Daerah

Wagub Idah Syahidah Salurkan PMT untuk Cegah Stunting di Huangobotu

×

Wagub Idah Syahidah Salurkan PMT untuk Cegah Stunting di Huangobotu

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Wagub Idah Syahidah: Program PMT Strategi Pencegahan Tengkes

jurnalistik.co.id – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie menyalurkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk mendukung pencegahan stunting atau tengkes di Desa Huangobotu, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, pada Rabu (14/10/2026).

Kegiatan ini digelar oleh Pembina SERUNI KMP, Selvi Ananda Rakabuming, bersama Solidaritas Perempuan untuk Indonesia dalam Kabinet Merah Putih (SERUNI KMP). PMT diberikan bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di lokasi kegiatan.

Pelaksanaan program dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. Langkah itu kemudian mendapat apresiasi langsung dari Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie saat meninjau rangkaian pelayanan Posyandu dan CKG di desa tersebut.

Wagub Idah menjelaskan bahwa PMT merupakan bagian dari strategi untuk mengatasi sekaligus mencegah stunting di Provinsi Gorontalo. Menurutnya, pemberian PMT tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan makanan harian, tetapi juga diarahkan untuk memperbaiki status gizi anak dan membantu meningkatkan berat badan.

“PMT ini tidak sekadar bagi-bagi makanan, tetapi harus disertai dengan edukasi tentang cara pengolahan makanan sehat. Sehingga dengan demikian tujuan untuk meningkatkan status gizi dan berat badan anak bisa dicapai,” kata Idah.

Penekanan pada edukasi menjadi salah satu poin penting dalam pelaksanaan PMT. Dengan pendekatan tersebut, program diharapkan berdampak pada perubahan pola pengolahan makanan sehat, sehingga asupan yang diberikan bisa memberi hasil yang lebih terukur pada perkembangan gizi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, memaparkan pelaksanaan PMT di wilayah Kabila Bone. Menurut Anang, program tersebut diberikan kepada 31 anak dalam kurun waktu dua minggu, dengan pemantauan berat badan sebelum dan sesudah mendapatkan PMT.

Hasil pengamatan yang disampaikan Anang menunjukkan perkembangan yang beragam. Setelah dua minggu, 27 anak mengalami peningkatan berat badan, sementara dua anak lainnya turun.

Anang menambahkan adanya temuan pada salah satu anak yang sebelumnya memiliki status gizi kurang. “Satu anak dengan status gizi kurang mengalami kenaikan berat 0,3 kilogram selama dua minggu ini,” terang Anang.

Setelah rangkaian kunjungan Pembina SERUNI KMP Selvi Ananda Rakabuming di Kabila Bone, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo menyiapkan tindak lanjut untuk memperkuat layanan kesehatan di tingkat desa. Salah satunya adalah pengaktifan posyandu yang selama ini tidak melaksanakan kegiatan.

Pengaktifan Posyandu tersebut dimaksudkan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa berjalan lebih optimal. Termasuk di dalamnya penguatan program PMT untuk mencegah tengkes melalui layanan yang lebih teratur di desa.

“Kita akan aktifkan satu posyandu yang selama ini tidak melaksanakan kegiatan. Posyandu itu akan kita beri nama SERUNI sebagai kenang-kenangan kehadiran ibu-ibu SERUNI di Kabila Bone. Posyandu itu akan memanfaatkan rumah desa sehat yang sudah dibangun oleh pemerintah desa,” pungkas Anang.

Rencana pengaktifan posyandu sekaligus penamaan SERUNI menjadi bentuk kesinambungan dari kunjungan dan dukungan yang dilakukan dalam rangka program PMT. Langkah tersebut diharapkan memberi ruang layanan yang lebih dekat dengan warga, sekaligus memastikan program pencegahan stunting dapat dijalankan secara konsisten melalui fasilitas yang sudah tersedia di desa.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie menyaksikan langsung suasana pelayanan di desa, sekaligus memastikan bahwa program berjalan tidak hanya melalui penyaluran bantuan, tetapi juga melalui pendampingan yang terarah. PMT dipandang sebagai upaya terpadu agar perhatian terhadap pemenuhan gizi dapat sampai kepada kelompok yang membutuhkan, termasuk balita, ibu hamil, serta ibu menyusui.

Pelaksanaan PMT juga diiringi pemantauan perkembangan gizi melalui evaluasi berat badan sebelum dan sesudah pemberian selama periode program. Dari hasil yang disampaikan, mayoritas penerima mengalami peningkatan, sedangkan sebagian lainnya menunjukkan perubahan yang berbeda. Temuan semacam ini menjadi bahan untuk menegaskan pentingnya konsistensi layanan dan penguatan edukasi, sehingga setiap penerima dapat diarahkan pada kebiasaan pengolahan makanan sehat yang lebih baik.

Setelah rangkaian kegiatan, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo menyiapkan langkah lanjutan sebagai bentuk penguatan layanan kesehatan di tingkat desa. Pengaktifan posyandu yang sebelumnya tidak berjalan dimaksudkan agar layanan menjadi lebih teratur dan mudah dijangkau warga, sekaligus mempertegas keberlanjutan program pencegahan stunting dan tengkes melalui kegiatan yang lebih rutin. Penamaan Posyandu SERUNI serta pemanfaatan rumah desa sehat yang sudah tersedia di lokasi diharapkan mendorong agar layanan dapat berjalan berkelanjutan dari waktu ke waktu.