jurnalistik.co.id – Apple mengumumkan penarikan untuk sejumlah iPhone 18 Pro Max setelah ditemukan gangguan teknis yang berdampak pada layanan seluler. Langkah ini diambil setelah perusahaan menelaah kasus pada perangkat yang baru saja dibeli pelanggan.
Menurut pernyataan yang disampaikan Apple kepada Bloomberg News, “sejumlah kecil” pengguna iPhone 18 Pro Max yang memakai jaringan AT&T Inc. atau berasal dari wilayah Amerika Serikat dan baru meng-upgrade perangkatnya perlu mengganti unit yang terdampak. Penggantian dilakukan karena bug yang ditemukan Apple menyebabkan perangkat kehilangan layanan seluler.
Bug tersebut dilaporkan membuat ponsel tidak dapat berfungsi normal pada jaringan seluler. Dampaknya mencakup ketidakmampuan melakukan panggilan, mengakses data, serta mengirim maupun menerima pesan teks melalui jaringan AT&T.
Ponsel iPhone 18 Pro Max yang disebut dalam laporan ini dibanderol dengan harga US$1.299 atau sekitar Rp23 juta. Produk tersebut mulai dijual dua pekan lalu, sebagai lini kelas atas Apple di luar keluarga ponsel lipat yang akan datang, yaitu iPhone Duo.
Perusahaan juga menegaskan bahwa saat ini belum ada kejelasan rinci mengenai jumlah pengguna yang mengalami masalah. Namun, Apple menyebut bahwa kelompok yang terdampak merupakan “sejumlah kecil” pelanggan.
Bagi pengguna yang terkena, perangkat dinilai hampir tidak dapat dipakai secara memadai ketika berada di luar jaringan Wi‑Fi. Dalam kondisi tersebut, ponsel hanya dapat digunakan secara terbatas jika terhubung ke Wi‑Fi.
Apple menyampaikan temuan ini dalam kutipan dari juru bicara perusahaan. “Kami telah mengidentifikasi masalah yang memengaruhi sejumlah kecil pengguna iPhone 18 Pro Max di jaringan AT&T yang dapat menyebabkan perangkat kehilangan sinyal dan tidak dapat melakukan panggilan.”
Berita Terkait
Dengan pernyataan tersebut, fokus perhatian bergeser ke satu titik kegagalan layanan: sinyal seluler yang hilang sehingga fungsi komunikasi utama tidak berjalan pada jaringan yang dimaksud. Panggilan telepon menjadi salah satu fungsi yang terdampak langsung oleh gangguan tersebut.
Penjualan perdana iPhone 18 Pro Max juga sudah terlihat terjadi di Beijing, China. Di tengah proses awal komersialisasi itu, Apple kemudian memutuskan untuk merespons lebih awal dengan mengarahkan penggantian perangkat untuk pengguna yang masuk dalam kategori terdampak.
Meski Apple belum menyebutkan angka pasti pengguna yang terdampak, pengumuman perusahaan menegaskan bahwa permasalahan bersifat teknis dan spesifik pada kombinasi iPhone 18 Pro Max serta jaringan AT&T. Bagi pengguna yang melakukan upgrade ke model tersebut, laporan ini menjadi sinyal untuk memeriksa pengalaman layanan seluler di jaringan terkait.
Apple pada intinya menghubungkan bug dengan gejala kehilangan sinyal dan ketidakmampuan melakukan panggilan. Perusahaan juga memastikan bahwa penggantian unit menjadi langkah yang diperlukan bagi “sejumlah kecil” pelanggan yang mengalami masalah serupa.
Dalam kasus ini, Apple menempatkan fokus pada aspek teknis yang memengaruhi fungsi layanan seluler, bukan pada masalah luas pada lini perangkatnya. Dengan begitu, hanya pelanggan yang menggunakan kombinasi perangkat dan jaringan yang disebutkan yang perlu memperhatikan instruksi penggantian unit.
Bagi pemilik iPhone 18 Pro Max yang termasuk dalam kelompok terdampak, gangguan tersebut terutama terasa saat perangkat berada di area tanpa akses Wi‑Fi. Kondisi kehilangan sinyal membuat penggunaan harian untuk komunikasi dasar menjadi terganggu, sementara fitur tetap dapat bekerja terbatas selama terhubung ke jaringan Wi‑Fi.
Apple juga mengisyaratkan bahwa informasi mengenai cakupan masalah masih akan terus diperdalam, karena perusahaan belum memaparkan rincian jumlah pengguna secara spesifik. Namun, perusahaan sudah menegaskan bahwa bug dapat menyebabkan perangkat tidak dapat melakukan panggilan melalui jaringan AT&T, sehingga penggantian menjadi respons yang dibutuhkan bagi “sejumlah kecil” pelanggan tersebut.












