Teknologi

Transaksi QRIS Kuartal III 2026 Tumbuh 75,8%, Melambat

×

Transaksi QRIS Kuartal III 2026 Tumbuh 75,8%, Melambat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pertumbuhan Transaksi QRIS Kuartal III 2026 Melambat Jadi 75,8% - Market

jurnalistik.co.id – Bank Indonesia mencatat pertumbuhan transaksi ekonomi digital tetap berlanjut pada kuartal III 2026, termasuk transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Dalam laporan terbaru, kinerja tersebut menunjukkan laju pertumbuhan yang masih tinggi, meski bergerak lebih lambat dibanding periode sebelumnya.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan bahwa “Transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 75,80% (yoy), didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant masing-masing menjadi sebesar 70,6 juta dan 49,4 juta,” kata Destry pada Rabu (21/10/2026). Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa kenaikan tidak hanya terlihat dari sisi transaksi, melainkan juga dari basis pengguna dan merchant.

Secara tahunan, pertumbuhan QRIS pada kuartal III 2026 berada di angka 75,80%. Angka tersebut menggambarkan ekspansi yang kuat, namun tetap perlu dilihat bersama pembanding di kuartal yang sama pada tahun berjalan sebelumnya.

Jika dibandingkan capaian kuartal III 2025, pertumbuhan QRIS pada kuartal III 2026 memang mengalami perlambatan. Pada kuartal III 2025, pertumbuhan tercatat sebesar 147,65% (yoy), sehingga perbedaan laju pertumbuhan terlihat cukup lebar.

Perlambatan juga tampak ketika dibandingkan dengan kuartal II 2026. Pada kuartal II 2026, pertumbuhan QRIS mencapai 100,12%, lalu turun menjadi 75,8% pada kuartal III 2026.

Kinerja QRIS dan volume pembayaran digital

Selain pertumbuhan QRIS, Bank Indonesia melaporkan volume transaksi pembayaran digital pada triwulan III 2026 mencapai 18,09 miliar transaksi. Volume tersebut tercatat tumbuh 39,24% (yoy), menunjukkan bahwa aktivitas pembayaran digital masih meningkat pada periode yang sama.

Rincian pertumbuhan pada komponen pembayaran juga disampaikan BI. Untuk internet payments, pertumbuhan tercatat sebesar 14,26% (yoy) pada triwulan III 2026.

Sementara itu, mobile payments tumbuh lebih tinggi dibandingkan internet payments. Pertumbuhan mobile payments dilaporkan mencapai 45,55% (yoy), sehingga kontribusinya terhadap pertumbuhan total pembayaran digital terlihat lebih dominan pada kuartal III 2026.

Dengan melihat kedua komponen tersebut, arah pertumbuhan pembayaran digital dapat dipahami melalui kombinasi laju internet payments yang relatif lebih landai dan percepatan mobile payments. Kondisi ini membantu menjelaskan mengapa volume total tetap naik, meski pertumbuhan QRIS menunjukkan tren melambat jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Melambatnya pertumbuhan QRIS tidak menghapus fakta bahwa angkanya tetap berada pada level pertumbuhan tinggi. Angka 75,80% (yoy) pada kuartal III 2026 tetap menunjukkan ekspansi, hanya saja kecepatannya tidak setajam kuartal III 2025 yang mencapai 147,65% (yoy).

Dalam konteks itu, BI juga menautkan pertumbuhan transaksi QRIS dengan kenaikan jumlah pengguna dan merchant. Pada laporan yang sama, pengguna disebut meningkat menjadi 70,6 juta dan merchant menjadi 49,4 juta, yang menjadi dasar penting dari pernyataan Destry Damayanti.

Secara keseluruhan, rangkaian data kuartal III 2026 menampilkan dua gambaran sekaligus: pertumbuhan QRIS masih kuat, namun laju tahunan lebih rendah dibanding capaian kuartal III 2025 dan kuartal II 2026. Di saat yang sama, volume pembayaran digital tetap bertambah, dengan internet payments tumbuh 14,26% (yoy) dan mobile payments tumbuh 45,55% (yoy) pada triwulan III 2026.

Dalam pembacaan yang lebih menyeluruh, perlambatan pertumbuhan QRIS pada kuartal III 2026 tidak berarti aktivitasnya melemah, melainkan memperlihatkan perubahan ritme ekspansi. Di triwulan itu, pertumbuhan tahunan masih berada pada kisaran tinggi yakni 75,80% (yoy), namun jika ditinjau dari sisi kecepatan, angkanya lebih rendah dibanding lonjakan pada kuartal III 2025 yang mencapai 147,65% (yoy).

Di saat yang sama, arah kenaikan pembayaran digital juga memberi konteks tambahan. Volume transaksi pembayaran digital pada triwulan III 2026 tercatat mencapai 18,09 miliar transaksi dengan pertumbuhan 39,24% (yoy), sementara internet payments tumbuh 14,26% (yoy) dan mobile payments tumbuh 45,55% (yoy). Kombinasi pertumbuhan mobile payments yang lebih kencang dengan internet payments yang cenderung lebih landai membantu menjaga total transaksi tetap meningkat, sehingga tren QRIS yang melambat tetap berjalan berdampingan dengan ekspansi pembayaran digital secara umum.