Pendidikan

Selvi Ananda bersama SERUNI KMP dorong komunikasi hangat orang tua dan anak di Gorontalo

×

Selvi Ananda bersama SERUNI KMP dorong komunikasi hangat orang tua dan anak di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Bersama SERUNI KMP, Selvi Ananda Perkuat Relasi Keluarga dan Pendidikan Anak di Gorontalo

jurnalistik.co.id – Selvi Ananda Rakabuming, Pembina Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (SERUNI KMP), mengajak orang tua di Kota Gorontalo untuk memperkuat komunikasi yang terbuka dan hangat bersama anak. Menurutnya, kedekatan yang terjaga menjadi kunci agar pendidikan, karakter, dan cita-cita anak dapat berkembang.

Arahan itu disampaikan Selvi saat menghadiri workshop bersama anak dan orang tua di Ballroom Azlea Convention Center, Kota Gorontalo, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini menjadi ruang bagi keluarga untuk membicarakan cara membangun suasana yang membuat anak merasa nyaman dalam berpendapat dan bercerita.

Selvi menilai, hubungan orang tua dan anak perlu dirancang dengan pendekatan yang menenangkan. Ia menegaskan pentingnya menciptakan kondisi ketika anak tidak merasa takut atau perlu menyembunyikan sesuatu dari orang tuanya. “Sebagai orang tua, kita perlu memahami bagaimana membangun hubungan yang membuat anak merasa nyaman untuk bercerita, sehingga tidak ada hal yang mereka takutkan atau merasa perlu ditutup-tutupi dari orang tuanya,” kata Selvi.

Dalam kesempatan itu, Selvi juga berbagi hasil pengamatannya saat berkeliling ke sejumlah meja peserta. Ia menemukan beragam pola komunikasi dalam tiap keluarga, mulai dari anak yang terbiasa menceritakan aktivitas harian sepulang sekolah, hingga anak yang lebih nyaman menyampaikan cerita kepada ibu atau ayahnya. Di sisi lain, ada pula anak yang belum terbiasa mengungkapkan perasaan maupun persoalan yang mereka hadapi kepada orang tuanya.

Menurut Selvi, perbedaan tersebut menunjukkan bahwa setiap keluarga memiliki cara sendiri dalam berkomunikasi. Ia menambahkan bahwa ketika anak memasuki usia remaja, orang tua perlu menyesuaikan pola pengasuhan dengan perubahan zaman serta kebutuhan perkembangan anak. Ia juga mengakui bahwa dirinya pun masih terus belajar membangun kedekatan agar komunikasi dalam keluarga berjalan lebih baik.

Selvi menekankan agar hubungan tidak hanya didorong lewat nasihat satu arah, melainkan dibangun melalui kedekatan yang sejajar. “Hubungan orang tua dan anak perlu dibangun layaknya pertemanan, tanpa menghilangkan rasa hormat kepada orang tua. Dengan begitu, anak akan merasa lebih nyaman untuk bercerita tentang berbagai hal, mulai dari pengalaman di sekolah, pergaulan, hingga persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Lebih lanjut, Selvi menyatakan komunikasi yang sehat menuntut keterlibatan dari kedua belah pihak. Orang tua tidak sekadar menyampaikan arahan, tetapi juga perlu menghargai usaha dan pencapaian anak, memberikan dukungan, serta menyampaikan saran dengan cara yang tepat. Ia juga mengingatkan pentingnya keberanian orang tua untuk meminta maaf saat melakukan kesalahan agar anak dapat belajar mengenai sikap saling menghargai dan keterbukaan.

“Bagaimanapun juga, orang tua akan menjadi sosok panutan bagi anak-anaknya. Keluarga yang sehat dengan komunikasi yang baik merupakan fondasi yang kuat untuk membangun karakter anak ke depannya,” tutur istri Wapres Gibran itu.

Kepada anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut, Selvi berpesan agar menjadikan nasihat orang tua sebagai bekal saat menata masa depan. Ia juga mendoakan agar cita-cita anak-anak—mulai dari menjadi dokter, psikolog, artis hingga dancer profesional—dapat tercapai melalui usaha dan semangat belajar.

Workshop tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Ketua TP-PKK Provinsi Gorontalo Nani Ismail Mokodongan, serta jajaran anggota SERUNI yang merupakan istri para menteri Kabinet Merah Putih. Kegiatan kemudian diakhiri dengan penyerahan bantuan kepada para penerima manfaat.

Di sela dialog dengan peserta, Selvi menekankan bahwa kedekatan tidak lahir dari komunikasi formal semata, melainkan dari kebiasaan saling mendengar. Ia mendorong orang tua untuk memberi ruang agar anak berani menyampaikan apa yang mereka pikirkan, sekaligus membiasakan respons yang menenangkan, bukan reaksi yang membuat anak menarik diri.

Selvi juga menggarisbawahi bahwa dukungan orang tua dapat terlihat dari cara menyikapi cerita harian anak, baik ketika anak merasa bersemangat maupun ketika sedang menghadapi hal yang sulit. Menurutnya, penghargaan atas usaha dan pencapaian anak akan membantu membangun rasa percaya diri, sehingga anak tidak ragu untuk berbagi persoalan yang mereka hadapi di sekolah maupun di lingkungan pergaulan.

Menutup rangkaian pembahasan, Selvi kembali mengingatkan bahwa komunikasi yang terbuka dan penuh rasa hormat merupakan bekal bagi perjalanan masa depan anak. Ia berharap anak-anak yang mengikuti kegiatan ini dapat membawa pulang pesan orang tua sebagai dorongan belajar dan tetap yakin pada cita-cita mereka, termasuk beragam harapan seperti menjadi dokter, psikolog, artis, hingga dancer profesional, melalui usaha serta semangat yang terus dijaga.