Hukum & Kriminal

Layanan Presisi Dit Polairud Polda Gorontalo: Personel Dampingi Warga Pesisir

×

Layanan Presisi Dit Polairud Polda Gorontalo: Personel Dampingi Warga Pesisir

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Wujud Pelayanan Presisi, Personel Dit Polairud Polda Gorontalo Dampingi dan Bantu Aktivitas Warga Pesisir

jurnalistik.co.id – Kegiatan pelayanan presisi yang digelar Dit Polairud Polda Gorontalo kembali menyasar masyarakat pesisir melalui kehadiran langsung di lapangan. Pada Minggu (11/10/2026) pagi, sejumlah personel turun untuk mendampingi warga saat aktivitas perairan berlangsung.

Lokasi yang dipilih adalah kawasan Pesisir Pantai Leato, Kota Gorontalo. Dari kegiatan sambang desa hingga pendampingan aktivitas warga, misi yang dijalankan berfokus pada kedekatan dengan komunitas nelayan sekaligus dukungan nyata bagi kelancaran kerja mereka.

Dalam agenda rutin yang ditingkatkan dengan pendekatan KRYD, personel Polairud menyapa nelayan yang sedang bersiap melaut maupun yang baru kembali menepi. Interaksi tersebut tidak hanya menjadi bentuk kehadiran, tetapi juga ruang komunikasi untuk memahami kebutuhan di sekitar perairan.

Selain berbincang dengan warga, personel ikut terlibat membantu pekerjaan fisik yang menjadi bagian dari rutinitas nelayan. Bantuan dilakukan mulai dari melautkan perahu hingga pengangkutan hasil tangkapan ikan.

Personel juga memberikan dukungan pada perawatan alat tangkap tradisional yang digunakan warga. Langkah ini diharapkan membantu menjaga kesiapan perangkat tangkap agar kegiatan mencari ikan dapat berjalan lebih optimal.

Edukasi keselamatan berlayar

Pada kesempatan yang sama, Dit Polairud menyampaikan imbauan keselamatan berlayar (safety sailing) kepada masyarakat. Materi yang ditekankan mencakup penggunaan life jacket atau jaket pelampung saat berada di laut.

Personel turut mengingatkan pentingnya pemeriksaan kondisi mesin perahu sebelum bertolak. Pemantauan awal diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan teknis yang dapat berdampak pada kelancaran perjalanan.

Warga juga diarahkan untuk selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG sebelum melakukan aktivitas melaut. Imbauan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kewaspadaan agar nelayan dapat menyesuaikan rencana kerja dengan kondisi cuaca.

Direktur Dit Polairud Polda Gorontalo menegaskan bahwa hadirnya anggota di tengah masyarakat pesisir merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan emosional. Kehadiran tersebut sekaligus ditujukan untuk menjaga situasi Kamtibmas perairan agar tetap aman dan kondusif.

Hal itu disampaikan melalui pernyataan berikut: “Masyarakat pesisir dan nelayan adalah mitra utama kami di laut. Kehadiran personel di lapangan bukan sekadar melakukan patroli keamanan, tetapi juga hadir membantu meringankan beban pekerjaan warga serta memastikan keselamatan mereka saat beraktivitas di laut,” ujarnya.

Dengan pola pendampingan seperti ini, komunikasi antara kepolisian dan komunitas nelayan diharapkan tumbuh lebih kuat. Di sisi lain, edukasi keselamatan yang disampaikan secara langsung dapat lebih mudah diterima karena selaras dengan kebutuhan keseharian warga.

Apresiasi disampaikan oleh masyarakat serta tokoh nelayan setempat atas kepedulian yang ditunjukkan jajaran Polairud. Menurut mereka, bantuan dan edukasi yang diberikan secara konsisten dinilai bermanfaat bagi keamanan sekaligus kelancaran pencaharian warga pesisir.

Melalui kegiatan tersebut, Dit Polairud Polda Gorontalo berharap hubungan harmonis dan kolaborasi antara Kepolisian dengan masyarakat pesisir semakin kokoh. Pada akhirnya, upaya ini diarahkan untuk menciptakan kondusivitas wilayah perairan Gorontalo agar aktivitas warga dapat berjalan dengan lebih aman dan tertib.

Pendampingan di Pantai Leato pada pagi itu menjadi contoh bentuk pelayanan yang tidak berhenti pada aspek pengawasan. Kehadiran personel yang membantu pekerjaan warga serta menguatkan aspek keselamatan berlayar mempertegas komitmen pelayanan presisi di kawasan pesisir.

Dalam proses pendampingan tersebut, personel juga menekankan agar jaket pelampung tidak hanya disiapkan, tetapi benar-benar digunakan ketika berada di perairan. Arahan singkat diberikan agar warga paham fungsi perlindungan diri saat aktivitas berlangsung, sekaligus membiasakan langkah preventif sebelum berangkat.

Di sela interaksi, personel mengajak warga menerapkan kebiasaan pengecekan awal sebelum bertolak. Selain mesin, perhatian diarahkan pada kesiapan perlengkapan keselamatan dan kesiapan rencana keberangkatan agar pekerjaan melaut bisa berjalan sesuai rute dan tetap terukur sesuai kondisi di lapangan.

Melalui rangkaian pendampingan dan edukasi yang dilakukan langsung, masyarakat diharapkan mendapat penguatan yang mudah dipraktikkan dalam aktivitas hariannya. Respons positif yang muncul menjadi tanda bahwa kolaborasi di kawasan pesisir dapat terus dibina, sehingga upaya menjaga keamanan perairan serta kelancaran pencaharian semakin konsisten.