Internasional

Saudi Kembali Hujani Rudal & Drone, Bandara Riyadh Masih Lumpuh

×

Saudi Kembali Hujani Rudal & Drone, Bandara Riyadh Masih Lumpuh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Update! Saudi Masih Hujan Rudal & Drone, Bandara Riyadh Masih Lumpuh

jurnalistik.co.id – RIYADH, Arab Saudi — Arab Saudi kembali menghadapi ancaman serangan rudal dan drone yang dikaitkan dengan konflik di Yaman, sementara operasi penerbangan di Bandara Internasional King Khalid masih lumpuh.

Laporan Reuters pada Selasa (13/10/2026) menyebut koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman melaporkan adanya rudal serta drone yang mengarah ke wilayah mereka pada Senin (12/10/2026), di tengah eskalasi dengan kelompok Houthi.

Serangan terbaru ini terjadi setelah Houthi mengklaim serangan rudal terhadap terminal keberangkatan bandara Riyadh pada Sabtu. Sejak pekan lalu, kelompok tersebut juga melancarkan serangan ke bandara serta fasilitas minyak Arab Saudi, termasuk insiden terbaru pada Minggu.

Dalam dampaknya, sebagian wilayah udara Arab Saudi dilaporkan ditutup sehingga mengganggu operasional penerbangan di ibu kota. Di tengah situasi tersebut, langit Riyadh disebut relatif sepi saat konferensi energi besar berlangsung di kota itu.

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi, melalui pernyataan Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA), mengumumkan perpanjangan penangguhan operasional Bandara Internasional King Khalid. Perpanjangan ini dinilai diperlukan untuk menyelesaikan prosedur guna memverifikasi keselamatan fasilitas dan kesiapan operasional.

GACA tidak menyebut secara spesifik kapan bandara akan kembali beroperasi. Namun, seorang sumber senior di bidang penerbangan yang mengawasi penerbangan ke wilayah Teluk untuk sebuah maskapai mengatakan penangguhan akan berlangsung minimal hingga hari Kamis.

Sumber yang sama menambahkan, tidak ada penerbangan hingga akhir pekan. Ia juga menyebut Terminal 3 dan 4 mengalami kerusakan, termasuk peralatan radar dan komunikasi bandara, sementara kondisi landasan pacu belum diperiksa.

Kondisi ini menambah tekanan bagi pemerintah Arab Saudi yang kembali berhadapan dengan dinamika perang saudara di Yaman. Riyadh berupaya menahan Houthi dari kawasan strategis Selat Bab el-Mandeb, jalur penting pelayaran dan perdagangan energi, sekaligus mencegah kelompok itu memperluas pengaruh setelah kemajuan militer pada September.

Sementara itu, sumber militer Yaman mengatakan pasukan yang didukung Arab Saudi memperoleh kemajuan di sekitar Bab el-Mandeb. Meski demikian, upaya penekanan Houthi diperkirakan tetap membutuhkan waktu karena masih menghadapi kesulitan di sejumlah front lain.

Upaya mediasi dan eskalasi serangan udara

Di tengah situasi yang memanas, Iran menyatakan kesiapan menjadi mediator antara Houthi dan Arab Saudi. Teheran sendiri dikenal sebagai sekutu kelompok Houthi, dan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pada Senin bahwa mereka berulang kali menyatakan siap membantu memfasilitasi dialog antara kedua pihak.

Di sisi lain, serangan udara Arab Saudi terhadap Houthi dilaporkan semakin intensif. Televisi Yaman menyebut serangan menghantam Provinsi Al-Jawf pada Senin, sementara Houthi belum menunjukkan tanda menghentikan serangan terhadap infrastruktur Arab Saudi.

Kelompok tersebut berulang kali mengancam menargetkan bandara, wilayah udara, serta fasilitas minyak yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian kerajaan. Ancaman itu muncul seiring berlanjutnya operasi militer dari kedua sisi dalam konflik regional.

UEA mendorong pertahanan bersama kawasan

Eskalasi yang melibatkan Arab Saudi turut memicu seruan agar negara-negara Teluk memperkuat koordinasi keamanan dan pertahanan. Uni Emirat Arab (UEA) pada Senin menyerukan pengaktifan kembali aksi bersama di bidang keamanan dan pertahanan.

Penasihat Presiden UEA Anwar Gargash mengatakan serangan terhadap Arab Saudi juga mengancam keamanan seluruh negara Teluk. Ia menilai pengabaian terhadap keamanan kolektif kawasan membuat pihak lain semakin berani melakukan tindakan yang melampaui batas terhadap negara-negara regional.

Arab Saudi dan UEA sebelumnya tercatat sebagai mitra dalam konflik Yaman selama bertahun-tahun. Namun, keduanya mendukung kelompok berbeda di dalam koalisi militer yang membantu pemerintah Yaman, sehingga hubungan keduanya mengalami keretakan pada musim dingin tahun sebelumnya.

Di saat yang sama, Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman menegaskan kerajaan tetap menempatkan fokus pada upaya menarik investasi untuk mendukung agenda pembangunan ekonomi meski menghadapi ancaman keamanan. Ia menyatakan, pengembangan sistem energi dan kemampuan industri akan terus berjalan, dalam konferensi pada Senin.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan pada Sabtu bahwa Washington sedang mempertimbangkan kemungkinan bergabung dengan Arab Saudi dalam serangan terhadap Houthi. Namun, hingga Senin belum terlihat tanda-tanda adanya aksi militer dari AS.

Dampak ke penerbangan internasional

Perkembangan keamanan tersebut juga berdampak pada layanan penerbangan. Administrasi Penerbangan Federal (FAA) memberi peringatan kepada maskapai Amerika agar berhati-hati terbang di dalam atau sekitar Arab Saudi, karena risiko keselamatan penerbangan terkait aktivitas militer yang sedang berlangsung serta sistem navigasi.

FAA menyebut peringatan itu berlaku hingga 10 Desember. Di bawah bayang-bayang ketidakpastian tersebut, Delta Air Lines menunda peluncuran penerbangan langsung antara Atlanta dan Riyadh hingga Maret, yang sebelumnya direncanakan mulai 23 Oktober.

CEO Delta Ed Bastian menyatakan kekecewaan atas kabar pada pekan itu, sekaligus menekankan keputusan akhir akan ditentukan oleh faktor keselamatan. Sementara itu, maskapai nasional UEA, Etihad Airways, membatalkan seluruh penerbangan dari dan menuju Riyadh hingga pekan depan, termasuk penangguhan rute ke Dammam dan Jeddah.

Maskapai nasional Bahrain, Gulf Air, juga menyatakan pembatalan seluruh penerbangan ke Riyadh hingga hari Sabtu. Adapun seorang pejabat senior Riyadh Metro mengatakan kepada AFP bahwa otoritas menangguhkan layanan transportasi menuju tiga stasiun yang melayani bandara.