jurnalistik.co.id – PT Astra International Tbk (ASII) memulai proses tender sukarela atas saham PT Astra Autoparts Tbk (AUTO) pada hari ini, Senin (12/10/2026). Langkah ini menjadi bagian dari rencana ASII untuk memperbesar porsi kepemilikan di anak usaha yang bergerak di sektor komponen otomotif.
Menurut keterbukaan informasi yang dikutip Bloomberg Technoz, ASII menyiapkan penawaran untuk membeli sebanyak-banyaknya 238,44 juta saham AUTO. Penetapan harga tender dilakukan di level Rp3.600 per saham.
Dari jumlah saham yang ditawarkan, nilai transaksi tender sukarela yang dapat terjadi berada pada kisaran maksimal Rp858,39 miliar. Besaran itu muncul sebagai akumulasi nilai pembelian berdasarkan kuantitas saham yang menjadi target penawaran.
Harga penawaran Rp3.600 per saham juga disebut mencerminkan premi sebesar 35,57% dibandingkan pembanding yang digunakan dalam penetapan tender. Pembanding tersebut adalah rata-rata harga perdagangan harian tertinggi saham AUTO selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman pernyataan penawaran tender sukarela.
Dengan skema pembanding itu, harga rata-rata perdagangan harian tertinggi yang dijadikan acuan tercatat Rp2.655,41 per saham. Artinya, selisih antara harga tender Rp3.600 dan harga acuan Rp2.655,41 menghasilkan premi 35,57% sebagaimana disebutkan dalam informasi penawaran.
Proses tender sukarela ini ditempatkan sebagai mekanisme korporasi untuk mengoptimalkan struktur kepemilikan ASII pada perusahaan di sektor komponen otomotif. Dalam konteks rencana tersebut, ASII disebut berupaya memperkuat posisi bisnisnya melalui peningkatan kepemilikan di AUTO.
Berita Terkait
Pada praktiknya, tender sukarela memberikan ruang bagi pemegang saham AUTO untuk menyerahkan sahamnya sesuai ketentuan penawaran. Rincian jumlah saham yang ditawarkan, harga per saham, serta ukuran premi menjadi parameter utama yang menggambarkan arah transaksi dari sisi penawaran.
Dengan harga Rp3.600 per saham, tender sukarela ini menyiratkan bahwa ASII bersedia membayar di atas level rata-rata pembanding yang dihitung dari periode 90 hari sebelum pengumuman. Perhitungan premi tersebut menjadi salah satu informasi penting bagi pasar karena mencerminkan tingkat penawaran relatif terhadap aktivitas perdagangan sebelum tanggal pengumuman.
Di sisi nilai transaksi, angka maksimal Rp858,39 miliar menggambarkan skala pembelian yang dapat dilakukan dalam skenario seluruh saham yang ditargetkan diserap melalui mekanisme tender. Angka tersebut berkaitan langsung dengan batas maksimum jumlah saham yang disiapkan untuk dibeli, yaitu sebanyak-banyaknya 238,44 juta saham.
Dokumen keterbukaan informasi juga menegaskan bahwa proses tender sukarela ini menjadi bagian dari strategi ASII untuk memperbesar porsi kepemilikan pada entitas anaknya. AUTO sendiri disebut menjalankan kegiatan usaha di sektor komponen otomotif, sehingga langkah peningkatan kepemilikan diarahkan untuk memperkuat ekosistem usaha perseroan pada rantai industri otomotif.
Adapun perhitungan premi disebut sebesar 35,57%, dengan acuan rata-rata harga perdagangan harian tertinggi selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman pernyataan penawaran tender sukarela. Angka acuan tersebut adalah Rp2.655,41 per saham, sedangkan harga tender berada di Rp3.600 per saham.
Dengan demikian, tender sukarela yang diumumkan ASII memuat tiga informasi kunci yang saling terhubung: jumlah saham maksimum yang ditawarkan (238,44 juta saham), harga penawaran (Rp3.600 per saham), serta premi terhadap acuan perdagangan periode 90 hari terakhir (35,57%). Ketiganya menjadi dasar pembentukan nilai transaksi maksimal yang disebut mencapai Rp858,39 miliar.
Sejauh informasi yang dipaparkan, langkah ini berjalan sebagai proses yang dimulai pada 12 Oktober 2026. Fokusnya adalah memperbesar kepemilikan ASII pada AUTO melalui tender sukarela, sesuai rencana yang dinyatakan dalam keterbukaan informasi yang menjadi rujukan pemberitaan.












