Daerah

Janji Ka Depo di Hadapan Gubernur, Suplai BBM hingga Pukul 06.00 Rampung

×

Janji Ka Depo di Hadapan Gubernur, Suplai BBM hingga Pukul 06.00 Rampung

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Janji Ka Depo Dihadapan Gubernur, Drop BBM Pukul 06.00 Sudah Selesai

jurnalistik.co.id – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengadakan pertemuan dengan Tim dari Pertamina Putra Niaga Gorontalo, membahas tindak lanjut keluhan warga terkait antrean pengisian BBM di sejumlah SPBU.

Pertemuan tersebut berlangsung pada Selasa, 13/10/2026, dan menjadi momentum penegasan komitmen suplai BBM agar aktivitas pengisian di pagi hari berjalan lebih lancar.

Dalam komunikasi yang disampaikan, Pertamina Putra Niaga menekankan adanya jadwal distribusi yang dimulai pada dini hari hingga menjelang pagi. Harapannya, kepadatan antrean yang sebelumnya dikeluhkan masyarakat dapat kembali mereda.

Suplai BBM dijadwalkan sejak dini hari

Sales Branch Manager PT Pertamina Putra Niaga Gorontalo, Satria Saputra Harahap, menyatakan distribusi atau suplai ke SPBU akan dimulai pada jam 1 dinihari sampai pukul 06.00 pagi.

“Distribusi atau suplai ke SPBU mulai jam 1 dinihari hingga pukul 06.00 pagi, sehingga sejak pagi hari SPBU di Kota dan Kabupaten sudah terisi”.

Dengan pola waktu tersebut, pihak Pertamina Putra Niaga berharap SPBU di wilayah Kota Gorontalo maupun Kabupaten Gorontalo sudah mendapatkan pengisian sejak pagi. Dengan begitu, warga yang beraktivitas pada jam-jam awal dapat memperoleh BBM tanpa harus menunggu lama.

Langkah yang diarahkan sejak dini juga dimaksudkan untuk menata ritme layanan harian SPBU. Pertamina Putra Niaga menargetkan kondisi operasional yang lebih stabil agar antrean tidak kembali memanjang pada jam puncak.

Antrean jadi fokus keluhan masyarakat

Dalam paparan dan diskusi dengan Pemprov Gorontalo, keluhan yang berulang dari masyarakat menjadi bahan evaluasi utama. Warga sebelumnya menyampaikan keresahan terkait antrean pengisian BBM di SPBU, yang dinilai mengganggu kenyamanan saat melakukan pengisian.

Pihak Pertamina Putra Niaga menegaskan bahwa perbaikan jadwal suplai dipandang sebagai respons langsung atas berbagai keluhan tersebut. Fokusnya adalah mengembalikan keadaan agar lebih normal dan tidak menimbulkan antrean panjang.

Komitmen jadwal distribusi diposisikan sebagai langkah yang dapat terlihat dampaknya dalam layanan harian. Ketika suplai dipastikan masuk lebih awal, proses pengisian di SPBU pada pagi hari diharapkan bisa berjalan lebih tertib.

Selain memastikan ketersediaan, pembahasan juga menyentuh kualitas layanan di lapangan. Karena antrean bukan hanya dipengaruhi ketersediaan stok, tetapi juga bagaimana proses pengisian berlangsung di tiap titik layanan.

Penertiban diharapkan tidak berhenti pada himbauan

Di sisi lain, perhatian masyarakat juga mengarah pada dugaan praktik tidak semestinya yang disebut sebagai penyebab terjadinya antrean panjang. Dalam pemberitaan, disebut adanya oknum-oknum penimbun BBM serta pegawai SPBU yang dianggap “nakal”.

Karena itu, Pertamina Putra Niaga diarahkan agar langkah taktis terhadap sejumlah SPBU yang dinilai bermasalah tidak berhenti pada himbauan. Harapannya ada tindakan konkrit yang dapat menimbulkan efek jera.

Masyarakat juga menantikan adanya penerapan sanksi tegas bagi pelaku yang merusak kelancaran distribusi dan layanan. Dengan penegakan tersebut, distribusi BBM diharapkan benar-benar mengalir sesuai tujuan, bukan tersendat karena penyalahgunaan di jalur distribusi.

Poin penting dalam tindak lanjut yang dibahas adalah bagaimana semua pihak dapat menjaga agar ketersediaan BBM yang dijadwalkan tetap berdampak pada layanan di SPBU. Ketika suplai sudah direncanakan dari dini hari, maka disiplin pada proses distribusi dan pengisian menjadi penentu utama.

Melalui pertemuan ini, Pemprov Gorontalo dan Pertamina Putra Niaga menegaskan bahwa perbaikan tidak hanya menyangkut jadwal distribusi, tetapi juga pengawasan atas praktik yang dapat memicu antrean. Dengan demikian, upaya mengurangi keluhan masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih menyeluruh.

Seiring implementasi jadwal suplai yang dimulai pukul 01.00 dinihari sampai pukul 06.00 pagi, masyarakat diharapkan mulai melihat perubahan nyata pada kondisi SPBU. Targetnya, sejak pagi hari layanan pengisian di Kota dan Kabupaten dapat kembali terisi, sehingga antrean diharapkan normal dan tidak memanjang seperti sebelumnya.