Olahraga

Rodri Nilai Man City Dirugikan Jadwal Padat usai Gagal Juara Liga Inggris

4
×

Rodri Nilai Man City Dirugikan Jadwal Padat usai Gagal Juara Liga Inggris

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gagal Juara Liga Inggris, Rodri Sebut Man City Dirugikan Satu Hal

jurnalistik.co.id – Arsenal akhirnya memastikan gelar juara Liga Inggris musim 2025-2026 setelah Manchester City hanya bermain imbang 1-1 melawan Bournemouth pada laga pekan ke-37, Rabu (20/5/2026) dini hari WIB. Hasil itu membuat City tak lagi bisa mengejar Arsenal dalam perebutan titel, meski mereka masih menyisakan perjuangan di dua partai penutup kompetisi.

Manchester City sebenarnya sempat berusaha menjaga peluang mereka tetap hidup. Namun, mereka lebih dulu kebobolan lewat aksi Eli Junior Kroupi pada menit ke-38. City baru bisa menyamakan kedudukan pada menit keempat tambahan waktu babak kedua melalui Erling Haaland. Satu poin itu tidak cukup untuk mengubah keadaan di puncak klasemen.

Di tengah hasil yang mengakhiri harapan juara, gelandang Manchester City, Rodri, menyoroti satu hal yang menurutnya merugikan timnya. Ia menilai jadwal padat membuat City tampil dengan kondisi yang tidak ideal saat menghadapi Bournemouth. Menurut Rodri, situasi tersebut memberi perbedaan besar dibandingkan lawan yang memiliki waktu istirahat lebih panjang.

Sebelum melawan Bournemouth, Manchester City baru bermain tiga hari sebelumnya ketika menghadapi Chelsea di final Piala FA pada Sabtu (16/5/2026). Bahkan, tiga hari sebelum final itu, City juga menjalani laga tunda melawan Crystal Palace pada Kamis (14/5/2026) waktu setempat. Artinya, dalam sepekan, The Citizens menjalani tiga pertandingan dan kekurangan waktu untuk pemulihan fisik.

Jadwal padat yang disorot Rodri

Rodri berbicara terbuka soal kondisi tersebut. Ia menyebut jadwal seperti itu menjadi kerugian ketika sebuah tim harus tampil di banyak kompetisi. “Ketika bermain di semua kompetisi, ketika Anda bermain setelah tiga hari sementara tim-tim seperti Bournemouth memiliki waktu istirahat 10 hari, itu membuat perbedaan besar,” ujarnya dilansir dari Metro.

Rodri melanjutkan bahwa situasi itu memang bagian dari aturan yang harus dijalani, tetapi tetap memberi dampak besar di level tertinggi. “Kami semua tahu ini, tapi memang begitulah adanya. Kami harus bermain dengan aturan-aturan tersebut. Namun, jumlah hari istirahat sebanyak itu di level ini membuat perbedaan,” katanya.

Ia juga mengakui City tampil kurang bertenaga saat menghadapi Bournemouth. “Kami sedikit kekurangan energi [melawan Bournemouth] karena bermain di final dua hari lalu,” imbuh Rodri. Kalimat itu mempertegas bahwa menurutnya kondisi fisik tim ikut berpengaruh pada hasil yang diraih di laga tersebut.

Di sisi lain, Rodri tetap memilih memberi penghormatan kepada Arsenal yang berhasil menjadi juara. Meski masih mengeluhkan soal kebijakan jeda pertandingan yang menurutnya tidak berpihak kepada Manchester City, ia mengucapkan selamat kepada tim lawan yang tampil lebih baik sepanjang musim.

“Liga Premier tidak ingin kami beristirahat lebih lama, tetapi, ya, pada akhirnya, selamat kepada Arsenal. Mereka adalah tim yang lebih baik dan kami akan coba lagi musim depan,” ujar Rodri. Pernyataan itu menandai penerimaan atas kegagalan City mempertahankan peluang juara hingga akhir.

Rodri juga menyampaikan apresiasi kepada para pemain Manchester City yang menurutnya sudah bekerja luar biasa sepanjang musim yang naik turun. “Saya hanya ingin berterima kasih kepada semua rekan satu tim, saya pikir kami luar biasa dalam upaya di musim penuh pasang surut ini,” katanya.

Ia menambahkan bahwa City memang sudah mengetahui sejak awal bahwa persaingan ini akan sulit dan tidak sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri. “Pada akhirnya, kita tahu itu akan sulit karena bukan di tangan sendiri. Kami ingin berjuang sampai akhir tetapi sayangnya tidak bisa meraih kemenangan,” ucap Rodri.

Rodri sendiri masih menjadi nama yang ramai dikaitkan dengan Real Madrid pada bursa transfer musim panas 2026. Namun, dalam momen setelah kegagalan City menjuarai Liga Inggris, fokus utamanya justru tertuju pada evaluasi tim, rasa lelah yang mereka alami, serta ucapan selamat untuk Arsenal yang resmi mengangkat trofi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *