jurnalistik.co.id – MEDAN — Pemadaman listrik serentak melanda seluruh Kota Medan pada Jumat (22/5/2026) pukul 18.44 WIB. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 21.36 WIB, aliran listrik di sejumlah ruas jalan protokol mulai menyala bertahap dan langsung disambut lega oleh warga yang sudah lama menunggu keadaan normal kembali.
Dari pantauan di lapangan, titik yang lebih dulu kembali terang berada di sebagian Jalan Katamso, tepatnya di kawasan dekat Istana Maimun. Saat lampu kembali menyala, suasana di sebuah rumah makan yang dipadati warga mendadak riuh. Orang-orang yang sejak awal gelisah karena blackout itu serentak berteriak, “Hore…”.
Tak lama setelah itu, jalur lain yang ikut menyala adalah kawasan sekitar Jalan Juanda. Meski demikian, pada pukul 23.15 WIB masih ada banyak jalan protokol yang tetap padam. Kondisi gelap itu masih terlihat di Jalan SM Raja, Amaliun, Sudirman, S Parman, Letjend Soeprapto, Imam Bonjol, STM, Jalan Zainul Arifin, Jalan Halat, dan beberapa ruas protokol lain di Kota Medan.
Padamnya listrik membuat warga bergerak mencari tempat yang masih memiliki penerangan dan sumber daya cadangan. Sejumlah orang memilih keluar rumah untuk mendatangi kafe atau lokasi yang memakai genset agar tetap bisa beraktivitas meski kota masih gelap. Situasi itu membuat beberapa tempat makan dan minum mendadak dipenuhi pengunjung.
Di Cafe Sultan yang berada di Jalan Amaliun, seluruh kursi terisi penuh. Warga yang datang belakangan terpaksa gigit jari karena tidak kebagian tempat duduk dan akhirnya harus memutar arah untuk mencari lokasi lain. Di tengah kondisi serba terbatas itu, tempat-tempat yang masih terang menjadi pilihan utama masyarakat untuk sekadar duduk, menunggu, atau mengisi daya telepon genggam.
Ada pula warga yang memilih nongkrong di kawasan wisata dekat Masjid Raya Medan. Meski harga jajanan kuliner pinggir jalan di lokasi itu dianggap lebih mahal dibandingkan tempat lain, mereka tetap membelinya karena yang dicari bukan hanya makanan atau minuman, melainkan juga penerangan dan kesempatan untuk tetap terhubung melalui perangkat yang bisa diisi dayanya.
“Ya di tempat lain ramai kali, ujung-ujungnya ke sini, terpaksalah, harga Capuccino di sini Rp 15.000, biasa Rp 10.000 tempat lain, walaupun harganya mahal ya wajarlah, namanya kondisinya kayak gini,” ujar Udin (26).
Sebelumnya diberitakan, listrik seluruh wilayah Kota Medan, Sumatera Utara, padam total pada Jumat (22/5/2026) pukul 18.44 WIB. Hingga saat itu, penyebabnya masih diselidiki. Pada pukul 19.45 WIB, pemadaman itu membuat jalanan di Kota Medan gelap dan hanya bercahaya dari lampu kendaraan serta rumah atau tempat usaha yang mengandalkan genset.
Manager Komunikasi Unit Induk Distribusi Sumatera Utara, Darma Saputra, membenarkan adanya pemadaman tersebut. Ia mengatakan penyebab pasti gangguan masih dalam proses penyelidikan.
“PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Utara saat ini tengah melakukan pemeriksaan atas gangguan sistem kelistrikan yang terjadi di wilayah Sumatera Utara,” ujar Darma dalam keterangan tertulisnya.
Darma juga menyampaikan bahwa tim teknis PLN telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh pada sistem dan jaringan kelistrikan. Pemeriksaan itu dilakukan sekaligus untuk menelusuri penyebab gangguan yang membuat aliran listrik padam di Kota Medan dan sekitarnya.
“PLN mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Informasi perkembangan penanganan gangguan akan disampaikan secara berkala melalui aplikasi PLN Mobile dan layanan contact center PLN 123,” ujarnya.
Hingga listrik mulai menyala bertahap, warga masih harus menyesuaikan diri dengan situasi yang belum sepenuhnya pulih. Sebagian jalan memang sudah terang, tetapi sejumlah kawasan lain tetap gelap dan membuat aktivitas malam itu berjalan jauh lebih lambat dari biasanya.








