Bisnis & Ekonomi

MSCI Picu Teknikal, IHSG Berpotensi Uji 5.000 dan 4.700

×

MSCI Picu Teknikal, IHSG Berpotensi Uji 5.000 dan 4.700

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ancaman MSCI Picu Teknikal IHSG Berpotensi ke 5.000 dan 4.700 - Market

jurnalistik.co.id – JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pelemahan tajam pada perdagangan sebelumnya. Pergerakan ini membuat pelaku pasar menunggu arah lanjutan, sekaligus menilai level-level teknikal yang menjadi penanda pergeseran sentimen.

Pada Jumat (16/10/2025), IHSG ditutup di 5.185,1. Indeks melemah 678,67 poin atau 11,57% dibandingkan hari sebelumnya.

Tekanan juga terlihat dari arus dana asing. Investor asing membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp3,4 triliun pada perdagangan tersebut.

Dalam akumulasi hingga sepuluh bulan perdagangan saham pada 2026, nilai net sell investor asing tercatat mencapai Rp114 triliun lebih. Kondisi ini turut mempertegas bahwa sentimen masih dibebani aksi jual.

Tekanan jual masih membayangi tren

BRI Danareksa Sekuritas—anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)—menilai IHSG masih berada dalam tren bearish utama. Penilaian tersebut disertai adanya tekanan jual yang berjalan seiring dengan arah pergerakan indeks.

Riset perusahaan sekuritas tersebut juga menyebut potensi berlanjutnya bearish trend. Dalam konteks ini, IHSG diproyeksikan menguji area support di level 5.100 dan 4.954.

“IHSG mengalami breakdown tajam dari pola Head and Shoulders setelah gagal bertahan di atas neckline psikologis 6.000. MACD menunjukkan momentum bearish yang menguat, dengan garis MACD berada di bawah signal line dan histogram negatif semakin melebar,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.

Sinyal teknikal: neckline 6.000 dan penguatan momentum bearish

Uraian teknikal itu berangkat dari kegagalan IHSG bertahan di atas neckline psikologis 6.000. Ketika area tersebut tidak mampu dijaga, pola Head and Shoulders disebut mengalami breakdown yang tajam.

Selain pola, indikator MACD juga menjadi sorotan dalam riset tersebut. Garis MACD dinyatakan berada di bawah signal line, sementara histogram negatif disebut makin melebar, yang menggambarkan momentum bearish yang menguat.

Bagi investor, kombinasi sinyal tersebut umumnya membuat perhatian tertuju pada kelanjutan tekanan dan respons pasar terhadap area penopang. Level support 5.100 serta 4.954 menjadi rujukan penting untuk memetakan reaksi saat volatilitas kembali meningkat.

Implikasi bagi perdagangan setelah pelemahan besar

Dengan IHSG yang sebelumnya ditutup jauh lebih rendah—yakni turun 11,57%—sentimen cenderung tetap rapuh dalam waktu dekat. Pergerakan yang tajam seperti ini biasanya meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan momentum, baik dari sisi arus dana maupun sinyal teknikal.

Dalam kondisi tren bearish yang dinilai masih dominan, pelaku pasar akan cenderung mencermati apakah tekanan jual berkurang atau justru bertahan. Hingga saat ini, rujukan utama yang disebut dalam riset tetap mengarah pada area support 5.100 dan 4.954.

Dengan demikian, fokus pada level-level teknikal tersebut menjadi bagian dari cara investor membaca potensi kelanjutan pergerakan IHSG. Setelah breakdown yang terkait pola Head and Shoulders dan penguatan momentum bearish pada MACD, pasar pada tahap berikutnya akan lebih banyak menilai respons di titik-titik kunci yang telah disebutkan.

Pelemahan yang sangat tajam itu membuat pasar cenderung menunggu konfirmasi lanjutan, bukan langsung mengambil keputusan. Ketika tekanan jual masih tercermin dari arus asing yang terus mencatat jual bersih, volatilitas berpotensi tetap tinggi sehingga pergerakan IHSG diperkirakan akan lebih banyak diuji di area-area penopang yang telah disebut dalam riset.

Dalam kerangka teknikal yang sama, kegagalan IHSG bertahan di atas neckline psikologis 6.000 diposisikan sebagai sinyal bahwa level tersebut tidak mampu menjadi penahan arah. Setelah breakdown yang disebut terjadi, fokus pelaku pasar kemudian bergeser pada kemampuan indeks merespons saat mendekati support 5.100, dan apakah level berikutnya di 4.954 dapat menjadi tumpuan bila tekanan berlanjut.

Selain membaca level, investor juga biasanya menilai apakah momentum bearish pada indikator MACD menunjukkan tanda menguat atau mulai mereda. Karena garis MACD dinyatakan berada di bawah signal line dan histogram negatif disebut makin melebar, sinyal tersebut memperkuat pandangan bahwa dinamika pasar masih didominasi sisi jual. Karena itu, respons terhadap 5.100 dan 4.954 dipandang krusial untuk menentukan apakah tekanan beralih menjadi koreksi atau tetap berada dalam tren bearish.