Daerah

Sekda Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim Raih Juara Keempat ADLG Awards 2026

×

Sekda Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim Raih Juara Keempat ADLG Awards 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sekdaprov Gorontalo Raih Peringkat Keempat ADLG Awards 2026

jurnalistik.co.id – Dalam ajang Askompsi Digital Leadership Government (ADLG) Awards 2026, Pemerintah Provinsi Gorontalo meraih hasil melalui Sekretaris Daerah, Sofian Ibrahim.

Penghargaan itu diumumkan pada acara ADLG Awards 2026 yang digelar di Auditorium Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026).

Pada penilaian tersebut, Sofian Ibrahim memperoleh peringkat keempat, menempatkan Gorontalo pada posisi lima besar bersama provinsi lain.

“Alhamdulillah, Gorontalo mendapat peringkat keempat. Ini memberi dorongan kepada kita, pemerintah daerah, untuk senantiasa membangun digitalisasi pemerintahan,” ujar Sofian.

Sofian menilai capaian tersebut sebagai penguatan arah kerja pemerintahan digital. Menurutnya, penghargaan tidak berhenti pada pengumuman peringkat, melainkan menjadi dorongan untuk mempercepat perbaikan layanan digital secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan, ADLG Awards turut menyoroti peran Sekretaris Daerah dalam mendorong perubahan menuju tata kelola pemerintahan digital. Evaluasi juga diarahkan pada kesiapan sumber daya manusia (SDM), pengelolaan data, serta jaminan keamanan dan kelancaran proses saat kebijakan digital diterapkan.

Dalam persaingan ADLG Awards 2026, Sofian bersaing dengan empat Sekretaris Daerah provinsi lainnya yang masuk nominasi lima besar.

Penilaian yang dilakukan, lanjut Sofian, mengukur kepemimpinan Sekda tidak hanya dari sisi visi, tetapi juga dari kemampuan mendorong praktik digital yang berjalan dalam tata kelola pemerintahan.

Bagi Sofian, penguatan SDM menjadi fondasi penting transformasi digital. Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas internal dibutuhkan agar digitalisasi bisa dijalankan secara konsisten dalam rutinitas layanan.

Pengelolaan data juga menjadi pusat perhatian. Data yang tertata dinilai memengaruhi kualitas informasi yang dipakai untuk membaca kondisi daerah sekaligus menentukan prioritas program.

“Data yang berkualitas akan sangat bermanfaat dalam pengambilan keputusan yang tepat dalam membangun daerah, mengatasi persoalan, serta menyusun program dan kegiatan,” katanya.

Ia menambahkan, data yang andal membantu pemerintah menyusun langkah kerja karena informasi dapat dipakai untuk mengarahkan program, termasuk ketika daerah perlu menyelesaikan persoalan yang dihadapi.

Secara umum, Sofian memandang kualitas data membuat pemerintah lebih siap merespons isu daerah melalui keputusan yang lebih tepat.

Di sisi lain, ia menilai proses kerja digital perlu terus disempurnakan agar alur layanan dan tata kelola digital berjalan efektif sekaligus tetap selaras dengan kebutuhan pemerintahan.

Dalam penilaian, jaminan keamanan data disebut menjadi elemen kunci. Sofian memandang keamanan diperlukan agar pemrosesan informasi berlangsung aman serta kelancaran proses tetap terjaga.

Sementara itu, hasil ini menjadi pengingat agar inovasi digital diiringi disiplin data dan prosedur sehingga berjalan stabil.

Sofian berharap apresiasi ADLG Awards dapat menjadi pemantik bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan digital pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, perbaikan itu perlu diteruskan agar transformasi digital menjadi bagian dari cara kerja pemerintahan sehari-hari.

Penghargaan ADLG Awards juga dipandang sebagai bentuk apresiasi Askompsi terhadap kepemimpinan Sekretaris Daerah dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pemerintahan.

Dalam penetapan peringkat ADLG Awards 2026, Sekda Provinsi Riau meraih peringkat pertama, disusul Lampung di peringkat kedua, Sulawesi Tengah di peringkat ketiga, Gorontalo di peringkat keempat, dan Sumatera Selatan di peringkat kelima.

Dengan hasil tersebut, Gorontalo diharapkan tetap menjaga standar kinerja digital di level pemerintahan provinsi. Langkah berikutnya diarahkan pada pemantapan kualitas data, peningkatan kapasitas SDM, penyempurnaan proses kerja, serta pemeliharaan keamanan data.

Menurut Sofian, rangkaian perbaikan ini diharapkan memastikan transformasi digital tidak berhenti sebagai program, melainkan terus tumbuh menjadi proses yang mendukung pengambilan keputusan.