Bisnis & Ekonomi

IHSG Melemah Seusai Gembok Saham Gocap Dibuka, Turun 0,52% ke 6.209

×

IHSG Melemah Seusai Gembok Saham Gocap Dibuka, Turun 0,52% ke 6.209

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: IHSG Melemah Usai Gembok Saham Gocap Dilepas - Market

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (28/9/2026) dibuka dalam kondisi melemah. Pada pukul 09.10 WIB, indeks tercatat turun 0,52% ke level 6.209.

Pergerakan tersebut juga sejalan dengan penurunan poin sebesar 32,14 poin pada awal sesi. Melemahnya IHSG terjadi setelah gembok saham gocap dibuka.

Di menit-menit awal perdagangan, pasar menunjukkan respons yang terlihat dari perubahan komposisi pergerakan saham. Sebanyak 406 saham dilaporkan melemah, sementara 204 saham menguat, dan 140 saham tidak mengalami perubahan harga.

Dari sisi aktivitas perdagangan, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat volume transaksi mencapai 5,49 miliar saham. Nilai transaksi pada periode tersebut tercatat sekitar Rp1,1 triliun.

Frekuensi transaksi juga tercatat cukup tinggi, yakni 222.369 kali. Angka-angka ini menggambarkan adanya perputaran yang berjalan sejak sesi dibuka.

Dalam laporan BRI Danareksa Sekuritas, fokus sentimen pada hari ini diarahkan pada implementasi kebijakan BEI terkait penurunan batas harga minimum saham menjadi Rp1. Perubahan batas tersebut disebut diharapkan memberikan ruang yang lebih luas untuk aktivitas perdagangan.

Dengan turunnya batas harga minimum menjadi Rp1, kebijakan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembentukan harga. Penekanan kualitas harga disebut terutama relevan bagi saham yang sebelumnya cenderung stagnan di batas minimum.

Kombinasi antara pembukaan gembok saham gocap dan dinamika kebijakan batas harga minimum menjadi latar yang ikut membentuk arah pergerakan IHSG pada sesi awal. Pada saat yang sama, data komposisi saham serta indikator nilai dan volume menunjukkan pasar masih berada dalam fase penyesuaian.

Pergerakan IHSG yang turun 0,52% ke level 6.209 pada pukul 09.10 WIB menjadi gambaran awal bagaimana sentimen tersebut tercermin dalam pergerakan indeks. Setelah sesi berjalan lebih dari sepuluh menit, aktivitas perdagangan tetap berada pada level yang cukup ramai.

Ringkasan data perdagangan Berdasarkan catatan hingga pukul 9.10 WIB, IHSG kehilangan 32,14 poin atau setara pelemahan 0,52% ke level 6.209. Volume perdagangan mencapai 5,49 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,1 triliun dan frekuensi 222.369 kali.

Komposisi pergerakan saham menunjukkan 406 saham melemah, 204 saham menguat, dan 140 saham tidak bergerak. Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas menyoroti sentimen kebijakan BEI yang menurunkan batas harga minimum menjadi Rp1, yang dinilai diharapkan memperluas ruang transaksi dan memperbaiki kualitas pembentukan harga, khususnya bagi saham yang selama ini stagnan di batas minimum.

Pada fase awal perdagangan, pelemahan IHSG yang tercermin pada penurunan 32,14 poin menjadi sinyal bahwa tekanan jual masih cukup terasa di momen-momen pertama sesi. Perubahan tersebut muncul bersamaan dengan terbukanya gembok saham gocap, sehingga arah pergerakan indeks ikut beradaptasi dengan dinamika baru.

Lebar pergerakan saham juga menunjukkan kecenderungan yang lebih dominan ke sisi melemah. Dari komposisi hingga pukul 09.10 WIB, jumlah saham yang turun tercatat 406 dibanding 204 saham yang menguat, sementara 140 saham lainnya berada pada kondisi tidak berubah. Pola ini menggambarkan keseimbangan yang belum sepenuhnya bergeser ke arah pemulihan.

Dari sisi aktivitas, angka volume transaksi sebesar 5,49 miliar saham, nilai sekitar Rp1,1 triliun, serta frekuensi 222.369 kali menunjukkan perdagangan berlangsung dengan intensitas yang relatif tinggi. Meski indeks bergerak turun pada saat pengamatan, perputaran transaksi tetap berjalan sejak sesi dibuka, menandakan adanya aktivitas yang terus dipantau pelaku pasar.

Secara sentimen, perhatian diarahkan pada implementasi kebijakan BEI yang menurunkan batas harga minimum saham menjadi Rp1. Kebijakan ini disebut diharapkan memberi ruang yang lebih luas bagi aktivitas perdagangan dan mendukung pembentukan harga yang lebih berkualitas. Penekanan tersebut relevan terutama untuk saham-saham yang sebelumnya cenderung stagnan di batas minimum.

Dengan demikian, kombinasi pembukaan gembok saham gocap dan dinamika kebijakan batas harga minimum menjadi faktor yang ikut mewarnai pergerakan IHSG pada bagian awal sesi. Indikator nilai, volume, serta frekuensi perdagangan yang masih ramai menguatkan gambaran bahwa pasar sedang berada dalam tahap penyesuaian, sementara indeks menunjukkan koreksi pada level yang terpantau.