jurnalistik.co.id – Pusat kuliner di pinggir Jalan HR Soebrantas, Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru, Riau, mendadak padat merayap pada Jumat (22/5/2026) malam. Keramaian itu bukan karena warga sengaja berburu makanan, melainkan karena banyak orang keluar rumah untuk mencari tempat terang setelah listrik padam.
Di lokasi itu, sejumlah warga tampak membeli makanan sambil menunggu suasana di rumah mereka kembali normal. Situasi tersebut terjadi setelah listrik padam selama tiga jam, sehingga banyak warga memilih keluar sambil mencari penerangan.
Salah satunya adalah Yuniarti (35), warga Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Ia datang ke Pekanbaru bersama dua orang anaknya untuk membeli makanan sekaligus menghindari suasana gelap di rumah.
“Ya, kami keluar karena mati lampu,” kata Yuniarti saat ditemui Kompas.com.
Ia menjelaskan, listrik di rumahnya padam sekitar pukul 18.30 WIB. Setelah lebih dari satu jam berada dalam keadaan gelap-gelapan, aliran listrik belum juga kembali menyala. Kondisi itu membuatnya jenuh dan memilih pergi keluar.
“Bosan gelap-gelapan di rumah,” kata Yuniarti.
Rumah Yuniarti memang tidak jauh dari Pekanbaru, hanya sekitar 15 menit perjalanan. Karena jaraknya dekat, ia memilih menunggangi sepeda motor bersama anak-anaknya untuk mencari suasana yang lebih terang sekaligus membeli makanan.
Dalam pikirannya, Pekanbaru masih menjadi tempat yang aman dari padam listrik. Namun setibanya di lokasi, ia mendapati listrik di sana juga ikut padam.
“Sampai di Pekanbaru rupanya listrik padam juga. Tapi, di sini masih ada tempat terang karena banyak yang jualan pakai genset,” kata Yuniarti.
Menurut dia, listrik di rumahnya jarang sekali padam. Kalau pun terjadi, biasanya tidak berlangsung lama. Karena itu, padam listrik selama tiga jam kali ini terasa berbeda dan membuat warga harus mencari alternatif di luar rumah.
Suasana pusat kuliner yang biasanya menjadi tempat orang membeli makan malam pun berubah menjadi titik kumpul warga yang mencari penerangan. Sebagian datang untuk makan, sebagian lain sekadar menunggu rumah mereka kembali terang, sementara pedagang yang memiliki genset menjadi pilihan bagi warga yang ingin tetap beraktivitas di tengah padam listrik.
Di tengah kondisi itu, warga Kampar dan sekitarnya terlihat berupaya menyesuaikan diri dengan keadaan. Ada yang memilih keluar bersama keluarga, ada pula yang tetap bertahan di area yang masih memiliki penerangan dari genset. Bagi Yuniarti, keluar rumah menjadi cara paling mudah untuk mengisi waktu sembari menunggu listrik kembali menyala.
Peristiwa tersebut memperlihatkan bagaimana padam listrik selama beberapa jam langsung memengaruhi rutinitas warga. Rumah yang gelap membuat sebagian orang mencari tempat terang, dan Pekanbaru menjadi tujuan terdekat bagi warga Kampar yang tinggal tidak jauh dari kota itu.
Pusat kuliner di pinggir Jalan HR Soebrantas, Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru, Riau, mendadak padat merayap pada Jumat (22/5/2026) malam. Keramaian itu bukan karena warga sengaja berburu makanan, melainkan karena banyak orang keluar rumah untuk mencari tempat terang setelah listrik padam.
Di lokasi itu, sejumlah warga tampak membeli makanan sambil menunggu suasana di rumah mereka kembali normal. Situasi tersebut terjadi setelah listrik padam selama tiga jam, sehingga banyak warga memilih keluar sambil mencari penerangan.
Salah satunya adalah Yuniarti (35), warga Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Ia datang ke Pekanbaru bersama dua orang anaknya untuk membeli makanan sekaligus menghindari suasana gelap di rumah.









