Peristiwa

Gusnar Ismail Hadiri Penganugerahan Gelar Adat Pulanga untuk Sofyan Puhi di Limboto

×

Gusnar Ismail Hadiri Penganugerahan Gelar Adat Pulanga untuk Sofyan Puhi di Limboto

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gubernur dan Wagub Hadiri Penganugerahan Adat Pulanga Bupati Gorontalo

jurnalistik.co.id – Prosesi penganugerahan gelar adat Pulanga berlangsung di Limboto pada Sabtu, 17/10/2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat pelestarian adat dan budaya Gorontalo. Acara tersebut dihadiri langsung Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie.

Dalam kegiatan itu, Gusnar Ismail datang bersama Ketua TP-PKK Nani Ismail Mokodongan. Perhelatan berlangsung di Rujab Bupati dan ditujukan kepada Bupati Kabupaten Gorontalo, Sofyan Puhi.

Gusnar menegaskan bahwa pelaksanaan adat yang baik bukan hanya menjadi tradisi yang dijalankan secara seremonial, tetapi juga berperan dalam membangun kesan positif bagi para tamu yang berkunjung ke Gorontalo. Ia menyampaikan bahwa budaya Gorontalo tetap relevan saat menjadi bagian dari penyelenggaraan kegiatan berskala nasional.

Gubernur menuturkan bahwa Gorontalo dikenal dengan julukan Serambi Madinah, sehingga memiliki tanggung jawab untuk terus mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai adat istiadat dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, komitmen tersebut harus dijaga secara konsisten, termasuk ketika daerah menjadi tuan rumah berbagai agenda kenegaraan.

“Ketika kita melaksanakan kegiatan nasional di daerah ini, hampir 80 persen tamu yang hadir memberikan kesan mendalam adalah pelaksanaan adatnya yang baik. Sampai sekarang, hal itu masih menjadi perbincangan para tamu kenegaraan yang pernah datang atau berkunjung ke Provinsi Gorontalo,” ujar Gusnar.

Ia juga menekankan bahwa tanggung jawab pelestarian adat tidak berada di satu pihak saja. “Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga, mengembangkan, dan melestarikan adat istiadat ini dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gusnar menegaskan bahwa pelestarian adat tidak cukup hanya diwujudkan melalui rangkaian prosesi. Nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur perlu diteruskan dalam kehidupan sehari-hari agar tetap hidup dan menjadi pedoman bagi generasi berikutnya.

Makna gelar Pulanga dan amanah moral bagi penerima

Di dalam tatanan budaya Gorontalo, Pulanga dipahami sebagai gelar kehormatan yang diberikan kepada tokoh berdasarkan karya, jasa, dan pengabdiannya kepada masyarakat. Penganugerahan ini, menurut penjelasan acara, sekaligus memuat amanah moral agar penerima senantiasa menjaga kehormatan serta menjalankan tanggung jawabnya dengan baik.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie hadir mendampingi unsur pimpinan daerah lainnya. Kehadiran turut disertai Ketua TP-PKK Nani Ismail Mokodongan, serta pendampingan kepada keluarga penerima.

Idah Syahidah Rusli Habibie terlihat mendampingi Mbui Maryam Sofyan Puhi dalam prosesi penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Kabupaten Gorontalo, Sofyan Puhi. Susunan pendamping tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap makna penghormatan adat dalam acara.

Prosesi penganugerahan juga dimaknai sebagai momentum pelestarian adat dan budaya Gorontalo, sekaligus bentuk penghormatan atas perjalanan pengabdian seorang pemimpin. Dalam pandangan penyelenggara, gelar adat semacam ini menegaskan bahwa penghormatan bukan hanya mengingat capaian masa lalu, tetapi juga menumbuhkan komitmen ke depan.

Gelar Pulanga yang dianugerahkan kepada Sofyan Puhi juga dinyatakan memiliki dasar pertimbangan yang telah melalui tahapan musyawarah adat. Pemberian gelar sebelumnya disepakati lewat Musyawarah Adat Dulohupa oleh para pemangku adat U Duluwo Limo Lopohalaa.

Musyawarah tersebut digelar di Banthayo Poboide, Limboto, pada Jumat, 9/10/2026. Dari proses tersebut, pertimbangan yang disampaikan mencakup rekam jejak Sofyan Puhi di bidang legislatif dan pemerintahan, termasuk kiprahnya dalam pelayanan publik serta pembangunan daerah.

Selain menyoroti kontribusi, penganugerahan ini juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan antara adat, agama, dan kehidupan bermasyarakat. Hal itu disebut sejalan dengan falsafah Gorontalo, “Adat bersendikan Syara’, Syara’ bersendikan Kitabullah.”

Dengan rangkaian prosesi yang berlangsung di Rujab Bupati Limboto, acara penganugerahan gelar adat Pulanga diharapkan menjadi penguatan budaya bagi masyarakat Gorontalo. Melalui penegasan pesan pelestarian adat dan amanah moral kepada penerima, prosesi tersebut berupaya memastikan nilai-nilai yang diwariskan tetap dijalankan secara nyata.

Keberadaan unsur pimpinan daerah, pendampingan keluarga penerima, serta tahapan musyawarah adat yang mendasari pengukuhan, menjadi bagian yang menggarisbawahi penghormatan yang diberikan kepada Sofyan Puhi. Pada akhirnya, gelar Pulanga diharapkan menjadi simbol kehormatan sekaligus dorongan untuk terus menjaga tanggung jawab di tengah masyarakat.