Daerah

Selvi Ananda Rakabuming Perkenalkan Kue Karawo kepada SERUNI KMP di Pelatihan Purna PMI Gorontalo

×

Selvi Ananda Rakabuming Perkenalkan Kue Karawo kepada SERUNI KMP di Pelatihan Purna PMI Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kue Karawo Curi Perhatian Ibu-Ibu SERUNI KMP Saat Pelatihan Purna PMI

jurnalistik.co.id – Kue karawo, produk khas Gorontalo yang identik dengan motif karawo, mendapat perhatian besar saat rombongan Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (SERUNI KMP) meninjau pelatihan kewirausahaan bagi purna pekerja migran Indonesia (PMI) di Gedung Azlea, Kota Gorontalo, Selasa (13/10/2026).

Di lokasi kegiatan, Pembina SERUNI KMP Selvi Ananda Rakabuming hadir bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie dan Ketua TP-PKK Provinsi Gorontalo Nani Ismail Mokodongan. Rombongan kemudian berkeliling untuk melihat stan-stan peserta sekaligus mempelajari keterampilan yang dipraktikkan langsung selama pelatihan.

Dalam kunjungan yang berlangsung sekitar 25 menit, para tamu menyaksikan berbagai produk buatan peserta. Salah satu yang menarik perhatian adalah proses pembuatan kue karawo yang dihias dengan motif sulaman khas Gorontalo, sehingga tampak bagaimana elemen budaya lokal diterjemahkan menjadi sajian bernilai seni dan ekonomi.

Perkenalan motif karawo lewat kreasi kuliner

Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie turut memperkenalkan kue karawo kepada anggota SERUNI KMP. Ia menekankan bahwa kekayaan budaya Gorontalo tidak hanya hadir dalam kain karawo, melainkan juga dapat diwujudkan dalam bentuk kreasi kuliner.

“Ini namanya kue karawo, Ibu-Ibu. Jadi, bukan hanya kain yang menjadi kerajinan khas kebanggaan Gorontalo, tetapi sulaman itu juga ada pada kue,” ujar Idah saat menjelaskan kepada rombongan.

Penjelasan tersebut memperlihatkan keterkaitan antara tradisi sulaman karawo dan keterampilan membuat kue yang membutuhkan ketelitian. Idah juga menjabarkan bahwa pembuatan kue karawo menuntut kesabaran serta kemampuan teknis agar hiasan yang dihasilkan tampil rapi dan indah.

Lebih jauh, proses pembuatan kue menjadi contoh nyata bagaimana warisan budaya lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang bernilai ekonomi. Dengan pendekatan keterampilan seperti ini, pelatihan diharapkan ikut membuka peluang usaha bagi masyarakat, terutama keluarga purna PMI yang mengikuti rangkaian program.

“Karawo merupakan warisan budaya Gorontalo yang harus terus dilestarikan. Mudah-mudahan ibu – ibu SERUNI makin akrab dengan karawo,” tambah Idah dengan nada optimistis.

Dukungan modal dan pelatihan untuk keluarga purna PMI

Di sela kunjungan, keluarga purna PMI juga menerima bantuan modal usaha dan mengikuti pelatihan keterampilan. Rangkaian pendampingan itu mencakup pembuatan kue sebagai salah satu keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri.

Idah dan rombongan menyoroti bahwa dukungan tersebut diharapkan memperkuat kemandirian ekonomi keluarga purna PMI sekaligus mendorong munculnya usaha berbasis potensi lokal yang dekat dengan identitas Gorontalo.

Selvi Ananda Rakabuming bersama jajaran terkait menutup rangkaian kunjungan dengan ungkapan syukur atas kesempatan yang diberikan. “Saya dan ibu Ketua PKK bersyukur bisa menghabiskan waktu bersama Ibu Wapres dan Ibu-Ibu SERUNI KMP dalam berbagai kegiatan di Gorontalo. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi kita semua,” tutupnya.

Sepanjang peninjauan di Gedung Azlea, para peserta tidak hanya memperagakan hasil akhir, tetapi juga memperlihatkan cara kerja yang menuntut ketelitian. Kehadiran rombongan membuat suasana kegiatan terasa lebih personal, karena ketrampilan yang dilatihkan dapat dipahami langsung melalui praktik yang berlangsung selama sesi kunjungan.

Dalam kesempatan itu, rombongan juga menyoroti bahwa pendekatan pelatihan yang menggabungkan unsur budaya dan keterampilan praktis dapat menjadi rujukan usaha yang lebih mudah diterapkan. Kue karawo dipandang sebagai contoh nyata bagaimana motif sulaman dapat diwujudkan menjadi produk yang punya nilai jual, sekaligus memperkenalkan identitas Gorontalo kepada lebih banyak orang melalui media kuliner.

Rangkaian pendampingan yang diberikan kepada keluarga purna PMI disampaikan sebagai langkah untuk memperkuat kemandirian ekonomi melalui dukungan modal dan pembelajaran keterampilan. Dengan bekal yang didapat dari kegiatan ini, diharapkan keluarga purna PMI bisa mengolah potensi lokal menjadi peluang usaha yang berkelanjutan, sekaligus menjaga kesinambungan warisan budaya Gorontalo agar tetap hadir dalam aktivitas sehari-hari.