Peristiwa

Personel Polda Gorontalo Ikuti Tausiah Ustaz Abdul Somad di Masjid Adzikro untuk Perkuat Iman, Taqwa, dan Disiplin

×

Personel Polda Gorontalo Ikuti Tausiah Ustaz Abdul Somad di Masjid Adzikro untuk Perkuat Iman, Taqwa, dan Disiplin

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Tingkatkan Keimanan, Ketakwaan, Dan Kedisiplinan, Personel Polda Gorontalo Ikuti Tausiah Ustaz Abdul Somad di Masjid Adzikro

jurnalistik.co.id – Polda Gorontalo menggelar kegiatan tausiah agama di Masjid Adzikro untuk menguatkan nilai keimanan dan ketakwaan sekaligus membina kedisiplinan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 16/10/2026, dan menghadirkan Pejabat Utama, Ketua Bhayangkari beserta pengurus, serta seluruh personel Polda Gorontalo.

Tausiah Ustaz Abdul Somad untuk pencerahan personel

Dalam kesempatan itu, personel Polda Gorontalo mengikuti tausiah yang disampaikan Ustaz Abdul Somad. Melalui pengajian tersebut, agenda pembinaan rohani diarahkan agar para anggota memperoleh pencerahan dan motivasi untuk menata perilaku dalam keseharian.

Menurut rangkaian kegiatan, tausiah menjadi momentum penting untuk memperkuat karakter berintegritas, sekaligus menanamkan sikap disiplin dan rasa tanggung jawab saat menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Ustaz Abdul Somad juga diharapkan membantu personel memahami pentingnya menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan hidup, baik di lingkungan keluarga, dalam kehidupan kedinasan, maupun saat berinteraksi dengan masyarakat.

Keimanan dan ketakwaan sebagai fondasi pribadi

Sebelum tausiah memasuki pembahasan lebih lanjut, Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Nurworo Danang S.I.K, menekankan bahwa keimanan dan ketakwaan merupakan fondasi utama dalam membentuk pribadi yang berakhlak mulia.

Dengan landasan spiritual yang kuat, setiap personel diharapkan mampu mengendalikan diri, menjunjung kejujuran, serta menghindari perbuatan yang bertentangan dengan hukum. Kapolda juga menggarisbawahi pentingnya sikap humanis dalam pelayanan kepada masyarakat.

Kedisiplinan yang tercermin dalam tugas harian

Selain penguatan spiritual, kedisiplinan dipandang sebagai aspek yang harus melekat pada setiap anggota Polri. Hal itu tidak hanya berhenti pada kepatuhan administratif, tetapi juga tampak pada cara anggota bekerja dan bersikap.

” Selain penguatan spiritual, kedisiplinan juga menjadi salah satu aspek penting yang harus dimiliki setiap anggota Polri. Disiplin tidak hanya diwujudkan melalui kepatuhan terhadap aturan dan ketentuan kedinasan, tetapi juga tercermin dari ketepatan waktu, tanggung jawab dalam melaksanakan tugas, sikap profesional, serta komitmen untuk menjaga kehormatan institusi Polri,” ujarnya Kapolda.

Lebih jauh, Kapolda menegaskan bahwa melalui kegiatan tausiah ini, personel Polda Gorontalo diharapkan semakin memahami bahwa tugas kepolisian bukan sekadar kewajiban profesi. Tugas tersebut juga menjadi bentuk pengabdian kepada bangsa, negara, dan masyarakat yang harus dijalankan dengan keikhlasan serta berlandaskan nilai-nilai moral dan agama.

Masjid Adzikro Polda Gorontalo diposisikan sebagai sarana pembinaan rohani yang mempererat silaturahmi di lingkungan internal institusi. Lewat pertemuan semacam ini, kebersamaan diharapkan tumbuh lebih kuat dan semangat pengabdian personel dapat terjaga.

Kegiatan keagamaan ini juga diharapkan mampu membentuk suasana kerja yang religius, harmonis, serta tetap menjunjung tinggi kedisiplinan. Dengan begitu, pembinaan tidak berhenti pada rangkaian acara, tetapi mengalir menjadi kebiasaan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Sejalan dengan penguatan keimanan dan ketakwaan, serta tertanamnya budaya disiplin, personel Polda Gorontalo diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Institusi juga diharapkan semakin mampu menjaga keamanan dan ketertiban secara konsisten.

Pada akhirnya, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kekuatan seorang anggota Polri tidak hanya bertumpu pada kemampuan teknis saat bertugas. Keteguhan iman, keluhuran akhlak, dan kedisiplinan yang terpelihara dalam setiap langkah pengabdian turut menentukan kualitas layanan yang diberikan.

Kehadiran pejabat utama bersama Ketua Bhayangkari dan jajaran pengurus juga menjadi penegasan bahwa pembinaan rohani tidak hanya menyasar tugas formal di ruang kerja, tetapi turut menguatkan nilai kebersamaan dalam lingkungan Polda Gorontalo. Melalui pertemuan tersebut, seluruh unsur yang terlibat diharapkan dapat menyelaraskan komitmen pribadi dengan tanggung jawab kedinasan yang diemban.

Dalam uraian tausiah, para personel diarahkan untuk menjadikan pesan keagamaan sebagai pedoman saat menghadapi berbagai situasi di lapangan maupun dalam komunikasi sehari-hari. Dengan meneguhkan akhlak, disiplin, dan sikap humanis, pelaksanaan tugas diharapkan berjalan lebih tertib, terukur, serta tetap membawa semangat pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini pada akhirnya diarahkan agar pembinaan berkelanjutan dan tidak berhenti pada saat acara berlangsung. Personel Polda Gorontalo diharapkan terus menjaga etika pelayanan, meningkatkan kualitas respons, serta mendukung terwujudnya keamanan dan ketertiban yang konsisten, sesuai amanah institusi.