengamanan berjalan proporsional dan tetap berorientasi pada kepentingan publik.

Ia meminta seluruh personel untuk menghadirkan pendekatan yang humanis, persuasif, dan komunikatif. Personel juga diminta memberikan pelayanan secara santun dan profesional kepada masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi.

Karo Ops turut mengingatkan pentingnya sikap serta pengendalian diri selama kegiatan berlangsung. Setiap anggota diminta menjaga sikap, mengendalikan emosi, serta tidak mudah terpancing oleh ejekan, perkataan, maupun provokasi yang mungkin terjadi di tengah dinamika massa.

“Bahasa kita sekarang adalah melayani. Laksanakan tugas dengan humanis, profesional, proporsional, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya dalam arahan kepada personel.

Selain aspek komunikasi, ia juga menekankan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam setiap tahapan pelayanan dan pengamanan. Apabila situasi meningkat, penanganan harus mengikuti tahapan dan ketentuan yang berlaku.

Alur penanganan yang disebutkan mulai dari Dalmas Awal, Dalmas Lanjut, hingga penanganan oleh pasukan Penanggulangan Huru-Hara (PHH). Langkah-langkah tersebut disesuaikan dengan perkembangan situasi dan arahan pengendali di lapangan.

Peran tiap fungsi diingatkan agar bekerja dalam kendali

Apel juga dihadiri sejumlah pejabat Polda Gorontalo, di antaranya Dirreskrimum Polda Gorontalo Kombes Pol Petru Parningotan Silalahi, S.H., S.I.K., M.H.; Dirsamapta Polda Gorontalo Kombes Pol Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, S.I.K.; Kabag Bin Ops Biro Ops Polda Gorontalo AKBP Bentung Maharsoyo, S.I.K., M.H.; serta Plt. Kabag Dal Ops AKBP Amner Purba, S.Sos.

Seluruh personel diarahkan menjalankan tugas sesuai fungsi dan kewenangan masing-masing. Bagi personel berpakaian sipil, Karo Ops mengingatkan agar tidak membawa senjata maupun barang yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Sementara itu, personel dari fungsi intelijen dan penegakan hukum diminta bekerja secara profesional dan terukur sesuai prosedur serta ketentuan hukum yang berlaku. Setiap tindakan di lapangan harus berada dalam kendali pimpinan, bukan dilakukan secara sendiri-sendiri tanpa arahan maupun koordinasi.

Khusus personel Polisi Wanita (Polwan), Karo Ops mengarahkan agar bergabung dengan tim negosiator Polres. Arahan ini bertujuan mendukung komunikasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat selama proses penyampaian aspirasi berlangsung.

Apel kesiapan tersebut menjadi langkah awal yang penting untuk memastikan pelaksanaan pengamanan berlangsung tertib. Dengan penegasan pada aspek pelayanan, pengendalian sikap, serta kepatuhan SOP, Polda Gorontalo menekankan agar tugas dijalankan secara humanis dan tetap profesional sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam pelaksanaan apel tersebut, seluruh peserta mendapatkan penekanan agar komunikasi dan koordinasi berjalan sejak tahap awal. Penyamaan persepsi dinilai penting supaya setiap satuan memahami arah tugas yang harus diikuti, termasuk bagaimana menyikapi situasi di lapangan tanpa keluar dari mandat fungsi masing-masing.

Dengan mengacu pada tahapan yang telah disebutkan, personel diingatkan untuk bekerja mengikuti urutan penanganan sesuai perkembangan kondisi dan arahan pengendali di tempat. Apabila dinamika massa mengalami perubahan, langkah yang diambil tetap harus bertumpu pada kepatuhan SOP, pengendalian diri, serta penguatan kerja kolektif agar pengamanan berlangsung tertib dan tetap berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.