Bisnis & Ekonomi

IHSG Menguat 3 Hari Berturut-turut, Tercatat Terbaik di Asia

×

IHSG Menguat 3 Hari Berturut-turut, Tercatat Terbaik di Asia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: IHSG Hari Ini: Naik 3 Hari Beruntun, Terbaik Asia - Market

jurnalistik.co.id – Bursa Efek Indonesia mencatat kenaikan pada perdagangan Kamis (22/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat dan menegaskan tren positif yang sudah berjalan beberapa hari.

Pada sesi tersebut, IHSG berakhir pada level 5.387,91. Nilai itu merefleksikan kenaikan sebesar 1,12% dibandingkan perdagangan sebelumnya, sekaligus memperpanjang penguatan menjadi tiga hari beruntun.

Dengan rentang tiga sesi yang sama, IHSG membukukan kenaikan nyaris 8%. Rangkaian pertumbuhan tersebut membuat pergerakan indeks tercatat sebagai yang terbaik di kawasan Asia pada periode berjalan.

Penguatan indeks terlihat ditopang oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar yang menjadi pendorong pergerakan. Sejumlah emiten menyumbang kontribusi poin yang menonjol dalam perdagangan hari ini.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) tercatat menyumbang 13,33 poin. Kontribusi ini ikut menjaga arah laju IHSG tetap berada di jalur kenaikan sepanjang sesi.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga memberikan dukungan berarti melalui kontribusi 8,82 poin. Bersamaan dengan itu, PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) mencatat sumbangan 8,04 poin yang ikut memperkuat sentimen pasar pada hari ini.

Dari sektor lain, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyumbang 6,59 poin, sedangkan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menorehkan kontribusi 6,25 poin. Komposisi penggerak dari beberapa saham tersebut menunjukkan penguatan yang tidak hanya bertumpu pada satu pelaku pasar.

Menurut penjelasan yang muncul dari pergerakan sebelumnya, rebound IHSG dinilai terkait dengan koreksi yang sudah terjadi cukup dalam. Pada periode 15–19 Oktober, IHSG merosot sekitar 16%, sehingga kenaikan setelahnya menjadi bagian dari pemulihan yang mengikuti koreksi tersebut.

Dengan latar koreksi tersebut, pergerakan IHSG yang kini berbalik menguat dapat dipahami sebagai kelanjutan proses penyesuaian setelah penurunan yang terjadi beruntun. Ketika tekanan jual mereda, saham-saham dengan bobot besar kembali menjadi pengungkit utama untuk mengangkat indeks.

Rentang penguatan yang berlangsung hingga tiga hari juga memberikan gambaran bahwa minat beli mulai kembali menopang perdagangan. Kenaikan harian sebesar 1,12% pada Kamis (22/10/2026) menjadi salah satu penanda berlanjutnya pemulihan indeks pada fase yang sedang berjalan.

Secara keseluruhan, IHSG yang ditutup pada 5.387,91 mengukuhkan posisi indeks dalam tren positif jangka pendek. Kontribusi yang datang dari BBRI, BMRI, AMMN, BYAN, dan BREN menjadi penopang utama bagi indeks untuk mempertahankan penguatan selama tiga sesi berturut-turut.

Serangkaian penguatan yang berlanjut hingga tiga hari sekaligus memperlihatkan bahwa proses pemulihan tidak berhenti pada satu lonjakan sesaat. Setelah fase koreksi pada 15–19 Oktober yang diikuti penurunan sekitar 16%, perdagangan berikutnya bergerak ke arah penyesuaian yang lebih stabil. Perubahan arah ini biasanya menjadi indikasi berkurangnya tekanan jual dibandingkan periode sebelumnya.

Dilihat dari komposisi penggeraknya, pergerakan indeks pada Kamis (22/10/2026) terutama ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar yang menyuplai dorongan poin ke IHSG. BBRI tercatat memberi kontribusi terbesar 13,33 poin, disusul BMRI 8,82 poin dan AMMN 8,04 poin. Dukungan lanjutan datang dari BYAN 6,59 poin serta BREN 6,25 poin, sehingga penguatan tampak lebih merata dari beberapa penopang utama.

Penguatan tersebut juga memberikan konteks regional, sebab IHSG dicatat menjadi salah satu yang terbaik di kawasan Asia pada periode berjalan. Dengan dasar itu, kenaikan yang terakumulasi mendekati 8% dalam rentang tiga sesi tidak hanya mencerminkan pergerakan domestik, tetapi juga memperlihatkan adanya minat beli yang kembali menyeimbangkan perdagangan.

Secara keseluruhan, penutupan pada level 5.387,91 dengan kenaikan 1,12% mempertegas bahwa tren positif jangka pendek sedang berjalan. Kontribusi dari BBRI, BMRI, AMMN, BYAN, dan BREN menjadi pilar utama agar momentum penguatan dapat dipertahankan selama tiga sesi berturut-turut, sejalan dengan pemulihan setelah koreksi sebelumnya.