jurnalistik.co.id – Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, mendorong percepatan transformasi digital sebagai upaya menguatkan ekonomi nasional melalui pembangunan pusat data atau data center.
Dalam penyampaian pada Investor Daily Summit (IDS) 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026), ia menekankan bahwa agenda digital tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan infrastruktur pendukung, termasuk ketersediaan sumber daya yang diperlukan operasional.
Dradjad menyebut pihaknya juga diminta untuk mencari solusi terkait kebutuhan air guna penembangan data center yang mendukung pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Menurutnya, ekonomi digital memiliki peran strategis sebagai salah satu mesin pertumbuhan yang dapat menopang arah ekspansi ekonomi Indonesia ke depan.
Ia memaparkan proyeksi bahwa ekonomi digital Indonesia diperkirakan berada pada kisaran US$180 miliar hingga US$340 miliar pada tahun 2030.
“Ekonomi digital menjadi salah satu pilar penting dalam menopang penguatan mesin pertumbuhan ekonomi di masa mendatang,” kata Dradjad dalam Investor Daily Summit (IDS) 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Data center dan penguatan ekosistem digital
Sejalan dengan potensi tersebut, pemerintah ikut mendorong transformasi digital melalui pembangunan pusat data sebagai fondasi pengolahan dan penyimpanan data.
Selain infrastruktur data, arah kebijakan juga mencakup pengembangan kecerdasan buatan (AI), penguatan industri semikonduktor, serta peningkatan kapasitas digital currency sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi.
Dradjad menyatakan langkah-langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat kontribusi ekonomi digital dalam upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 8%.
Dalam konteks ini, ia menempatkan data center sebagai komponen kunci yang memungkinkan penerapan AI dan layanan digital berjalan lebih andal serta siap menjawab kebutuhan skala pertumbuhan.
Berita Terkait
Namun, ia juga mengingatkan bahwa pengembangan data center memerlukan pendekatan yang memastikan aspek pendukung, termasuk pengelolaan kebutuhan air, dapat ditangani dengan solusi yang tepat.
Dengan begitu, rencana transformasi digital tidak berhenti pada pembangunan fisik, melainkan juga mencakup kesiapan operasional agar implementasi dapat berkelanjutan.
Digitalisasi keuangan dan adopsi QRIS
Di sisi lain, Dradjad menyoroti perkembangan digitalisasi sektor keuangan yang berjalan semakin cepat, salah satunya tercermin dari penggunaan Quick Response Indonesian Standart (QRIS).
Ia menyebut QRIS telah mencapai 65,77 juta pengguna, dengan jumlah merchant sebanyak 44,86 juta.
Angka tersebut menunjukkan adanya perluasan penggunaan instrumen pembayaran digital di berbagai aktivitas transaksi, sekaligus memperlihatkan pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari ekosistem ekonomi digital.
Perluasan adopsi ini menjadi salah satu sinyal bahwa infrastruktur digital yang dibangun dalam beberapa tahun terakhir mulai terhubung lebih luas dengan kebutuhan layanan keuangan di tingkat masyarakat dan pelaku usaha.
Dradjad memandang dinamika tersebut sebagai bagian dari penguatan mesin pertumbuhan yang dapat mendukung langkah transformasi digital secara menyeluruh.
Dengan adanya dukungan pembangunan data center, dorongan pada AI serta industri semikonduktor, dan peningkatan kapasitas digital currency, pemerintah berupaya membuat pertumbuhan ekonomi semakin terkait dengan kapabilitas digital.
Melalui rangkaian kebijakan tersebut, fokus transformasi diarahkan untuk mendorong penguatan ekonomi nasional melalui ekonomi digital, mulai dari fondasi infrastruktur hingga percepatan adopsi teknologi dalam layanan publik dan aktivitas ekonomi.
Dalam paparan pada IDS 2026, Dradjad juga menegaskan bahwa penguatan ekonomi digital tidak terlepas dari kebutuhan teknis yang memengaruhi kelancaran implementasi, seperti ketersediaan air untuk penembangan data center AI.
Baginya, ketika berbagai elemen tersebut bergerak selaras, potensi ekonomi digital yang diproyeksikan mencapai US$180 miliar hingga US$340 miliar pada 2030 dapat menjadi tumpuan tambahan bagi pertumbuhan yang ditargetkan hingga 8%.












