Bisnis & Ekonomi

Menkop Ferry Juliantono Singgung Pengambilalihan Ulang BBKP, Kookmin Bank Pegang 67% Saham

×

Menkop Ferry Juliantono Singgung Pengambilalihan Ulang BBKP, Kookmin Bank Pegang 67% Saham

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kisah BBKP yang Disebut Menkop Akan Diambilalih Koperasi Lagi - Market

jurnalistik.co.id – Bloomberg Technoz, Jakarta—Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyinggung rencana pengambilalihan kembali PT KB Bank Tbk (BBKP) yang saat ini dikendalikan oleh Kookmin Bank. Dalam agenda Pra Kongres Nasional Syarikat Islam, Ferry menyebut proses pengambilalihan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.

BBKP menjadi sorotan karena langkah strategis yang disebut Ferry berkaitan dengan struktur kepemilikan bank tersebut. Keterkaitan keputusan di tingkat koperasi juga disebut menjadi bagian dari dinamika penguasaan perseroan selama periode terakhir.

Pihak yang kini memegang kendali atas BBKP adalah Kookmin Bank. Berdasarkan informasi yang menyertai pemberitaan, Kookmin Bank memiliki 67% saham BBKP.

Rencana pengambilalihan kembali ini disampaikan Ferry dalam konteks diskusi yang diadakan beberapa waktu lalu. Pernyataan tersebut menempatkan wacana restrukturisasi penguasaan BBKP sebagai isu yang diperkirakan segera bergulir.

Untuk memahami latar rencana tersebut, BBKP memiliki jejak sejarah panjang dalam industri perbankan. Perusahaan berdiri pada 10 Juli 1970 dengan nama Bank Umum Koperasi Indonesia.

Setelah tahap pendirian, BBKP memulai kegiatan komersialnya sebagai bank umum pada 16 Maret 1971. Tahapan perjalanan perusahaan itu menjadi salah satu pijakan utama dalam riwayat kelembagaan perbankan berbasis koperasi.

Dalam struktur historisnya, induk koperasi menempati posisi penting sebagai bagian dari pendirian BBKP. Dokumen resmi menyebut adanya keterlibatan KUD sebagai salah satu pendiri bersama sejumlah induk koperasi lain.

Di antara induk koperasi yang disebut turut membangun BBKP adalah Kopelindo (Bulog) dan Inkopad (Angkatan Darat). Kombinasi kepengurusan dari berbagai induk koperasi tersebut menjadi ciri awal terbentuknya bank yang berbasis ekosistem koperasi.

Kontrol kepemilikan BBKP yang kini berada di bawah Kookmin Bank disebut merupakan kelanjutan dari kondisi yang pernah dialami entitas bisnis tersebut. Pemberitaan mengaitkan perubahan kendali dengan kesulitan likuiditas yang sempat melanda perusahaan.

Kesulitan likuiditas tersebut kemudian berujung pada pergeseran penguasaan. Ketika likuiditas menjadi tantangan, struktur pemegang saham dan arah kendali perusahaan dapat berubah sesuai dinamika penanganan yang ditempuh.

Dengan latar itulah, penyebutan rencana pengambilalihan kembali oleh Ferry memiliki makna sebagai penanda tahapan berikutnya dalam pembahasan penguasaan BBKP. Pernyataan Ferry tidak menyebut detail teknis pada bagian yang dipaparkan, namun menekankan bahwa langkah pengambilalihan dijadwalkan terjadi dalam waktu dekat.

BBKP, sebagai entitas yang memiliki akar sejak 1970, menempuh perjalanan panjang dari pendirian hingga beroperasi secara komersial pada awal dekade 1970-an. Sejak awal, bank ini juga diposisikan sebagai institusi yang tumbuh dalam ekosistem koperasi melalui keterlibatan induk-induk KUD dan induk koperasi lain.

Di masa kini, ketika kepemilikan mayoritas ada pada Kookmin Bank, wacana pengambilalihan kembali menunjukkan bahwa isu penguasaan bank masih terus menjadi perhatian. Fokusnya bukan hanya pada siapa pemegang saham, tetapi juga pada bagaimana arah kendali tersebut akan dibahas dan ditindaklanjuti.

Jika rencana pengambilalihan benar-benar masuk tahap pelaksanaan dalam waktu dekat, maka perubahan struktur penguasaan BBKP berpotensi menjadi salah satu penanda arah kebijakan yang terkait dengan sektor koperasi dan perbankan. Untuk saat ini, yang menjadi titik utama adalah pernyataan Ferry dalam agenda Pra Kongres Nasional Syarikat Islam serta status kepemilikan yang menyertai BBKP di tangan Kookmin Bank.

Dengan demikian, kombinasi antara jejak sejarah pendirian bank berbasis koperasi dan dinamika kepemilikan terkini membentuk gambaran lengkap atas isu yang disinggung Ferry. Rencana pengambilalihan kembali menjadi agenda yang perlu dicermati karena menempatkan BBKP pada fase transisi lanjutan dari sisi kendali perusahaan.