Bisnis & Ekonomi

Nasabah Kaya di RI Makin Tertarik Asuransi USD, Ini Alasannya

×

Nasabah Kaya di RI Makin Tertarik Asuransi USD, Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Orang Kaya RI Ramai-ramai Beralih ke Asuransi USD, Ini Penyebabnya

jurnalistik.co.id – Di tengah dinamika nilai tukar Rupiah, kalangan atas atau nasabah kaya disebut mengalami pergeseran minat pada produk asuransi berbasis valuta asing, terutama dolar Amerika Serikat (USD). Pergeseran ini tampak bukan sekadar sebagai respons sesaat, melainkan berkaitan dengan kebutuhan pengelolaan aset dan rencana keuangan jangka panjang.

Jakarta mencatat adanya kecenderungan tersebut, yang dinyatakan oleh Chief Financial Officer Prudential Indonesia, Adit Trivedi. Menurut keterangan yang dikutip Selasa, 13 Oktober 2026, premi dari produk asuransi berbasis USD di perusahaan itu telah menembus Rp3,8 triliun pada semester I-2026.

Angka tersebut menandai pertumbuhan sebesar 214% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Selain itu, kontribusi produk asuransi berbasis valas terhadap total keseluruhan premi Prudential ikut meningkat, yakni dari 18% menjadi 43%.

Dalam portofolionya, Prudential Indonesia mengoperasikan produk PRUFuture USD di kanal agency. Sementara itu, untuk kanal bancassurance, perusahaan menyiapkan produk PRUTreasure Dolar.

Kebutuhan nasabah affluent dan HNW turut mendorong permintaan

Adit menyebut bahwa kebutuhan nasabah terus berkembang, khususnya pada segmen affluent dan high-net-worth (HNW). Ia menekankan bahwa minat terhadap produk berbasis dolar muncul seiring meningkatnya pencarian solusi keuangan yang tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan, tetapi juga membantu menyusun strategi pengelolaan aset.

“Kami melihat kebutuhan nasabah terus berkembang, khususnya di segmen affluent dan high-net-worth (HNW). Selain perlindungan, semakin banyak nasabah yang mencari solusi untuk mendukung diversifikasi portofolio, pelestarian aset, dan perencanaan warisan bagi generasi berikutnya,” kata Adit.

Ia menjelaskan, ketertarikan pada solusi keuangan berbasis dolar AS terus meningkat karena perubahan pola hidup masyarakat menengah atas yang kian borderless. Perubahan itu, menurut Adit, tercermin dari cara pandang nasabah dalam merencanakan kebutuhan finansial, termasuk untuk skenario lintas negara dan horizon yang lebih panjang.

Tren tersebut disebut didorong oleh sejumlah aktivitas yang semakin sering ditemui pada kelompok tersebut. Mulai dari perencanaan pendidikan di luar negeri, eksposur ke bisnis internasional, kepemilikan aset lintas negara, hingga kebutuhan pelestarian aset jangka panjang. Dengan pola seperti itu, produk asuransi berbasis USD dinilai lebih selaras dengan cara nasabah membangun rencana keuangan mereka.

Industri asuransi jiwa tumbuh, polis dan premi ikut naik

Di sisi lain, industri asuransi jiwa juga menunjukkan peningkatan kinerja. Mengutip data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), total pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp94,75 triliun. Pada saat yang sama, jumlah polis tercatat bertumbuh 7,7% menjadi 22,44 juta polis.

Dari pertumbuhan bisnis baru, produk unitlink disebut mengalami kenaikan paling masif. Produk tersebut naik 34,5% year on year (yoy) menjadi Rp19,78 triliun. Sementara produk tradisional juga bertumbuh, yakni 14,2% yoy menjadi Rp37,97 triliun.

Dengan melihat perkembangan premi berbasis USD di Prudential dan pertumbuhan industri secara umum, pergeseran minat nasabah affluent dan HNW pada asuransi berbasis valas menggambarkan adanya kebutuhan yang semakin spesifik. Bagi perusahaan asuransi, tren ini sekaligus menjadi penanda bahwa strategi produk dan penawaran solusi keuangan perlu mengikuti dinamika perencanaan aset para nasabah.

Dalam penjelasan itu, terlihat bahwa minat pada instrumen berbasis dolar tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan cara nasabah menyusun tujuan keuangan: mulai dari kebutuhan perlindungan hingga orientasi pada diversifikasi, pelestarian nilai, dan perencanaan warisan. Pola pikir yang lebih menekankan horizon panjang juga membuat produk valuta asing terasa semakin relevan.

Kenaikan premi dan jumlah polis di seluruh industri asuransi jiwa menunjukkan bahwa permintaan terhadap solusi keuangan terus menguat. Ketika bisnis baru juga ikut bergerak, termasuk pertumbuhan pada produk unitlink dan produk tradisional, maka tren pada produk berbasis valas dapat dibaca sebagai bagian dari dinamika kebutuhan yang makin beragam—terutama pada segmen yang memiliki rencana aset lebih kompleks.

Bagi Prudential Indonesia, kondisi tersebut sejalan dengan strategi penawaran yang menyesuaikan kanal distribusi. Perluasan minat pada produk berbasis USD yang ditopang kebutuhan affluent dan HNW menjadi sinyal bahwa perusahaan perlu menjaga kesinambungan penawaran, sekaligus memastikan produk tetap selaras dengan perubahan cara nasabah merancang tujuan lintas waktu dan lintas skenario.