jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (6/10) dengan catatan positif, naik 1,21% dan ditutup di level 6.192,92. Kenaikan tersebut membawa IHSG berada dalam posisi terbaik kedua di Bursa Asia pada hari yang sama.
Sepanjang sesi, pergerakan IHSG juga menunjukkan daya tarik tersendiri. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.216,4 pada siang hari, sebelum akhirnya berakhir di area penutupan yang menguat.
Di sisi lain, IHSG mencatat penurunan terdalam di level 6.120,2. Rentang pergerakan ini menggambarkan dinamika perdagangan yang tetap terjaga, namun tetap bermuara pada penguatan ketika sesi berakhir.
Aktivitas perdagangan ikut menguat
Aktivitas di pasar modal tercatat cukup ramai. Volume transaksi berada di angka 48,22 miliar saham, dengan nilai jual–beli mencapai Rp12,35 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,87 juta kali, menandakan transaksi berjalan dalam intensitas yang tinggi.
Lebar pergerakan saham juga mendukung penguatan indeks. Sebanyak 489 saham mengalami kenaikan, sementara 183 saham masih mengalami pelemahan. Adapun 120 saham lainnya tidak mengalami perubahan pergerakan pada penutupan perdagangan.
Bersaing dengan indeks Asia
Dari perbandingan bursa kawasan, IHSG berada pada posisi teratas dan menjadi juara dua Bursa Asia, dengan KOSDAQ sebagai pembanding yang turut berada di kelompok terdepan. Dalam daftar perbandingan, IHSG disebut jauh lebih unggul dibanding sejumlah indeks lain seperti NIKKEI 225, Hang Seng, SENSEX, TOPIX, Straits Times, SET, Ho Chi Minh Stock, TAIEX, dan KLCI.
Berita Terkait
Di tengah kompetisi pergerakan regional tersebut, penguatan IHSG tetap menjadi sorotan karena berhasil mengunci kenaikan dari zona optimistis. Kinerja akhir perdagangan yang menguat, disertai tingginya volume dan nilai transaksi, turut memperkuat gambaran bahwa sentimen pelaku pasar cenderung positif pada sesi ini.
Dengan penutupan di 6.192,92 dan rentang pergerakan yang relatif terukur antara 6.120,2 hingga 6.216,4, IHSG menegaskan bahwa pasar mampu menjaga arah kenaikan hingga bel penutupan. Catatan itu sekaligus melengkapi posisi IHSG sebagai salah satu penampil terbaik di Asia pada hari Selasa (6/10).
Penguatan IHSG pada akhir sesi juga terlihat dari cara indeks menutup perdagangan di zona atas setelah sempat bergerak fluktuatif sepanjang hari. Pola ini menunjukkan bahwa pelaku pasar tidak hanya bereaksi di tengah volatilitas, tetapi juga mempertahankan arah positif hingga bel penutupan.
Meski indeks sempat berada pada level yang lebih rendah, sentimen yang mendorong kenaikan tetap mampu mengangkat kembali posisi indeks ke penutupan. Dengan demikian, pelemahan terdalam di angka 6.120,2 tidak mengubah kecenderungan penguatan yang akhirnya tercatat pada penutupan di 6.192,92.
Komposisi pergerakan saham pada penutupan perdagangan turut menjadi penopang. Sebagian besar saham mencatat kenaikan, sementara jumlah saham yang melemah dan tidak berubah memberi gambaran bahwa tekanan jual tidak cukup dominan untuk menghentikan laju penguatan indeks.
Dari sisi aktivitas, angka volume transaksi dan nilai jual–beli yang besar mengindikasikan adanya minat yang kuat serta likuiditas yang terjaga. Frekuensi transaksi yang mencapai 1,87 juta kali juga memperlihatkan bahwa pergerakan berlangsung melalui banyak pergantian posisi, bukan hanya lonjakan sesaat.
Lebar pergerakan yang mendukung penguatan tersebut membuat indeks mampu bersaing dengan bursa-bursa kawasan. IHSG disebut berada pada posisi terbaik di Asia pada hari yang sama, sekaligus menjadi penanda bahwa arah pasar domestik sejalan dengan sentimen regional yang terlihat positif.
Dalam perbandingan dengan sejumlah indeks lain, IHSG menonjol karena mengamankan posisi di kelompok terdepan dibanding referensi seperti NIKKEI 225, Hang Seng, SENSEX, TOPIX, Straits Times, SET, Ho Chi Minh Stock, TAIEX, dan KLCI. Perbedaan performa ini turut memperkuat kesan bahwa penguatan bukan terjadi secara terpisah.
Secara keseluruhan, rentang pergerakan yang relatif terukur—dari 6.120,2 hingga 6.216,4—menguatkan narasi bahwa pasar tetap terarah. Dengan penutupan pada 6.192,92 dan kenaikan 1,21%, IHSG menegaskan konsistensi penguatan di tengah dinamika transaksi yang tinggi.












