jurnalistik.co.id – Rustini Iskandar menyampaikan harapannya agar perjalanan SERUNI ke Gorontalo tidak berhenti pada agenda yang sudah dijadwalkan. Dalam kesempatan di Kota Gorontalo, ia menyebut momen dua hari yang terasa mepet membuat dirinya ingin kembali lagi dengan suasana yang lebih lengkap bersama keluarga.
Rustini, yang merupakan istri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia (Menko PM) Muhaimin Iskandar, mengutarakan ketertarikannya pada kegiatan Gorontalo Half Marathon (GHM) 2026. Perempuan yang menyertai SERUNI Kabinet Merah Putih itu menilai agenda tanggal 6 Desember nanti menjadi alasan kuat untuk mengajak sang suami hadir langsung.
Ia menuturkan, sebelum kunjungan ini sempat terpengaruh cerita dan penampakan hiu paus Botubarani yang pernah dilihatnya melalui media sosial. Rustini mengaku sempat muncul rasa khawatir saat membayangkan situasinya berada di tengah laut, namun setelah mendapat penjelasan lebih lanjut, ia merasa ketenangan yang ditunjukkan lokasi tersebut membuatnya lebih yakin.
“Saya sudah tau hiu paus lihat di IG gitu kan yah, tapi aku takut di tengah laut. Setelah diceritain ternyata lautnya tenang. Mudah mudahan saya bisa ke sini bawa keluarga,” katanya antusias saat diwawancarai disela-sela acara SERUNI di Gedung GPCC, Kota Gorontalo, Selasa (13/10/2026).
Ketika ditanya mengenai responsnya terhadap event lari GHM 2026, Rustini menegaskan ia terlihat antusias. Ia menjelaskan bahwa apabila ada undangan dari pihak pemerintah, rencananya akan ia sampaikan kepada suaminya, agar pembahasan dapat dilakukan dengan lebih jelas dan terarah.
“Insyaallah mau nanti aku komporin biar datang. Coba aja (diundang Pak Menteri), suami saya suka kok olahraga. Nanti saya bisikin biar saya diajak ke sini,” candanya.
Berita Terkait
Pada kunjungan yang berlangsung bersama SERUNI, Rustini turut merespons rangkaian program yang disusun selama masa kegiatan. Kehadiran SERUNI di Gorontalo dipimpin oleh istri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Selvi Gibran, dan agenda berjalan sebagai rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai bentuk layanan serta dukungan sosial.
Kunjungan yang disebut berlangsung selama tiga hari itu diisi dengan sejumlah program, di antaranya bantuan bedah rumah, seminar keluarga, pameran UMKM, serta operasi katarak gratis. Kehadiran program-program tersebut menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat sekaligus menghadirkan ruang interaksi publik melalui pameran dan kegiatan pendampingan.
Rustini menutup pernyataannya dengan nada yang menunjukkan keinginannya agar rencana ke depan dapat lebih terstruktur. Ia berharap waktu yang singkat selama SERUNI bisa menjadi awal untuk kembali lagi ke Gorontalo, kali ini dengan membawa suami dan anak-anaknya agar pengalaman yang ia rasakan dapat dibagikan secara langsung sebagai keluarga.
Di sela rangkaian acara tersebut, ia juga menekankan bahwa ketertarikannya tidak sekadar pada satu agenda, melainkan pada kesempatan untuk menikmati suasana Gorontalo secara utuh. Menurutnya, kedekatan jadwal selama kunjungan membuat ia ingin menyusun waktu di kesempatan berikutnya agar keluarga bisa ikut serta merasakan pengalaman yang ia peroleh selama berinteraksi dengan program-program di lokasi.
Ia menambahkan bahwa proses menyikapi informasi yang sempat ia lihat dari media sosial turut membentuk cara pandangnya. Ketika kabar mengenai hiu paus Botubarani sebelumnya sempat memunculkan kekhawatiran, penjelasan lanjutan yang ia terima membuatnya melihat kondisi di area tersebut dengan sudut yang lebih tenang. Dari situlah ia merasa lebih siap untuk membicarakan rencana lanjutan, termasuk kemungkinan membawa orang-orang terdekat agar mereka memahami langsung situasinya.
Rustini menilai, keberagaman kegiatan yang berjalan selama masa kunjungan menjadi momen penting untuk bertemu masyarakat dan menyimak kebutuhan yang muncul secara langsung. Ia menyebut bahwa layanan seperti bantuan bedah rumah, kegiatan seminar keluarga, pameran UMKM, hingga operasi katarak gratis mencerminkan perhatian yang menyentuh berbagai sisi kehidupan. Karena itu, ia berharap kunjungan berikutnya bisa dipersiapkan lebih rapi, sehingga kehadiran bersama sang suami tidak hanya sebatas menghadiri agenda, tetapi juga memperkuat tujuan kunjungan agar dukungan yang disampaikan dapat lebih bermakna bagi keluarga maupun masyarakat.












