jurnalistik.co.id – Satuan Brimob Polda Gorontalo ikut mengambil peran aktif dalam Operasi Kepolisian Kewilayahan Pekat Otanaha 2026 yang digelar untuk menekan berbagai bentuk penyakit masyarakat. Operasi ini menyasar sejumlah persoalan yang kerap memicu gangguan kamtibmas, mulai dari peredaran minuman keras, perjudian, premanisme, prostitusi, narkotika, hingga kepemilikan senjata tajam dan senjata api ilegal.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (20/05) itu melibatkan personel Satbrimob Polda Gorontalo yang tergabung dalam Unit Kecil Lengkap (UKL) I. Pelaksanaan operasi diawali dengan apel kesiapan di Mapolda Gorontalo, sebelum personel bergerak menjalankan rangkaian tugas di lapangan.
Apel kesiapan tersebut dipimpin oleh Wakil Kepala Operasi Daerah Pekat Otanaha 2026, Kombes Pol. Tulus Sinaga, S.I.K., M.H. Setelah itu, personel gabungan langsung melakukan patroli serta pemeriksaan terhadap masyarakat di kawasan Pasar Andalas, Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo.
Pemeriksaan di lokasi itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Fokus utama pengawasan diarahkan pada kepemilikan senjata tajam dan berbagai aktivitas lain yang dinilai berpotensi mengganggu situasi kamtibmas.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya aparat kepolisian dalam menjaga ruang publik tetap aman. Kehadiran personel di kawasan pasar juga dimaksudkan agar masyarakat merasakan langsung kehadiran petugas di tengah aktivitas sehari-hari.
Pada malam harinya, tim UKL I kembali bergerak untuk melaksanakan penegakan hukum. Kali ini, sasaran diarahkan ke lokasi yang diduga menjadi tempat penyimpanan dan penjualan minuman keras di Desa Poowo Barat, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango.
Dari hasil operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan ratusan botol minuman beralkohol berbagai merek. Selain itu, turut diamankan pula minuman keras tradisional jenis cap tikus yang diduga diperjualbelikan tanpa izin.
Pengamanan terhadap barang bukti itu menjadi salah satu hasil konkret dari pelaksanaan Operasi Pekat Otanaha 2026 di wilayah Gorontalo. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa operasi tidak hanya berfokus pada patroli, tetapi juga pada tindakan penegakan hukum terhadap sumber gangguan kamtibmas.
Keterlibatan personel Satbrimob Polda Gorontalo dalam operasi tersebut menjadi bentuk nyata dukungan Korps Brimob Polri terhadap pemberantasan penyakit masyarakat. Upaya itu dinilai penting karena berbagai bentuk pelanggaran yang disasar operasi berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat.
Komandan Satuan Brimob Polda Gorontalo, Kombes Pol. Danu Waspodo, S.I.K., menegaskan bahwa jajarannya akan terus mendukung setiap operasi kepolisian yang bertujuan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Gorontalo. Ia menekankan bahwa kehadiran personel di lapangan merupakan bagian dari komitmen pelayanan Polri kepada masyarakat.
“Satbrimob Polda Gorontalo siap mendukung penuh pelaksanaan Operasi Pekat Otanaha 2026. Kami berkomitmen hadir di tengah masyarakat untuk membantu mencegah dan menindak berbagai bentuk penyakit masyarakat yang berpotensi mengganggu situasi kamtibmas. Sinergi dan kehadiran personel di lapangan merupakan wujud nyata pengabdian Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegas Kombes Pol. Danu Waspodo, S.I.K.
Seluruh rangkaian kegiatan Operasi Pekat Otanaha 2026 pada hari tersebut berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Situasi itu menunjukkan bahwa pengamanan dan penindakan di lapangan dapat berjalan terukur tanpa menimbulkan hambatan berarti selama operasi berlangsung.
Ke depan, Satbrimob Polda Gorontalo bersama unsur kepolisian lainnya akan terus meningkatkan patroli serta kegiatan preventif dan represif. Langkah tersebut ditempuh untuk menciptakan situasi keamanan yang kondusif di wilayah Provinsi Gorontalo, sekaligus mempersempit ruang bagi berbagai bentuk penyakit masyarakat yang menjadi sasaran operasi.












