Teknologi

Minat Switch 2 Merosot, Nintendo Justru Catat Laba yang Menguat

×

Minat Switch 2 Merosot, Nintendo Justru Catat Laba yang Menguat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Konsol Switch 2 Makin Sepi Peminat, Laba Nintendo Justru Melejit

jurnalistik.co.id – Nintendo melaporkan kinerja kuartal pertama tahun fiskal 2027 yang melampaui perkiraan analis, meski penjualan konsol Switch 2 menunjukkan tanda perlambatan.

Laporan keuangan untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026 mencatat pendapatan sebesar 517,8 miliar yen (sekitar Rp 58,5 triliun). Angka tersebut lebih tinggi dibanding proyeksi analis yang memperkirakan pendapatan 444,96 miliar yen (sekitar Rp 50,3 triliun).

Dari sisi keuntungan, Nintendo membukukan laba bersih 147,4 miliar yen (sekitar Rp 16,7 triliun). Capaian ini hampir dua kali lipat dari estimasi analis, yakni 78,3 miliar yen (sekitar Rp 8,8 triliun).

Di tengah hasil keuangan yang kuat, penjualan perangkat keras tetap menjadi sorotan karena Switch 2 dinilai makin sepi peminat. Dalam kuartal tersebut, Nintendo menjual sekitar 3,82 juta unit Switch 2.

Jumlah itu turun 34,4 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Meski menurun, angka penjualan tersebut masih berada di atas perkiraan analis yang sebelumnya memproyeksikan sekitar 2 juta unit.

Selain Switch 2, penjualan Switch generasi pertama juga ikut menurun. Nintendo melaporkan penjualan model ini turun 31,8 persen menjadi sekitar 660.000 unit.

Penurunan pada konsol ternyata tidak berujung pada pelemahan total kinerja, karena penjualan perangkat lunak menjadi penopang utama. Nintendo mencatat game Tomodachi Life: Living the Dream sebagai kontributor terbesar dengan penjualan mencapai 7,94 juta kopi.

Game Pokemon Pokopia juga mencatat performa yang solid, dengan sekitar 1,27 juta kopi terjual. Kombinasi dua judul tersebut membantu Nintendo mempertahankan pendapatan dan laba tetap melewati ekspektasi pasar.

Untuk memperinci kondisi di balik angka-angka tersebut, Freedom Capital Markets mengulas hasil Nintendo dari sudut pandang pendapatan perangkat keras dan perangkat lunak. Nick McKay menilai kuartal pertama ini secara keseluruhan jauh lebih baik dari perkiraan yang semula disiapkan.

Menurut McKay, pendapatan dari penjualan perangkat keras mencapai 267 miliar yen (sekitar Rp 30,2 triliun), lebih tinggi dari estimasinya yang sebesar 170 miliar yen (sekitar Rp 19,2 triliun). Sementara itu, penjualan perangkat lunak juga tercatat 216 miliar yen (sekitar Rp 24,4 triliun), melampaui proyeksi sebesar 148 miliar yen (sekitar Rp 16,7 triliun).

Dengan demikian, Nintendo menunjukkan kontras yang jelas antara tren penjualan konsol yang melambat dan kemampuan bisnis game untuk menjaga mesin laba. Di saat Switch 2 mengalami penurunan sekitar sepertiga dibanding tahun sebelumnya, kontribusi perangkat lunak menjadi faktor kunci yang membuat kinerja keuangan tetap kuat pada kuartal yang sama.

Secara agregat, laporan tersebut menegaskan bahwa kinerja keuangan Nintendo pada kuartal pertama tetap berada di jalur positif. Pendapatan sebesar 517,8 miliar yen dan laba bersih 147,4 miliar yen masing-masing tercatat melampaui proyeksi analis, sehingga hasil akhir tidak hanya ā€œmelampaui ekspektasiā€, tetapi juga menunjukkan jarak yang cukup lebar dibanding angka perkiraan pasar.

Dari sisi perangkat keras, perlambatan terlihat lebih nyata bila menyorot pergerakan jumlah unit. Switch 2 dijual sekitar 3,82 juta unit pada kuartal itu, atau turun 34,4 persen dibanding periode setahun sebelumnya, namun tetap lebih tinggi daripada estimasi analis yang sebelumnya mengarah pada kisaran 2 juta unit. Penurunan serupa juga terjadi pada Switch generasi pertama yang turun 31,8 persen menjadi sekitar 660.000 unit.

Meski tren konsol melemah, Nintendo tetap memperoleh penopang utama dari penjualan perangkat lunak. Tomodachi Life: Living the Dream menjadi salah satu kontributor terbesar dengan penjualan 7,94 juta kopi, sementara Pokemon Pokopia mencatat sekitar 1,27 juta kopi. Kombinasi performa dua judul tersebut membuat perangkat lunak terus menyuplai pendapatan ketika penjualan perangkat keras justru cenderung turun.

Freedom Capital Markets juga menyoroti kontras antara dua sisi bisnis itu. Nick McKay menilai kuartal pertama ini jauh lebih baik dibanding ekspektasi yang semula disiapkan, terutama karena pendapatan perangkat keras mencapai 267 miliar yen (melampaui estimasi 170 miliar yen), dan pendapatan perangkat lunak berada di 216 miliar yen (lebih tinggi dari proyeksi 148 miliar yen). Dengan angka-angka tersebut, gambaran yang muncul adalah mesin pendapatan dari konten game yang membantu menjaga kekuatan kinerja pada periode yang sama.