jurnalistik.co.id – Elias Antonio “Tony” Saca akhirnya dibebaskan setelah menjalani hukuman 10 tahun penjara dalam perkara korupsi dan pencucian uang di El Salvador. Mantan presiden itu telah menyelesaikan masa pidananya tanpa pembebasan lebih awal.
Pembebasan Saca diumumkan oleh pengacaranya, Mario Machado, yang mengonfirmasi bahwa kliennya memperoleh kebebasan pada Kamis. Machado menyampaikan bahwa seluruh masa hukuman telah dijalani hingga tuntas sebelum proses pembebasan dicatat secara resmi di pengadilan.
Machado menegaskan, “Masa hukuman 10 tahun telah selesai dijalani,” sebagaimana dikutip dari keterangan Reuters pada Jumat (30/10/2026). Ia juga menyebut pihaknya mendatangi pengadilan untuk melaporkan pembebasan tersebut, dan permohonan pelaporan itu baru diajukan sehari sebelumnya.
Vonis yang dijatuhkan kepada Saca tercatat pada 2018. Namun, perhitungan masa hukuman berlangsung sejak ia ditangkap pada 2016, tepat ketika menghadiri pesta pernikahan putranya. Dengan skema penghitungan tersebut, masa pidana 10 tahun yang dijalani Saca berakhir pada periode yang membuatnya pada akhirnya bisa dibebaskan setelah satu dekade ditahan.
Sebelum akhirnya dipangkas, Saca sempat menghadapi ancaman hukuman hingga 30 tahun penjara. Keputusan yang kemudian membuat hukumannya berkurang didasarkan pada pengakuan bersalah yang ia sampaikan, sehingga kesepakatan pengakuan bersalah mengubah proyeksi hukuman menjadi 10 tahun.
Dalam perkara ini, jaksa menyatakan bahwa Saca mengalihkan uang negara untuk kepentingan pribadi. Jaksa juga menyebut tindakannya dilakukan dengan tujuan menguntungkan sekutu politiknya, termasuk melalui penyaluran dana dalam jumlah besar kepada partainya.
Pengakuan bersalah Saca membuat kasusnya dikaitkan dengan pengalihan dana publik dalam skala besar. Ia disebut telah mengalihkan lebih dari US$300 juta atau sekitar Rp5,43 triliun dari anggaran negara selama masa pemerintahannya pada 2004 hingga 2009.
Berita Terkait
- Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Nurworo Danang sampaikan pesan kamtibmas lewat Jumat Keliling, ajak warga jaga kerukunan
- Dansat Brimob Polda Gorontalo Tekankan Jaga Kesehatan dan Disiplin Personel Saat Apel Pagi
- Hari Kesembilan Operasi Patuh Otanaha 2026, Kabag Ops Ditlantas Polda Gorontalo Tegur Kendaraan ODOL
Saca menjabat sebagai presiden El Salvador pada periode 2004–2009 melalui Partai Nationalist Republican Alliance (ARENA). Sebelum aktif dalam politik, ia dikenal sebagai pengusaha sekaligus penyiar radio.
Setelah dikeluarkan dari ARENA pada 2014, Saca mencoba kembali mengikuti kontestasi pemilihan presiden melalui Partai Grand Alliance for National Unity (GANA). Namun, pencalonannya dinyatakan inkonstitusional oleh Mahkamah Agung.
Kasus Saca menempatkannya dalam daftar tokoh politik senior yang pernah terjerat tuduhan korupsi di El Salvador. Selain Saca, tiga mantan presiden lain juga pernah menghadapi dakwaan serupa, yaitu Mauricio Funes dan Salvador Sánchez Cerén yang melarikan diri ke Nikaragua, serta Francisco Flores yang meninggal sebelum persidangan dimulai.
Selain proses pidana, Saca juga menghadapi perkara perdata yang terpisah. Dalam jalur hukum perdata tersebut, ia diperintahkan untuk mengembalikan jutaan dolar kepada negara.
Pembebasan Saca dengan demikian mengakhiri masa penahanan selama satu dekade dalam perkara penggelapan dan pencucian dana publik yang terjadi ketika ia memimpin El Salvador. Dengan berakhirnya masa 10 tahun tersebut, proses pidana yang menjeratnya juga mencapai titik selesai untuk periode hukumannya.
Perjalanan hukum yang menuntun hingga pembebasan itu mengikuti garis waktu berlapis: Saca ditangkap pada 2016, lalu vonisnya tercatat pada 2018. Pada tahap yang menentukan, pengakuan bersalah ikut mengubah arah perhitungan, sehingga ancaman yang semula bisa jauh lebih panjang akhirnya diproyeksikan menjadi 10 tahun.
Pengacaranya juga menggambarkan bahwa langkah administratif sebelum pengadilan mencatat kebebasan dilakukan lebih dulu. Dengan demikian, proses pelepasan tidak berhenti pada keputusan substansi, melainkan juga melalui tahapan formal agar status Saca tercatat resmi, sesuai konfirmasi dari pihak yang mendampinginya.
Meski perkara pidananya berakhir seiring berakhirnya masa 10 tahun, penanganan terhadap Saca tidak sepenuhnya berhenti pada satu jalur. Ia juga disebut masih menghadapi proses perdata yang terpisah, di mana ia diperintahkan mengembalikan dana dalam jumlah besar. Secara lebih luas, kasus ini menempatkan Saca dalam rangkaian tuduhan korupsi terhadap sejumlah figur politik senior di El Salvador.












