Daerah

Putri Gorontalo Jadi Presenter di WFITN 2026, Forum Neuroradiologi Dunia di Busan

×

Putri Gorontalo Jadi Presenter di WFITN 2026, Forum Neuroradiologi Dunia di Busan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Putri Gorontalo Tampil pada Forum Neuroradiologi Dunia di WFITN 2026 Busan

jurnalistik.co.id – Nama Gorontalo kembali mendapat sorotan di kancah ilmiah internasional melalui keterlibatan dr. Khairunnisa Farina Ilato sebagai presenter pada 18th Congress of the World Federation of Interventional and Therapeutic Neuroradiology (WFITN) 2026 di Busan, Korea Selatan.

Perempuan yang tercatat sebagai peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Bedah Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tersebut tampil di BEXCO Convention Center pada periode 11–15 Oktober 2026.

dr. Khairunnisa juga disebut sebagai alumni MAN Insan Cendekia Gorontalo. Keterlibatannya di forum internasional ini menjadi penanda bahwa peneliti muda Indonesia, khususnya dari daerah, ikut berkontribusi dalam pertukaran pengetahuan di tingkat global.

Ia membawa hasil penelitian pada bidang penanganan stroke iskemik akut, salah satu area kedokteran yang terus berkembang untuk memperkuat keberhasilan terapi sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup pasien.

Menurut jadwal resmi sesi presentasi abstrak, pada Senin, 12 Oktober 2026 waktu setempat, terdapat dua karya ilmiah yang mencantumkan nama Khairunnisa Farina Ilato sebagai presenter. Presentasi karya pertama dijadwalkan pada Parallel Hall 4.

Karya ilmiah yang dipresentasikan

Karya ilmiah pertama berjudul “Development of a Prognostic Scoring System for 90-Day Functional Outcome After Mechanical Thrombectomy in Acute Ischemic Stroke: A Two-Center Indonesian Cohort”. Penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem penilaian prognostik guna memperkirakan luaran fungsional pasien dalam jangka waktu 90 hari setelah menjalani mechanical thrombectomy pada kasus stroke iskemik akut tertentu.

Prosedur mechanical thrombectomy sendiri merujuk pada tindakan pengangkatan bekuan darah yang menyebabkan sumbatan pembuluh darah otak. Dengan pendekatan tersebut, penelitian menempatkan penilaian kemampuan fungsional pasien setelah tindakan sebagai bagian penting dalam upaya meningkatkan layanan.

Karya kedua berjudul “A Two-Stage Score-Activated Care Bundle for Early Complication Management after Mechanical Thrombectomy”. Pada penelitian ini, perhatian diarahkan pada penanganan dini komplikasi setelah prosedur mechanical thrombectomy melalui paket perawatan yang diaktifkan berdasarkan sistem penilaian bertahap.

Pendekatan dua tahap tersebut dinilai relevan untuk memperkuat pemantauan pasien sekaligus mendukung respons klinis yang lebih terstruktur setelah tindakan dilakukan. Dua topik yang dibawakan dr. Khairunnisa menunjukkan fokus pada aspek peluang pemulihan pasien serta optimalisasi tata kelola komplikasi pasca-prosedur.

WFITN merupakan forum ilmiah internasional yang mempertemukan para ahli neuroradiologi intervensi dan tenaga medis dari berbagai negara. Melalui forum seperti ini, para peserta dapat berbagi perkembangan ilmu pengetahuan, pengalaman klinis, serta inovasi dalam penanganan penyakit pembuluh darah otak.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan dr. Khairunnisa menjadi inspirasi bahwa putra-putri daerah memiliki peluang untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta layanan kesehatan, termasuk melalui pendidikan tinggi, penelitian, dan forum akademik internasional.

Prestasi ini juga diharapkan dapat memotivasi generasi muda Gorontalo untuk terus mengasah kompetensi, berani menghasilkan karya ilmiah, dan membuka jalan menembus kesempatan akademik di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPPA-PMD) Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, S.H., M.H., M.KM., menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas capaian dr. Khairunnisa Farina Ilato yang telah membawa karya ilmiah ke forum internasional.

Menurut Kepala Dinas, capaian itu menjadi bukti perempuan Gorontalo memiliki potensi besar untuk berkembang, berdaya saing, dan berkontribusi dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan tinggi, penelitian, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kami menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian dr. Khairunnisa Farina Ilato yang telah berpartisipasi sebagai presenter dengan dua karya ilmiah dalam forum neuroradiologi internasional di Busan, Korea Selatan. Prestasi ini menunjukkan bahwa perempuan Gorontalo mampu mengambil bagian dalam perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat dunia melalui pendidikan, kompetensi, kerja keras, dan dedikasi,” ungkap Kepala Dinas.

Ia juga menegaskan bahwa pencapaian perempuan di bidang akademik dan profesional perlu mendapatkan dukungan agar dapat menjadi inspirasi generasi muda, khususnya anak perempuan di Gorontalo, untuk terus mengejar pendidikan dan mengembangkan potensi diri. “Kami berharap pencapaian ini dapat menginspirasi anak-anak dan perempuan Gorontalo agar berani bermimpi besar, tekun menuntut ilmu, serta tidak membatasi diri dalam meraih cita-cita. Perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi, menghasilkan karya, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, bahkan dunia,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya diwujudkan melalui perlindungan hak-hak perempuan, tetapi juga melalui terciptanya kesempatan yang luas bagi perempuan untuk memperoleh pendidikan, meningkatkan kapasitas, dan berpartisipasi dalam pembangunan di berbagai sektor.

DPPPA-PMD Provinsi Gorontalo berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda daerah agar terus mengembangkan kompetensi, menghasilkan karya inovatif, serta memanfaatkan kesempatan pendidikan maupun penelitian di tingkat nasional dan internasional.

Dengan keterlibatan dr. Khairunnisa Farina Ilato, prestasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa putri daerah Gorontalo memiliki peluang untuk berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan global. Dari Gorontalo untuk Indonesia, dan dari Indonesia untuk dunia, capaian tersebut diharapkan menumbuhkan semangat perempuan yang cerdas, mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.