Peristiwa

Dit Samapta Polda Gorontalo dan Tim Gabungan Padamkan Titik Api Kebakaran di Lereng Gunung Lombongo

×

Dit Samapta Polda Gorontalo dan Tim Gabungan Padamkan Titik Api Kebakaran di Lereng Gunung Lombongo

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gerak Cepat Dit Samapta Polda Gorontalo bersama Tim Gabungan Taklukkan Titik Api di Tebing Gunung Lombongo

jurnalistik.co.id – Kebakaran lahan di Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango, akhirnya ditangani hingga dinyatakan tuntas setelah rangkaian pemadaman dan pendinginan dilakukan oleh tim gabungan lintas sektor.

Peristiwa ini bermula ketika kepulan asap dan kobaran api pertama kali terpantau pada pukul 16.23 WITA, di area pegunungan setempat.

Dengan mempertimbangkan kondisi di lokasi, respons terhadap titik api berlangsung cepat dan terukur sejak awal kejadian.

Respon awal dan pengerahan tim gabungan

Menindaklanjuti permohonan bantuan dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bone Bolango, Personel Unit Pammat Dit Samapta Polda Gorontalo langsung menerjunkan 1 unit Kendaraan Taktis (Rantis) Karhutla ke lokasi kejadian.

Unit tersebut tiba pada pukul 17.25 WITA, bersamaan dengan upaya penanganan di lapangan yang terus diintensifkan.

Direktur Samapta Polda Gorontalo, Kombes Pol. Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, S.I.K., menyebutkan bahwa sebanyak 62 personel gabungan dikerahkan secara masif ke titik lokasi kebakaran.

Adapun unsur yang terlibat terdiri dari 24 personel Dit Samapta, 20 personel Polres Bone Bolango, 12 personel Damkar Bone Bolango, serta 2 personel Polsek Suwawa.

Selain itu, penanganan juga melibatkan 2 prajurit TNI dan 2 personel PMI Provinsi Gorontalo.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk sinergitas lintas instansi untuk menekan api sejak fase awal.

Kondisi lahan terbakar dan kendala di tebing

Menurut Dir Samapta Polda Gorontalo, objek yang terbakar merupakan lahan vegetasi rumput liar dan pepohonan bambu di area perbukitan.

“Objek yang terbakar merupakan lahan vegetasi rumput liar dan pepohonan bambu di area perbukitan. Kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah akses jalan yang sempit serta posisi titik api yang berada tepat di pinggir tebing cukup curam,” ungkap Dir Samapta.

Kendala akses jalan yang sempit turut memengaruhi mobilitas tim, sedangkan posisi titik api di pinggir tebing yang curam membuat pekerjaan pemadaman membutuhkan ketelitian ekstra.

Dalam situasi seperti itu, tim tetap melanjutkan upaya dengan dukungan perlengkapan dan penempatan personel sesuai kebutuhan di lokasi.

Upaya awal di lapangan sempat menunjukkan hasil pada malam hari, ketika api berhasil dipadamkan pada pukul 20.00 WITA.

Namun, beberapa waktu kemudian kobaran api kembali muncul akibat tiupan angin serta sisa bara api yang belum sepenuhnya teratasi.

Titik api kembali menyala pada pukul 20.55 WITA, sehingga tim melakukan pemadaman lanjutan secara intensif.

Dengan dukungan suplai air tambahan dan koordinasi yang lebih rapat, proses pemadaman kemudian diarahkan untuk memastikan tidak ada sumber bara yang tersisa.

Kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan secara total pada pukul 23.57 WITA.

Setelah pemadaman penuh, penanganan belum langsung berhenti karena tim masih harus memastikan area benar-benar aman dari potensi penyalaan ulang.

Pendinginan hingga tuntas

Guna mengantisipasi munculnya titik api susulan, tim gabungan melanjutkan proses pendinginan (cooling down).

Rangkaian penanganan dinyatakan tuntas pada pukul 01.00 WITA dini hari, setelah seluruh proses di lapangan dilakukan sampai kontrol kondisi dinilai aman.

Dengan demikian, penanganan kebakaran lahan di lokasi berlangsung dari fase awal pemantauan hingga tahap pendinginan akhir yang menyeluruh.

Kombes Pol. Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, S.I.K. juga menyampaikan apresiasi atas soliditas seluruh unsur yang terlibat selama operasi berlangsung.

Ia menegaskan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian.

“Kami mengapresiasi tinggi sinergitas seluruh unsur yang terlibat. Sementara ini penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Kami mengimbau keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melapor kepada petugas terdekat jika melihat adanya titik api,” tegas alumni Akpol 2000 tersebut.

Imbauan tersebut disampaikan mengingat potensi bahaya kebakaran lahan yang dapat meluas ketika ada tindakan pembakaran sembarangan maupun keterlambatan pelaporan titik api.

Melalui operasi bersama yang melibatkan berbagai unsur, penanganan kebakaran di lereng Gunung Lombongo dapat dikendalikan hingga dinyatakan tuntas pada waktu yang telah ditetapkan.

Langkah lanjutan berupa penyelidikan diharapkan dapat memberikan kejelasan terkait akar peristiwa agar pencegahan dapat dilakukan secara lebih tepat di masa mendatang.