Nasional

Kilang Balikpapan Hampir Rampung, 99% Siap Operasi dan Pasokan BBM Dinilai Aman

×

Kilang Balikpapan Hampir Rampung, 99% Siap Operasi dan Pasokan BBM Dinilai Aman

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kilang Balikpapan 99% Siap Beroperasi, Stok BBM Nasional Aman

jurnalistik.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meninjau Kilang Balikpapan sebagai bagian dari rangkaian pengawalan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP). Kunjungan ini dilakukan setelah ia sebelumnya meresmikan penerimaan gas Jangkrik North East #6 (JNE#6) serta memeriksa fasilitas produksi Lapangan Maha-South Hub di lepas pantai Kalimantan Timur.

Dari agenda di laut lepas, Bahlil melanjutkan perjalanannya ke darat untuk menilai tahap akhir pembangunan kilang tersebut. RDMP Balikpapan disiapkan agar proses pengolahan mampu mengurangi ketergantungan pada impor BBM.

Menurut Bahlil, proyek RDMP secara keseluruhan telah memasuki tahap yang sangat mendekati selesai. Ia menyampaikan bahwa pekerjaan tinggal pada detail teknis menjelang kesiapan operasi.

“Untuk RDMP keseluruhan sudah 99%, sudah selesai. Cuman apa ya, perintil-perintilnya lah, biasalah barang baru kan. Barang baru itu kan ada karet-karetnya, kira-kira begitulah. Tapi insyaallah kita akan selesaikan,” ujar Bahlil.

Ia menjelaskan, sisa pekerjaan yang masih harus dituntaskan mencakup penyesuaian teknis serta commissioning peralatan baru. Proses itu diperlukan agar kilang dapat beroperasi secara optimal setelah seluruh tahapan selesai.

Sambil menunggu kilang beroperasi penuh, pemerintah menegaskan pasokan BBM tetap terjaga. Bahlil menegaskan stok BBM nasional dinilai aman dan berada di atas standar minimum yang diberlakukan.

Untuk kelompok BBM subsidi, ketersediaan Pertalite disebut cukup untuk 16 hingga 18 hari. Sementara itu, BBM nonsubsidi dengan RON 92, 95, dan 98 dipastikan berada di atas 20 hari.

Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan distribusi Solar juga tidak menemui kendala. Hal itu dinilai terjadi karena kebutuhan nasional telah terpenuhi tanpa perlu melakukan impor.

Dari sisi persebaran wilayah, Bahlil menilai kondisi di Kalimantan relatif setara dengan rata-rata nasional. Pemerintah juga turut memperhatikan agar ketersediaan tersebut benar-benar sampai kepada pihak yang berhak.

Karena itu, Bahlil meminta Pertamina mengoptimalkan distribusi BBM subsidi. Pengawasan penyaluran juga ditingkatkan dengan melibatkan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum dari TNI/Polri, terutama untuk menindak tegas pelaku penimbunan.

Di lapangan, Bahlil mengakui masih ada tantangan yang muncul selama proses distribusi. Ia mengungkapkan fenomena El Niño memicu pendangkalan Sungai Kapuas di Kalimantan Barat, sehingga jalur pengiriman BBM sempat terganggu.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina melakukan penyesuaian skema pengiriman dengan memanfaatkan kapal sebagai penampungan terapung (floating storage). Setelah itu, BBM disalurkan ke daerah tujuan melalui jalur darat.

Proyeksi dampak RDMP Balikpapan

Dalam perspektif jangka panjang, RDMP Balikpapan menjadi tumpuan untuk memperkuat ketahanan pasokan energi. Proyek tersebut merupakan Proyek Strategis Nasional dengan nilai investasi 7,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp126 triliun.

Bahlil menyebut proyek ini sebagai salah satu investasi BUMN terbesar di satu lokasi. Setelah beroperasi penuh, kilang ditargetkan dapat memenuhi 22 hingga 25 persen kebutuhan BBM nasional.

Dengan capaian tersebut, pasokan bagi masyarakat diharapkan semakin kuat dan ketergantungan terhadap impor BBM dapat terus dikurangi. Langkah ini juga dinilai sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Di tahap mendekati tuntas ini, perhatian diarahkan pada penyempurnaan teknis yang masih bersifat rinci, sekaligus memastikan proses commissioning peralatan baru berjalan lancar. Dengan begitu, kilang RDMP Balikpapan bisa siap dioperasikan secara optimal setelah seluruh rangkaian pekerjaan selesai.

Selain menjaga ketersediaan BBM, pemerintah juga menekankan pentingnya pengendalian penyaluran agar distribusi berjalan sesuai kebutuhan. Penyaluran BBM subsidi diharapkan makin efisien melalui pengoptimalan distribusi Pertamina, sementara pengawasan ditingkatkan lewat koordinasi pemerintah daerah serta aparat TNI/Polri untuk menindak tegas praktik penimbunan.

Dalam pelaksanaannya, terdapat tantangan operasional di Kalimantan yang dikaitkan dengan El Niño, yang membuat Sungai Kapuas mengalami pendangkalan. Untuk menjaga kelancaran pengiriman, Pertamina menyesuaikan skema logistik dengan memanfaatkan kapal sebagai penampungan terapung, lalu BBM disalurkan kembali ke daerah tujuan melalui jalur darat.