Internasional

7 Langkah Strategi NATO untuk Menghadang Invasi Rusia, SACEUR: Upaya Putin Akan Berujung Sia-sia

×

7 Langkah Strategi NATO untuk Menghadang Invasi Rusia, SACEUR: Upaya Putin Akan Berujung Sia-sia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 7 Strategi NATO Tangkal Invasi Rusia, SACEUR: Semua Langkah Putin Akan Sia-sia

jurnalistik.co.id – LONDON — Komandan Tertinggi Sekutu NATO untuk Eropa (SACEUR), Alexus Grynkewich, memperkenalkan strategi pertahanan baru yang ditujukan agar setiap serangan terhadap anggota aliansi benar-benar menjadi “benar-benar sia-sia”.

Pernyataan itu disampaikan di tengah situasi yang dinilai semakin menantang, terutama bagi negara-negara di sayap timur NATO yang disebut menghadapi sabotase, pembakaran sengaja, serta intrusi pesawat nirawak.

Grynkewich menegaskan, rancangan tersebut dirancang untuk memastikan musuh tidak memperoleh keuntungan dari eskalasi, termasuk melalui kesiapan tempur yang berlapis dan disiplin latihan yang berkelanjutan.

Strategi yang dipaparkan Grynkewich dikenal sebagai “Teori Perang”, dan ia menguraikannya dalam Forum Keamanan Warsawa. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa pendekatan NATO berangkat dari maksud untuk mencegah pihak lawan menembus wilayah aliansi.

“Jika diserang, kami siap bertempur malam ini juga,” ujar Grynkewich di hadapan hadirin yang menyambutnya dengan tepuk tangan meriah.

Ia melanjutkan, “Kami akan terus bersiap dan berlatih setiap hari, sehingga kami akan lebih siap besok, dan bahkan lebih siap lagi pada hari berikutnya,” sebagai penekanan atas pola kesiapsiagaan yang tidak berhenti pada satu waktu tertentu.

Grynkewich juga menyebut tujuan komunikasi strategi ini untuk meyakinkan sekitar satu miliar orang yang berada di bawah payung keamanan NATO. Menurutnya, NATO juga ingin mengirim sinyal tegas kepada musuh—seperti Rusia—bahwa aliansi siap merespons invasi.

Ia menambahkan bahwa rencana itu berfokus pada upaya mengganggu kemampuan pihak lawan sejak awal, termasuk dari sisi dukungan logistik. “Formasi musuh akan diputus dari pasokan bantuan. Komandan musuh tidak akan mampu mengendalikan pasukan mereka. Pasukan dan kemampuan pendukung musuh akan dikurangi dan dihancurkan,” kata Grynkewich.

Dengan kata lain, aliansi mendorong agar setiap serangan menghadapi mekanisme yang membuat rencana musuh kehilangan daya guna. “Singkatnya, kami akan memastikan serangan apa pun, terhadap sekutu mana pun, terbukti benar-benar sia-sia,” ujarnya.

Gabungan kekuatan konvensional dan teknologi canggih

Grynkewich menyatakan rencana tersebut didukung oleh seluruh 32 anggota NATO. Dalam kerangka itu, kemampuan militer konvensional—termasuk pasukan darat dan perangkat keras militer—digabung dengan teknologi modern.

Komponen teknologi yang disebut mencakup pesawat nirawak, sistem penangkal pesawat nirawak, serta kecerdasan buatan. Ia juga menekankan bahwa strategi ini menyerap pelajaran dari peperangan modern, terutama pertempuran di darat dan di udara yang terjadi di atas Ukraina.

Dalam forum tersebut, Grynkewich mengatakan, “Kami belajar banyak dari mitra-mitra Ukraina,” sebagai rujukan atas pengalaman yang diambil dari dinamika konflik terkini.

Tiga prinsip: menghalangi, melemahkan, melumpuhkan

Strategi ini bertumpu pada tiga prinsip yang disebut Grynkewich sebagai pendekatan sederhana namun krusial. Ketiga prinsip itu adalah “menghalangi”, “melemahkan”, dan “melumpuhkan”.

Menurut Grynkewich, NATO akan mengawali dengan “menghalangi serangan awal”, lalu bergerak untuk “melemahkannya dan mencegah setiap upaya kemajuan pasukan musuh”.

Jika situasi berkembang, Grynkewich menegaskan adanya tahapan berikutnya yang ditujukan untuk “melumpuhkan kekuatan musuh serta sistem operasional tempur yang dikerahkan untuk melawan kami”.

Ia menekankan bahwa tahapan pertama berfokus pada upaya menghentikan pasukan musuh agar tidak merebut wilayah aliansi. Dengan demikian, tujuan awalnya adalah membuat laju serangan tidak berkembang menjadi keuntungan strategis bagi pihak lawan.

Dalam kerangka itu, pesan yang ingin dibawa Grynkewich adalah adanya kesiapan dan respons yang konsisten, dari persiapan hingga pembatasan kemampuan musuh dalam mengendalikan operasi. NATO, melalui strategi ini, ingin menunjukkan bahwa eskalasi yang dilakukan pihak lawan tidak berujung pada keberhasilan.