jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat dan bertahan di area hijau hingga jeda perdagangan Sesi I pada Selasa (6/10/2026). Penguatan tersebut tercermin saat indeks ditutup di 6.196,09 atau naik 1,26% dibanding perdagangan sebelumnya.
Di perdagangan tengah hari, IHSG sempat mencetak level tertinggi intraday di 6.203,7 dan bergerak turun menuju titik terendah di 6.120,23. Rentang pergerakan ini menunjukkan volatilitas yang masih terkendali meski sentimen di lantai bursa sedang mengarah ke penguatan.
Pada periode jeda Sesi I siang hari, aktivitas transaksi juga terlihat ramai. Volume perdagangan mencapai 29,37 miliar saham, dengan nilai transaksi tercatat sebesar Rp6,11 triliun.
Frekuensi transaksi pada sesi tersebut mencapai 1,14 juta kali. Kombinasi volume besar dan tingginya frekuensi mengindikasikan adanya perpindahan posisi yang aktif selama perdagangan berlangsung.
Dengan kenaikan 1,26% tersebut, IHSG menjadi salah satu indeks yang menonjol di kawasan Asia pada pertengahan perdagangan. Dalam konteks mayoritas bursa Asia, penguatan IHSG tercatat sebagai kenaikan tertinggi, dengan posisi “juara dua” di antara indeks-indeks yang dibahas pada saat yang sama.
Di bursa kawasan, KOSDAQ (Korea Selatan) juga menguat, bahkan tercatat sebesar 2,74%. Sementara itu, NIKKEI 225 (Jepang) naik 1,12% dan TOPIX (Jepang) bertambah 0,94% pada perdagangan yang berjalan dalam rentang pengamatan yang sama.
Selain itu, beberapa indeks lain ikut bergerak positif. Hang Seng (Hong Kong) menguat 0,75%, SETI (Thailand) naik 0,64%, dan SENSEX (India) bertambah 0,57% di tengah laju pasar yang beragam antarwilayah.
Penguatan juga terlihat pada indeks di Malaysia dan Taiwan. KLCI (Malaysia) naik 0,34%, sedangkan TW Weighted Index (Taiwan) bertambah 0,22% saat bursa-bursa kawasan melanjutkan perdagangan pada Sesi I.
Berita Terkait
Di bagian Asia lainnya, Straits Times (Singapura) mencatat kenaikan yang lebih tipis, yakni 0,02%. Perbedaan besaran kenaikan antarindeks ini memperlihatkan bahwa dorongan pasar tidak sepenuhnya seragam, meski mayoritas tetap berada pada fase hijau.
Secara keseluruhan, IHSG yang berakhir di 6.196,09 dengan kenaikan 1,26% sekaligus memperbarui posisi indeks di tengah persaingan kinerja bursa Asia pada perdagangan siang. Angka-angka utama seperti level intraday 6.203,7 dan 6.120,23, beserta volume 29,37 miliar saham dan nilai Rp6,11 triliun, menjadi ringkasan kunci dari laju transaksi hari itu.
Pergerakan yang terkonsentrasi pada jeda Sesi I tersebut juga memperjelas bahwa minat pelaku pasar hadir sejak awal perdagangan. Dengan frekuensi transaksi 1,14 juta kali, aktivitas tetap menunjukkan intensitas yang tinggi meski pasar bergerak dalam rentang yang cukup lebar di antara titik tertinggi dan terendah intraday.
Di saat indeks-indeks lain di Asia ikut menguat dengan persentase masing-masing, IHSG menegaskan daya tariknya sebagai salah satu barometer pembauran sentimen kawasan. Kenaikan 1,26% dengan rentang pergerakan intraday yang sudah tercatat menjadi dasar pembacaan pasar sampai jeda Sesi I berlangsung.
Selisih antara level tertinggi intraday di 6.203,7 dan titik terendah di 6.120,23 menunjukkan adanya ayunan harga yang nyata, namun tidak melebar hingga mengubah arah umum hari tersebut. Dengan indeks akhirnya bertahan di area hijau, pasar terlihat memilih untuk tetap melanjutkan kecenderungan positif.
Aktivitas transaksi pada jeda Sesi I yang mencapai volume 29,37 miliar saham, ditopang nilai Rp6,11 triliun, menggambarkan perputaran dana yang cukup besar. Frekuensi 1,14 juta kali turut memperlihatkan bahwa pergantian posisi terjadi berkali-kali, sehingga pergerakan tidak hanya ditopang transaksi sesaat.
Dari sisi kawasan, penguatan yang relatif menyebar juga tampak dari kenaikan KOSDAQ 2,74% hingga pergerakan tipis Straits Times 0,02%. Pola ini memperlihatkan bahwa dorongan pasar cenderung mendukung mayoritas bursa, tetapi besaran respons tiap negara tidak sepenuhnya sama.
Di antara deretan indeks yang bergerak positif, IHSG menonjol karena mampu mengunci kenaikan 1,26% pada penutupan hingga jeda perdagangan Sesi I. Angka penanda seperti 6.196,09 serta rekap pergerakan intraday, volume 29,37 miliar saham, dan nilai transaksi Rp6,11 triliun menjadi gambaran ringkas tentang laju pasar pada siang hari.












