Hukum & Kriminal

Irjen Pol Nurworo Danang Resmi Menjabat Kapolda Gorontalo, Disambut Adat Mopotilolo

×

Irjen Pol Nurworo Danang Resmi Menjabat Kapolda Gorontalo, Disambut Adat Mopotilolo

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Resmi Jadi Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Nurworo Danang Disambut Adat Mopotilolo

jurnalistik.co.id – Irjen Pol Nurworo Danang resmi menjabat sebagai Kapolda Gorontalo setelah dilantik pada Selasa, 6 Oktober 2026. Usai acara pelantikan, ia kemudian disambut dalam prosesi adat yang berlangsung di Bandara lama Jalaludin Gorontalo.

Dalam penyambutan tersebut, Irjen Pol Nurworo Danang hadir bersama sang istri. Kedatangan kapolda baru juga mendapat perhatian dari sejumlah pejabat serta unsur pemerintah daerah yang hadir sebagai bentuk penyambutan resmi.

Prosesi penyambutan di bandara diikuti oleh Gubernur Gorontalo, Danrem 133/NWB, pejabat utama Polda Gorontalo, serta Kapolres Gorontalo. Hadir pula jajaran Forkopimda Gorontalo, baik secara langsung maupun diwakilkan sesuai ketentuan kehadiran.

Selain penyerahan penghormatan dan rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan ritual adat yang dikenal sebagai Mopotilolo. Menurut keterangan Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Marupa Sagala S.I.K., S.H., M.H., rangkaian ini memiliki makna khusus dalam tradisi penyambutan pejabat tinggi yang datang untuk pertama kali ke Gorontalo.

Makna adat Mopotilolo dalam penyambutan pejabat

Kombes Pol Marupa Sagala menjelaskan bahwa adat Mopotilolo merupakan rangkaian adat dalam rangka menyambut setiap pejabat tinggi negara yang baru pertama kali datang ke Provinsi Gorontalo. “Adat ini sebagai tanda memperoleh restu dari masyarakat dan bebas bertugas di Gorontalo,” ujarnya.

Penjelasan itu menegaskan bahwa prosesi bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari harapan masyarakat agar pejabat yang bertugas di Gorontalo dapat menjalankan amanah dengan baik. Dalam konteks tersebut, penyambutan dilakukan sebagai bentuk restu sekaligus doa untuk kelancaran pelaksanaan tugas di wilayah.

Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Gorontalo menyampaikan bahwa Jenderal bintang dua tersebut merupakan pertama kalinya datang ke Gorontalo sebagai pejabat negara. Karena itu, ia menyebut penyambutan harus dilakukan melalui adat yang sesuai dengan falsafah di negeri Serambi Madinah.

Uraian mengenai falsafah tersebut menunjukkan adanya keharmonisan antara proses administratif kepolisian dan penghormatan budaya setempat. Dengan pendekatan seperti itu, kegiatan penyambutan diupayakan tetap menghormati nilai-nilai lokal yang hidup di Gorontalo.

Setelah bagian utama penyambutan, prosesi kemudian berlanjut ke pengucapan petuah adat. Tahapan ini menjadi bagian dari rangkaian pesan yang disampaikan agar pejabat yang baru tiba memahami nilai, etika, serta arahan yang dianggap penting untuk menjalankan peran di daerah.

“Prosesi dilanjutkan dengan pengucapan petuah adat. Mopotilolo dan di akhiri dengan pembacaan doa untuk memohon keselamatan dan kesehatan kepada Kapolda Gorontalo yang baru bersama rombongan selama berada di Gorontalo,” imbuhnya. Dengan penutup doa tersebut, acara diarahkan pada permohonan agar seluruh rombongan memperoleh keselamatan dan kesehatan selama masa tugas berlangsung.

Rangkaian adat yang berakhir dengan doa memperlihatkan keselarasan antara tradisi penyambutan dan kebutuhan akan perlindungan, baik secara spiritual maupun dalam konteks keselamatan perjalanan dinas. Dalam situasi peralihan jabatan, elemen doa menjadi penanda bahwa kedatangan pejabat baru disambut dengan harapan terbaik dari masyarakat setempat.

Dalam prosesi yang berlangsung di Bandara lama Jalaludin Gorontalo, kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan kepolisian menggambarkan dukungan bagi kapolda yang baru. Kehadiran Gubernur Gorontalo, Danrem 133/NWB, pejabat utama Polda Gorontalo, serta Kapolres Gorontalo turut mempertegas sifat penyambutan yang bersifat kelembagaan.

Selain itu, keberadaan Forkopimda Gorontalo sebagai pihak yang juga turut menyimak rangkaian acara menunjukkan bahwa penerimaan jabatan di Gorontalo dilakukan dengan mekanisme yang menyatukan unsur formal dan kultural. Saat unsur-unsur tersebut hadir, prosesi adat Mopotilolo menjadi bagian dari wajah penyambutan yang mencerminkan identitas daerah.

Dengan demikian, pelantikan Irjen Pol Nurworo Danang sebagai Kapolda Gorontalo tidak berhenti pada serah-terima jabatan. Ia juga melewati rangkaian sambutan di bandara yang berakar pada adat Mopotilolo, lengkap dengan petuah adat serta doa keselamatan bagi dirinya dan rombongan.

Keberlanjutan tugas di Gorontalo diharapkan berjalan lancar sejak awal masa jabatan. Penyambutan yang memadukan restu masyarakat dan doa keselamatan menjadi penanda bahwa masyarakat menempatkan pejabat baru sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan pelayanan di wilayahnya.