Bisnis & Ekonomi

IHSG Tutup Naik 1% di 6.093 pada Jumat (9/10), Juara Empat Bursa Asia

×

IHSG Tutup Naik 1% di 6.093 pada Jumat (9/10), Juara Empat Bursa Asia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Penyebab IHSG Ditutup Menguat 1%, Jadi yang Terbaik di Bursa Asia - Market

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (9/10/2026) dengan penguatan kuat, menguat 1,04% ke level 6.093,75. Kenaikan ini sekaligus mengantarkan IHSG menjadi urutan teratas dan juara empat di Bursa Saham Asia.

Sepanjang sesi, IHSG sempat bergerak menuju puncak harian di 6.100,57 pada siang hari. Momentum positif tersebut berlanjut hingga akhir perdagangan, sehingga posisi penutupan berada di zona hijau.

Di sisi lain, level terendah IHSG selama hari itu tercatat di 5.995,82. Selisih antara titik tertinggi dan terendah menunjukkan pergerakan yang dinamis, namun tetap berakhir dengan kenaikan bersih.

Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (9/10/2026), pencapaian tersebut membuat IHSG tercatat sebagai yang terbaik keempat di kawasan Asia. IHSG disebut bergerak lebih dominan dibanding beberapa indeks regional yang juga ditutup menguat.

IHSG pada sesi II mencatat aktivitas perdagangan yang cukup ramai. Volume transaksi tercatat mencapai 38,38 miliar saham, dengan nilai jual–beli sebesar Rp9,95 triliun.

Frekuensi transaksi juga terukur jelas, yakni 1,42 juta kali. Angka ini mengindikasikan adanya keterlibatan pelaku pasar yang relatif luas selama proses pembentukan harga hingga penutupan.

Dari komposisi pergerakan saham, sebanyak 381 saham mengalami penguatan terbaiknya. Sebaliknya, 238 saham masih melemah pada sesi tersebut.

Sementara itu, terdapat 172 saham yang tidak bergerak. Dengan demikian, mayoritas saham di pasar menunjukkan respons positif, menguat seiring IHSG yang ditutup menguat di akhir hari.

Dalam daftar perbandingan bursa Asia, IHSG disebut sejajar dengan Hang Seng (Hong Kong), PSEi (Filipina), dan SENSEX (India). Di saat yang sama, indeks lain seperti KLCI (Malaysia), SETI (Thailand), TOPIX (Jepang), Shenzhen Comp. (China), CSI 300 (China), dan Shanghai Comp. (China) juga ditutup menguat.

Namun, perbedaan utama terletak pada besaran kinerja dan posisi IHSG dalam urutan perbandingan tersebut. Dengan kenaikan 1,04% dan posisi penutupan di 6.093,75, IHSG menegaskan bahwa kekuatan beli mampu menjaga arah tren hingga akhir sesi.

Secara keseluruhan, penutupan Jumat (9/10/2026) menampilkan kombinasi kenaikan indeks, rentang pergerakan yang tetap terkendali, serta aktivitas transaksi yang tinggi. Pencapaian ini turut memperkuat posisi IHSG di lanskap pasar saham Asia untuk hari tersebut.

Kenaikan IHSG yang berakhir di 6.093,75 juga memperlihatkan bahwa dorongan beli tidak berhenti pada fase awal. Setelah sempat mendekati level puncak harian di 6.100,57, arah gerak tetap terjaga hingga penutupan, sehingga posisi akhir ikut mengunci persepsi pasar bahwa penguatan berlangsung konsisten.

Di saat yang sama, terdapat fase koreksi yang tetap terkendali. Sepanjang perdagangan, IHSG sempat berada pada level terendah 5.995,82. Namun, pergerakan dari titik rendah menuju akhir sesi yang menguat mengindikasikan adanya upaya pemulihan harga yang cukup cepat dan respons yang tidak didominasi kepanikan.

Dari sisi aktivitas, pasar menunjukkan karakter yang cukup hidup. Volume transaksi yang mencapai 38,38 miliar saham dengan nilai jual–beli Rp9,95 triliun menggambarkan adanya pertukaran yang besar, sementara frekuensi transaksi 1,42 juta kali menandakan keterlibatan pelaku pasar yang tersebar, bukan hanya terkonsentrasi pada transaksi bernilai besar.

Komposisi pergerakan saham ikut menegaskan arah positif. Sebanyak 381 saham mengalami penguatan terbaiknya, sementara 238 saham masih melemah pada sesi tersebut. Adapun 172 saham lainnya tidak bergerak, sehingga mayoritas emiten yang diperdagangkan memberikan respons sejalan dengan penguatan indeks di akhir hari.

Dalam konteks perbandingan bursa Asia, IHSG juga menonjol karena bukan hanya ditutup menguat, tetapi tercatat sebagai salah satu yang paling kuat di kawasan. Bloomberg menyebut capaian itu membuat IHSG berada di urutan terbaik keempat di antara indeks regional pada Jumat (9/10/2026), dengan beberapa indeks lain juga berakhir positif.

Secara keseluruhan, gambaran perdagangan mencakup tiga unsur yang saling melengkapi: penguatan indeks sebesar 1,04%, rentang pergerakan yang menunjukkan dinamika namun tetap berujung pada kenaikan bersih, serta aktivitas transaksi yang tinggi. Kombinasi tersebut memperkuat posisi IHSG pada lanskap pasar saham Asia untuk hari yang dimaksud.