Teknologi

Korea Selatan 1.220 Robot per 10.000 Pekerja Manufaktur (2024), China 166

×

Korea Selatan 1.220 Robot per 10.000 Pekerja Manufaktur (2024), China 166

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gantikan Pekerja, Ini Negara dengan Robot Terbanyak per Pekerja Pabrik

jurnalistik.co.id – Laporan International Federation of Robotics (IFR) tahun 2024 menyoroti perubahan cara industri manufaktur memanfaatkan otomatisasi. Di balik angka robot yang terus bertambah, IFR menekankan cara baca yang berbeda lewat metrik robot density.

Robot density adalah jumlah robot industri yang beroperasi untuk setiap 10.000 pekerja manufaktur. Dengan pendekatan ini, perbandingan antarnegara menjadi lebih adil karena tidak hanya menghitung total robot, tetapi juga menilai intensitas penggunaannya terhadap tenaga kerja yang tersedia.

Dengan kata lain, negara yang memiliki jutaan robot belum tentu otomatis berada di puncak jika jumlah pekerja manufakturnya juga sangat besar. Pola yang terlihat dalam data IFR justru menunjukkan perbedaan karakter tingkat adopsi robot di tiap ekonomi.

Korea Selatan memimpin rasio robot per pekerja pabrik

Pada 2024, Korea Selatan berada di peringkat pertama dengan 1.220 robot per 10.000 pekerja manufaktur. Angka ini menggambarkan tingginya penggunaan robot industri dibanding rata-rata global yang berada di level 132 robot per 10.000 pekerja.

Di bawah Korea Selatan, Singapura menyusul dengan 818 robot per 10.000 pekerja. Jarak antara keduanya cukup lebar, terlihat dari negara-negara berikutnya yang berada pada rentang ratusan robot per 10.000 pekerja.

Jerman tercatat memiliki 449 robot per 10.000 pekerja, sementara Jepang berada di angka 446. Swedia melengkapi lima besar dengan 377 robot, disusul Denmark 329 robot dan Slovenia 315 robot.

IFR mengaitkan tingginya robot density Korea Selatan dengan struktur industrinya. Elektronik dan otomotif menjadi dua sektor utama negara tersebut, sekaligus termasuk pengguna robot industri terbesar di tingkat global.

Dua sektor itu menyumbang hampir separuh instalasi robot baru dunia pada 2024. Selain itu, kebutuhan otomatisasi juga semakin relevan ketika pasokan tenaga kerja menghadapi tantangan.

Tingkat fertilitas Korea Selatan tercatat hanya 0,75 kelahiran pada 2025. Sebagai pembanding, Singapura berada pada level 0,96, yang menunjukkan bahwa dinamika ketersediaan tenaga kerja menjadi salah satu faktor yang membuat otomatisasi makin bernilai.

China punya robot terbanyak, tetapi rasio terhadap pekerja lebih rendah

Jika total robot menjadi fokus, China justru menunjukkan performa paling besar di dunia. Pada 2024, negara ini mengoperasikan sekitar 2 juta robot industri, atau sekitar 43% dari seluruh robot industri yang beroperasi di dunia.

Namun, ketika angka tersebut dibandingkan dengan jumlah pekerja manufaktur, hasilnya berubah. China hanya mencatat 166 robot per 10.000 pekerja manufaktur pada 2024, dan menempatkannya di posisi ke-22 dalam daftar robot density.

Perbedaan ini memperjelas bahwa “total robot” dan “robot density” mencerminkan dua hal yang berbeda. China unggul dari sisi jumlah robot yang beroperasi, sementara Korea Selatan menonjol karena intensitas penggunaan robot terhadap pekerja manufaktur yang ada.

Amerika Serikat: robot density tinggi dan tren instalasi yang terus naik

Di bagian Amerika Serikat, IFR mencatat AS berada pada posisi kedelapan dengan 307 robot per 10.000 pekerja manufaktur pada 2024. Meski masih belum mendekati Korea Selatan, peningkatan instalasi robot di AS terus menunjukkan momentum.

Sebanyak 38.400 robot baru dipasang di AS sepanjang 2025, naik 12% dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah tersebut melampaui Jepang yang mencatat 36.200 instalasi, sehingga AS menjadi pasar robot terbesar kedua setelah China dengan 354.200 instalasi.

Industri otomotif menjadi pengguna robot terbesar di AS dengan sekitar 13.500 instalasi pada 2025. IFR memperkirakan tren serupa akan berlanjut pada 2026, didorong oleh reshoring manufaktur dan keterbatasan tenaga kerja.

Eropa mendominasi daftar robot density, dengan otomotif sebagai penggerak

Dalam daftar negara dengan robot density tertinggi, Eropa menjadi kawasan yang paling banyak menempatkan negara. Sebanyak 15 dari 22 negara dengan robot density tertinggi berasal dari Eropa.

IFR menempatkan industri otomotif sebagai pendorong utama konsentrasi tersebut, terutama di Eropa Tengah. Slovenia berada di angka 315 robot per 10.000 pekerja, sementara Ceko mencapai 216 robot.

Slovakia tercatat memiliki 210 robot per 10.000 pekerja, dan Hungaria menyentuh 172 robot. Keempatnya memiliki basis industri otomotif yang besar, yang berkelindan dengan kebutuhan proses manufaktur yang menuntut efisiensi.

Slovakia, misalnya, memproduksi 183 mobil per 1.000 penduduk pada 2024. Angka itu disebut yang tertinggi di dunia, sekaligus lebih dari tiga kali rasio Jerman yang sebesar 51 mobil.

Ceko juga mencatat produksi 134 mobil per 1.000 penduduk. Negara tersebut menjadi basis produksi sejumlah produsen besar, termasuk Skoda Auto, Hyundai, dan Toyota.

Melalui perbandingan robot density dan total instalasi, data IFR memberi gambaran bahwa transformasi manufaktur tidak berdiri pada satu ukuran saja. Korea Selatan menonjol lewat intensitas robot terhadap pekerja, sementara China memperlihatkan skala instalasi yang sangat besar meski rasio terhadap tenaga kerja berada di bawah puncak.

Di tengah dorongan efisiensi serta tekanan ketersediaan tenaga kerja, penggunaan robot industri tampak menjadi strategi yang semakin menyatu dengan karakter industri masing-masing negara—khususnya pada sektor elektronik dan otomotif.