jurnalistik.co.id – Anthropic, startup asal Amerika Serikat, tengah membentuk tim internal untuk merancang chip kecerdasan buatan yang akan dioptimalkan bagi model Claude. Langkah ini dipandang sebagai upaya perusahaan agar proses menjalankan model dapat berlangsung lebih cepat dan lebih efisien saat bekerja bersama perangkat buatan mereka.
Menurut laporan yang dirujuk dari TechCrunch pada Senin, 10 Agustus 2026, perusahaan sedang merekrut insinyur dengan pengalaman di bidang desain dan pengembangan chip. Fokus perekrutan tersebut menandakan bahwa perancangan perangkat tidak hanya menjadi urusan perangkat keras semata, melainkan juga melibatkan perencanaan yang terhubung dengan kebutuhan model.
Anthropic menyebut bahwa tim yang dibentuk akan melakukan co-design, yaitu perancangan bersama antara perangkat dan model AI. Dengan pendekatan ini, perangkat keras dan perangkat lunak diharapkan bisa saling menyesuaikan sehingga kinerja Claude meningkat dari sisi kecepatan maupun efisiensi penggunaan sumber daya komputasi.
Co-design yang dimaksud menempatkan model Claude sebagai komponen yang perlu “ditata ulang” konsistensinya terhadap chip yang akan diproduksi. Di sisi lain, chip juga dirancang agar mampu memproses kebutuhan inferensi secara lebih optimal untuk beban kerja yang lazim dijalankan oleh model tersebut.
Reuters juga melaporkan bahwa Anthropic telah secara resmi mengumumkan pembentukan tim desain chip internal. Dalam laporan tersebut, perusahaan mencari kandidat yang tidak hanya memahami sisi perangkat, tetapi juga memiliki kompetensi di bidang perangkat lunak, sebagai bagian dari upaya mengembangkan chip yang dapat dioptimalkan secara bersamaan dengan model AI Anthropic.
Dengan komposisi seperti itu, perusahaan berupaya mempertemukan pengetahuan tentang arsitektur chip dengan kebutuhan eksekusi model. Harapannya, keputusan teknis di tingkat perangkat keras bisa langsung “berbicara” dengan kebutuhan performa yang dituntut oleh sistem AI yang digunakan perusahaan.
Sementara itu, pembentukan tim internal ini tidak diartikan sebagai penarikan penuh Anthropic dari ekosistem chip pihak lain. Perusahaan tetap menegaskan strategi multi-chip, sehingga berbagai kebutuhan komputasi dapat dipenuhi menggunakan perangkat dari sejumlah penyedia teknologi.
Berita Terkait
Dalam strategi tersebut, Anthropic menyebut akan mengandalkan perangkat dari Amazon Web Services (AWS), Google, Nvidia, dan AMD. Pendekatan multi-chip memberi perusahaan fleksibilitas untuk menyesuaikan jenis chip dengan karakter beban komputasi, mulai dari kebutuhan tertentu hingga optimasi yang berbeda antar lingkungan kerja.
Anthropic sebelumnya juga telah bekerja sama dengan AWS dan Google untuk mendapatkan kapasitas komputasi berbasis chip AI. Kolaborasi semacam itu menjadi bagian penting dari cara perusahaan memperluas kemampuan menjalankan model tanpa harus sepenuhnya bergantung pada satu jenis infrastruktur saja.
Langkah membangun tim perancang chip internal dapat dibaca sebagai tahapan menuju kontrol yang lebih besar atas jalur optimasi model-to-hardware. Ketika co-design dilakukan, perusahaan tidak hanya menunggu perangkat yang tersedia di pasar, tetapi berusaha menyusun spesifikasi yang selaras dengan kebutuhan model AI buatan mereka.
Namun, karena perusahaan tetap mempertahankan strategi multi-chip, upaya internal ini tampaknya diarahkan untuk melengkapi, bukan menggantikan, ekosistem komputasi yang sudah ada. Dengan demikian, chip yang dirancang melalui tim internal dapat menjadi salah satu opsi tambahan bagi perusahaan ketika kebutuhan performa atau efisiensi menuntut konfigurasi tertentu.
Rekrutmen insinyur yang berpengalaman di desain dan pengembangan chip juga menggambarkan bahwa pekerjaan yang dimaksud kemungkinan meliputi tahapan teknis yang kompleks. Mulai dari penyusunan arsitektur, pengujian performa, hingga penyesuaian agar kemampuan chip dapat digunakan secara maksimal oleh model yang berjalan di atasnya.
Dalam konteks persaingan industri AI, kemampuan menjalankan model secara lebih cepat dan efisien berpengaruh pada biaya komputasi maupun pengalaman layanan. Dengan mengupayakan co-design, Anthropic berusaha menutup jarak antara pengembangan model dan optimasi perangkat yang mengeksekusinya, sehingga target peningkatan kinerja dapat dicapai dengan cara yang lebih terarah.
Secara keseluruhan, pembentukan tim internal perancang chip menandai fase baru dalam strategi perusahaan untuk mengembangkan perangkat yang “tumbuh bersama” modelnya. Meski begitu, keputusan untuk tetap menggunakan berbagai chip dari pihak lain menunjukkan bahwa Anthropic masih mengutamakan pendekatan bertahap dan fleksibel dalam membangun kapasitas komputasinya.












