jurnalistik.co.id – Seekor sapi limosin asal Desa Katol Timur, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menjadi perhatian karena dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban Idul Adha 1447 Hijriah. Sapi itu bernama Lembayung dan dirawat secara khusus oleh peternaknya, Achmadi Jamil, selama hampir satu tahun.
Menurut Achmadi, Lembayung punya bobot sekitar satu ton dan mendapat perlakuan berbeda dibanding sapi-sapi lainnya. Perawatan itu dimulai dari pakan harian yang tidak hanya hijauan, tetapi juga konsentrat seperti ampas tahu, dedak, dan tetes tebu.
“Dari makannya saja, selain hijauan juga selalu diberikan konsentrat seperti ampas tahu, dedak dan tetes tebu,” ujar Achmadi, Jumat (22/5/2026).
Selain pakan khusus, Achmadi juga rutin memberi jamu untuk menjaga kesehatan sapi limosin miliknya. Ia mengatakan setiap bulan mencampurkan jamu hewan cap “Jago” dengan 30 butir telur itik. Telur yang dipakai hanya kuningnya saja.
“Telurnya itu hanya kita ambil kuningnya saja. Sekali jamu langsung 30 butir. Alhamdulillah sapinya terus sehat dan gemuk,” katanya.
Tak berhenti di situ, kandang Lembayung juga dibersihkan secara rutin agar kondisi sapi tetap terjaga. Sapi tersebut pun dimandikan secara berkala, bahkan menurut Achmadi, kadang lebih sering dari jadwal biasa karena statusnya sebagai sapi premium.
“Kadang juga lebih sering. Karena memang sapi ini premium jadi perawatannya juga harus bagus,” tutur dia.
Perawatan intensif itu akhirnya berbuah hasil. Lembayung dibeli oleh perwakilan Sekretariat Presiden dengan harga Rp 100 juta. Bagi Achmadi, penjualan itu menjadi pencapaian tersendiri setelah merawat sapi tersebut dalam waktu panjang.
“Alhamdulillah akhirnya terjual juga,” ujar Achmadi.
Ia menambahkan, tahun ini dirinya menyiapkan lima ekor sapi jumbo untuk memenuhi permintaan pembeli, termasuk kemungkinan permintaan dari pejabat negara. Salah satu rencana pengiriman bahkan disebut akan diarahkan ke Kalimantan. Meski begitu, ia masih menahan sapi-sapi tersebut di Bangkalan sambil menunggu jika ada permintaan tambahan.
“Nanti rencana akan saya kirim ke Kalimantan. Namun sementara masih saya tahan di sini barangkali ada permintaan tambahan dari presiden atau lainnya,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Perbibitan, Pakan dan Produksi Peternakan Dinas Peternakan Bangkalan, drh Subai, mengatakan hingga saat ini baru ada satu permintaan sapi kurban dari Presiden untuk wilayah Bangkalan. Menurut dia, permintaan itu memang masih terbatas pada satu ekor.
“Masih satu ekor. Belum ada permintaan lagi,” ujar Subai.
Subai juga mengingatkan bahwa pada tahun sebelumnya, Achmadi sudah pernah menjual empat ekor sapi kurban untuk Presiden. Sapi-sapi itu kemudian didistribusikan ke sejumlah daerah di Bangkalan. Riwayat itu membuat nama peternak asal Kokop tersebut kembali mendapat sorotan ketika Lembayung terpilih menjadi hewan kurban Presiden tahun ini.
Kisah Lembayung menunjukkan bagaimana perawatan detail, mulai dari pakan, jamu, kebersihan kandang, hingga frekuensi mandi, menjadi bagian penting dalam memelihara sapi berbobot besar. Dari Bangkalan, sapi limosin itu akhirnya melangkah ke level yang lebih tinggi setelah dipilih untuk kurban Presiden.
Seekor sapi limosin asal Desa Katol Timur, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menjadi perhatian karena dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban Idul Adha 1447 Hijriah. Sapi itu bernama Lembayung dan dirawat secara khusus oleh peternaknya, Achmadi Jamil, selama hampir satu tahun.
Menurut Achmadi, Lembayung punya bobot sekitar satu ton dan mendapat perlakuan berbeda dibanding sapi-sapi lainnya. Perawatan itu dimulai dari pakan harian yang tidak hanya hijauan, tetapi juga konsentrat seperti ampas tahu, dedak, dan tetes tebu.












