Politik & Parlemen

Trump Teken Aturan Batasi Vaksin Anak dan Anjurkan MMR Dipisah Jadi Tiga Suntikan

×

Trump Teken Aturan Batasi Vaksin Anak dan Anjurkan MMR Dipisah Jadi Tiga Suntikan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Trump signs order to limit childhood vaccines and limit MMR shots

jurnalistik.co.id – Presiden Donald Trump menandatangani sebuah perintah yang menuntut lebih sedikit vaksin untuk anak-anak, sekaligus merekomendasikan agar suntikan yang tergabung dalam imunisasi MMR (mumps, measles, rubella) dipisah menjadi beberapa kunjungan.

Dalam pernyataannya pada Senin, Trump mengatakan bahwa, “Decades ago, children received only a small fraction of the vaccines required today,” dan menambahkan, “In those times, people were much healthier and of course the high rates of autism now observed did not exist.”

Perintah tersebut, menurut laporan, muncul di tengah perdebatan lama mengenai vaksin MMR dan autisme. Pemerintahan Trump sebelumnya juga mendorong hubungan yang tidak terbukti antara imunisasi MMR dan autisme.

Namun, beberapa studi telah menemukan tidak adanya kaitan antara keduanya. Pemerintah federal juga dinyatakan tidak memiliki kewenangan untuk menerapkan rekomendasi baru itu.

Alasan kewenangan tersebut berkaitan dengan aturan sekolah. Jenis suntikan yang diwajibkan untuk keperluan kehadiran sekolah ditetapkan di tingkat negara bagian.

Saat berbicara di Oval Office, Trump menyampaikan bahwa pemerintahannya “is recognising gold standard childhood vaccine recommendations for only 11 core vaccinations against the most serious and dangerous diseases”.

Dengan kalimat itu, Trump menegaskan arah kebijakan yang menurutnya berfokus pada “11” imunisasi inti. Perintah tersebut menggambarkan bahwa sebagian imunisasi anak dapat dibatasi jumlahnya.

Trump juga menyinggung cara pelaksanaan vaksin. Ia menyatakan, “We’re reducing them,” dan menjelaskan lebih lanjut, “It’s not only that you’re doing fewer vaccines, or jabs, as they say, but you’re doing them in a series of visits to the doctor.”

Penekanan pada “serangkaian kunjungan” itu selaras dengan rekomendasi agar vaksin MMR tidak diberikan sebagai satu paket tunggal, melainkan dipecah untuk memisahkan imunisasi campak, gondong, dan rubela ke jadwal kunjungan yang berbeda.

Di bawah perintah tersebut, imunisasi yang direkomendasikan untuk semua anak mencakup measles, mumps, rubella, diphtheria, tetanus, pertussis, polio, Haemophilus influenzae type B, pneumococcal disease, human papillomavirus, dan varicella atau chicken pox.

Dengan demikian, perintah ini menyasar jumlah vaksin yang diterima anak-anak pada periode tertentu, sekaligus mengubah pendekatan pemberian untuk bagian yang sebelumnya tergabung dalam MMR.

Langkah ini juga memperjelas bahwa kebijakan yang diusulkan tidak otomatis menjadi kewajiban nasional. Karena penetapan syarat vaksin untuk sekolah berada pada negara bagian, implementasi dapat berbeda-beda di tiap wilayah.

Trump menempatkan argumennya pada perbedaan kondisi kesehatan di masa lalu dan pada klaim bahwa tingkat autisme yang kini diamati tidak seperti pada waktu sebelumnya.

Di sisi lain, laporan yang sama menegaskan adanya penilaian ilmiah yang bertentangan dengan narasi tersebut. Sejumlah studi menyimpulkan tidak ada hubungan antara vaksin MMR dan autisme.

Perintah Trump lantas menjadi bagian dari kebijakan yang, menurut penjelasan, mengurangi jumlah suntikan yang direkomendasikan untuk anak-anak. Selain pengurangan jumlah, perubahan juga terjadi pada cara pemberian—bukan hanya “fewer vaccines”, tetapi juga pengaturan kunjungan dokter.

Rekomendasi pemisahan MMR ke beberapa suntikan terpisah membuat jadwal imunisasi lebih terstruktur. Artinya, vaksin yang menargetkan measles, mumps, dan rubella tidak ditempatkan dalam satu rangkaian pemberian yang sama.

Dalam pernyataannya di Oval Office, Trump menegaskan bahwa pemerintahannya memandang kerangka “gold standard” sebagai dasar pemilihan imunisasi inti. Pada saat yang sama, ia menyatakan pengurangan dilakukan melalui serangkaian kunjungan dokter.

Walau demikian, karena kewenangan penerapan ada pada pemerintah federal maupun aturan sekolah bergantung pada negara bagian, rekomendasi baru tersebut tidak dengan sendirinya mengubah seluruh praktik imunisasi di tingkat layanan.

Bagi orang tua dan fasilitas kesehatan, perubahan yang ditekankan dalam perintah ini terutama berkaitan dengan jumlah vaksin yang direkomendasikan dan pemisahan komponen MMR. Sementara itu, ketentuan untuk kehadiran sekolah tetap mengikuti regulasi yang ditetapkan pada tingkat negara bagian.