Teknologi

Dulu Ditolak Steve Jobs, Kini Apple Dikabarkan Hadirkan MacBook Layar Sentuh

×

Dulu Ditolak Steve Jobs, Kini Apple Dikabarkan Hadirkan MacBook Layar Sentuh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Evolusi Apple: dari Penolakan Steve Jobs ke Adopsi Layar Sentuh - Teknologi

jurnalistik.co.id – Apple tengah dikabarkan menyiapkan MacBook pertamanya dengan layar sentuh berbasis OLED. Kabar ini sekaligus mengingat kembali sikap yang dulu dipegang perusahaan, khususnya terkait sentuhan pada komputer Mac.

Pada 2010, Steve Jobs pernah menyampaikan pandangan yang tegas soal touch screen untuk perangkat Mac. Saat Apple memperkenalkan iPad, Jobs menjelaskan bahwa teknologi multi-touch lebih tepat diterapkan pada perangkat seperti iPhone dan iPad.

Menurut Jobs, pendekatan multi-touch tidak ideal untuk layar komputer yang berada dalam posisi vertikal. Ia menilai pengguna harus terus mengangkat tangan agar bisa menyentuh layar, sehingga berpotensi menimbulkan persoalan ergonomi.

Di bawah prinsip tersebut, Apple bertahan pada skema input tradisional untuk Mac. Komputer Mac difokuskan memakai keyboard, trackpad, dan mouse sebagai perangkat utama dalam berinteraksi.

Dengan cara itu, pengalaman menggunakan Mac dan iPad dipertahankan tetap berbeda selama bertahun-tahun. Apple, pada tahap tertentu, memilih menjaga batas karakter perangkatnya: Mac sebagai mesin berbasis input non-layar sentuh, sementara iPad dan iPhone memanfaatkan sentuhan sebagai cara utama.

Dari penolakan awal ke arah baru yang dikabarkan

Kini, sekitar 16 tahun setelah pernyataan Jobs tersebut, lanskap yang sama justru disebut bergeser. Perusahaan dikabarkan sedang mempersiapkan MacBook pertama yang mengusung layar sentuh OLED.

Kabar mengenai MacBook layar sentuh OLED ini juga menunjukkan bagaimana preferensi Apple terhadap teknologi antarmuka dapat berubah dari waktu ke waktu. Jika pada 2010 Jobs menempatkan multi-touch sebagai fitur yang cocok untuk perangkat genggam, laporan terbaru menyinggung langkah berbeda pada lini komputer portabel MacBook.

Selain menandai perubahan arah, rumor tersebut juga mengundang perhatian pada alasan fundamental yang dulu disampaikan Jobs. Saat itu, inti pertimbangannya adalah kesesuaian multi-touch dengan posisi layar vertikal dan dampaknya pada ergonomi pengguna.

Dalam konteks tersebut, pilihan Apple untuk tetap menggunakan keyboard, trackpad, dan mouse selama periode panjang menjadi pembanding yang kuat. Peralihan yang kini dikabarkan—menuju layar sentuh OLED pada MacBook—berarti Apple sedang mempertimbangkan ulang cara interaksi yang selama ini menjadi ciri Mac.

Meski demikian, hingga kini informasi yang beredar tetap berbentuk kabar. Apple disebut tengah menyiapkan perangkat tersebut, sementara detail lain di luar pernyataan laporan belum disebutkan dalam informasi yang tersedia.

Perubahan yang kini dikabarkan juga bisa dibaca sebagai sinyal bahwa batasan yang dulu dianggap tegas mulai dilonggarkan. Pada periode setelah iPad, Apple tetap mempertahankan pembagian fungsi: perangkat iPad dan iPhone mengandalkan sentuhan, sedangkan Mac memberi penekanan pada kontrol yang tidak bergantung pada layar sebagai bidang input utama.

Jika rumor MacBook layar sentuh OLED benar mengarah pada pembaruan antarmuka, maka pertimbangan lama yang pernah diutarakan Jobs akan kembali menjadi bahan diskusi. Kekhawatiran terkait posisi layar vertikal dan kebiasaan pengguna mengangkat tangan saat berinteraksi melalui sentuhan pada dasarnya adalah isu yang sangat menentukan kenyamanan penggunaan harian.

Dengan mengingat kembali pola input yang selama ini dipilih Apple—keyboard, trackpad, dan mouse—maka hadirnya layar sentuh pada lini MacBook berarti perusahaan sedang menimbang ulang “cara bekerja” yang selama ini menjadi identitas pengalaman Mac. Konsekuensinya, perbandingan dengan pengalaman menggunakan iPad dan iPhone menjadi semakin dekat, setidaknya dari sisi metode interaksi.

Meski demikian, dalam informasi yang tersedia sekarang, pembicaraan masih berada pada level laporan dan rumor. Karena detail lain belum disebutkan, wajar bila publik menunggu penjelasan yang lebih konkret, terutama apakah perusahaan akan menanggapi lebih dulu pertanyaan ergonomi yang dulu menjadi inti penilaian.