Bisnis & Ekonomi

Bitcoin Turun ke US$82.759, Ether Merosot ke US$2.540 di Tengah Pekan

×

Bitcoin Turun ke US$82.759, Ether Merosot ke US$2.540 di Tengah Pekan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Bitcoin Terpuruk ke US$82.759, Ether Tersungkur ke US$2.540 - Teknologi

jurnalistik.co.id – Pasar aset kripto kembali melanjutkan tren melemah di pertengahan pekan. Pada sesi Rabu, gelombang aksi jual paksa menyebar seiring ketidakpastian yang ikut membebani selera risiko investor.

Bitcoin sebagai token terbesar turun hingga 3,3% ke level US$82.759. Tekanan serupa juga dialami Ether yang merosot 5,9% ke US$2.540.

Pergerakan negatif tidak berhenti pada dua aset utama tersebut. Aset digital lain yang kapitalisasinya lebih kecil turut terkoreksi, termasuk XRP dan Solana yang masing-masing merosot lebih dari 4,5%.

Di tengah pelemahan harga, pasar terlihat bergerak dengan ritme yang makin cepat. Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya likuidasi posisi berleverage yang terjadi saat investor menutup transaksi secara paksa.

Menurut data yang dihimpun Coinglass, sekitar US$720 juta posisi kripto dilikuidasi dalam 24 jam terakhir. Dari total likuidasi tersebut, sebagian besar diarahkan untuk menghapus posisi long, sehingga efek penurunan harga terasa semakin mempercepat arah koreksi.

Dinamika likuidasi ini menciptakan tekanan ganda bagi perdagangan harian. Ketika harga bergerak turun, margin pada posisi yang bertumpu pada leverage ikut tergerus, lalu memicu penutupan otomatis yang membuat penurunan semakin dalam.

Selain koin kripto di pasar spot dan derivatif, saham perusahaan terkait kripto juga ikut melemah. Coinbase Global Inc turun hingga 4,4%, sementara Strategy Inc merosot 6,8% pada periode yang sama.

Pergerakan pada saham-saham tersebut memperlihatkan bahwa sentimen di ekosistem kripto bergerak searah. Ketidakpastian pasar yang meningkat disebut turut menekan pilihan risiko, sehingga investor cenderung mengurangi eksposur.

Dengan Bitcoin di US$82.759 dan Ether di US$2.540, perubahan harian menjadi indikator kuat bahwa fase koreksi masih berlangsung. Pergerakan ini juga memberi sinyal bahwa volatilitas tetap tinggi, terutama ketika likuidasi berleverage terus terjadi.

Tekanan berasal dari aksi jual paksa dan berantai

Rangkaian penurunan yang terjadi tidak berdiri sendiri, melainkan bergerak dalam satu arus yang saling menguatkan. Aksi jual paksa di platform aset digital memperbesar ketidakpastian, lalu berujung pada likuidasi tambahan.

Pola tersebut terlihat dari besarnya nilai posisi yang dibereskan secara paksa dalam waktu 24 jam. Saat sebagian besar likuidasi berasal dari posisi long, tekanan ke bawah pada harga kian sulit dipatahkan dalam waktu singkat.

Di luar dampak pada Bitcoin dan Ether, koreksi juga menyasar altcoin. XRP dan Solana yang turun lebih dari 4,5% menunjukkan bahwa penjualan meluas, tidak hanya terkonsentrasi pada aset berkapitalisasi terbesar.

Secara keseluruhan, kondisi pasar memperlihatkan kombinasi antara gelombang aksi jual paksa, ketidakpastian yang luas, dan percepatan dari likuidasi posisi berleverage. Dengan angka penurunan harian serta total likuidasi sekitar US$720 juta, gambaran yang muncul adalah fase melemah masih dominan.

Di saat penurunan mulai menyebar, respons pasar tampak makin serempak antar-asset. Ketika investor mengubah sikap dari “tunggu” menjadi “mengurangi risiko”, perdagangan harian ikut kehilangan penyangga, sehingga pergerakan harga cenderung mengikuti arah likuidasi yang sedang berlangsung.

Likuidasi yang terutama mengenai posisi long berperan sebagai pemicu berulang. Setiap penutupan otomatis mengubah tekanan menjadi jual tambahan, dan dampaknya kemudian merembet ke aset lain yang bergerak searah dengan sentimen yang sedang melemah.

Situasi ini juga memperlihatkan bagaimana leverage memperbesar sensitivitas. Saat margin tertekan bersamaan dengan harga yang turun, ruang gerak posisi berkurang cepat, lalu mekanisme penutupan paksa membuat tren koreksi sulit mereda dalam waktu singkat.

Dari sisi ekosistem, pelemahan tidak terbatas pada pasar kripto, tetapi juga terlihat pada saham perusahaan terkait. Penurunan Coinbase Global Inc dan Strategy Inc menunjukkan bahwa persepsi risiko di sekitar industri kripto ikut tertekan, sementara volatilitas tetap tinggi seiring likuidasi berleverage terus menjadi sorotan.