jurnalistik.co.id – ROMA —
Derby della Capitale kembali hadir di akhir pekan Serie A 2025-2026. Pada pekan ke-37, AS Roma akan menjamu Lazio di Stadion Olimpico, Minggu (17/5/2026) pukul 17.00 WIB. Laga ini diproyeksikan sarat tensi, sekaligus menjadi satu bagian penting dari perburuan posisi yang masih terbuka jelang penentuan musim.
Perburuan tempat Liga Champions
Bagi Roma, duel melawan rival sekota bukan sekadar gengsi, melainkan tahapan yang berhubungan langsung dengan target masuk Liga Champions. Saat kompetisi memasuki fase krusial, peta persaingan belum benar-benar terkunci hingga pekan ke-37, dengan Inter Milan disebut sudah berada di jalur yang mengarah ke musim depan. Di luar itu, Roma masih mengejar peluang yang tersisa, yang menjadi bahan perlombaan intens hingga laga-laga pamungkas.
Langkah awal yang dicanangkan Giallorossi adalah meraih hasil maksimal saat menghadapi Lazio. Setelah pertandingan ini, tantangan berikutnya menanti pada pekan terakhir ketika Roma dijadwalkan berhadapan dengan Verona. Artinya, laga derby memiliki bobot strategis: mengamankan pijakan sebelum memasuki tahap akhir yang cenderung memeras poin.
Secara posisi klasemen, Roma saat ini berada di peringkat kelima dengan 67 poin. Mereka memiliki nilai yang setara dengan AC Milan yang menempati urutan keempat. Namun selisih yang memisahkan Roma dari posisi yang lebih tinggi masih relatif tipis: pasukan ibukota tertinggal 1 poin dari Juventus di peringkat ketiga, dan 3 poin dari Napoli yang berada di urutan kedua. Pada saat yang sama, Roma juga tidak boleh lengah karena persaingan dari bawah pun tetap rapat. Mereka hanya unggul dua poin dari Como yang menempati peringkat keenam, sehingga setiap hasil akan menentukan apakah Roma bisa merebut momentum untuk menyalip tim di atasnya.
Dengan kondisi tersebut, perebutan tiket Liga Champions dipastikan masih menjadi kerja bersama beberapa kontestan. Hingga akhir musim, ada enam tim yang diperkirakan masih terlibat dalam perburuan hingga pekan terakhir Serie A, membuat dinamika papan klasemen menjadi semakin menentukan.
Jadwal derby bergeser, Gasperini tak mau terjebak
Di tengah konteks perlombaan poin, laga juga berlangsung dengan situasi jadwal yang sempat mengalami perubahan. Roma menyesuaikan waktu pertandingan karena adanya final Italian Open yang berlangsung tidak jauh dari Olimpico, sehingga keberpihakan jadwal perlu diselaraskan dengan agenda di area yang sama. Pergeseran itu pada akhirnya mengubah nuansa persiapan menjelang laga derby, termasuk aspek jam pertandingan.
Namun, pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, menegaskan bahwa dirinya tidak berniat memusatkan perhatian berlebihan pada gangguan jadwal. Fokus utama tetap diarahkan pada target besar: memperebutkan posisi empat besar. Dalam pandangannya, kondisi yang berubah tidak semestinya menggeser arah tim, terutama karena musim sedang berada pada fase penentuan.
Respons atas kekacauan jadwal dan waktu pertandingan
Gasperini juga menyampaikan bahwa timnya tetap termotivasi untuk bersaing hingga akhir. Ia menyebut Roma berada dalam perlombaan untuk mengejar tempat keempat dan menilai timnya termasuk pihak yang paling tidak mungkin merespons, tetapi pada akhirnya tetap berusaha menjaga daya saing tersebut.
Lebih lanjut, Gasperini mengatakan Roma akan bermain kapan saja dan pada hari apa pun. Meski demikian, ia juga menilai perubahan yang terjadi bukanlah contoh perencanaan yang baik. Kritik itu tidak berdiri sendiri, melainkan diarahkan kepada panitia pelaksana yang, menurutnya, merasa telah mengecewakan para penggemar dan pada saat yang sama menciptakan ketidaknyamanan bagi tim yang bertanding.
Menurut Gasperini, pertandingan yang digelar pada tengah hari bukanlah skenario yang ideal. Ia menyoroti dampaknya terhadap para pendukung, termasuk mereka yang datang dari kota lain, karena waktu bertanding dengan konsekuensi perjalanan bisa menambah beban. Dari sisi tim, jadwal yang kurang ideal juga dinilai memunculkan ketidaknyamanan yang tidak seharusnya menjadi bagian dari proses kompetisi.
Dalam penilaian itu, Gasperini juga memberi catatan yang lebih spesifik: memainkan lima pertandingan sekaligus dianggap sebagai hal yang “bagus”, namun baginya keputusan memainkannya pada jam tengah hari justru menjadi persoalan. Ia menilai pilihan tersebut tidak selaras dengan prinsip waktu yang paling mendukung para penggemar maupun kenyamanan tim selama persiapan hingga pertandingan berlangsung.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Roma tetap melangkah ke derby dengan tujuan yang sama: menjaga ritme dalam mengejar posisi empat besar. Pada Minggu sore di Stadion Olimpico, Derby della Capitale menjadi panggung yang mempertemukan dua tim dengan kepentingan berbeda namun sama-sama tajam—Roma berupaya mendekat ke sasaran, sementara Lazio mengincar momentum untuk ikut memengaruhi jalannya persaingan hingga akhir musim.








