Peristiwa

Masni Ditandu 4 Jam Saat Hendak Melahirkan di Tutar, Bayinya Tak Selamat

6
×

Masni Ditandu 4 Jam Saat Hendak Melahirkan di Tutar, Bayinya Tak Selamat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Perjuangan Masni Jemput Kelahiran Berujung Duka, Warga Pedalaman Tutar Ini Ditandu 4 Jam karena Akses Buruk

jurnalistik.co.id – Harapan Masni menyambut kelahiran bayi yang telah lama dinantikannya berubah menjadi duka pada Rabu (20/5/2026). Warga Desa Ratte, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, itu tidak sempat menikmati momen bahagia yang seharusnya hadir di tengah keluarga kecilnya.

Perjalanan menuju pertolongan medis harus ditempuh dengan cara yang sangat berat. Masni ditandu selama sekitar empat jam dan melintasi jarak lebih dari sembilan kilometer karena akses jalan menuju desanya rusak dan tidak memungkinkan dilalui kendaraan, termasuk ambulans. Dalam kondisi fisik yang terus melemah, ia dibawa agar segera mendapat penanganan yang lebih memadai.

Awalnya, Masni berusaha melahirkan di pustu terdekat di Kecamatan Tutar. Namun, keterbatasan peralatan medis dan kondisi pasien yang terus menurun membuat tenaga kesehatan memutuskan untuk merujuknya ke Rumah Sakit Pratama Wonomulyo. Keputusan itu diambil karena situasi kesehatan Masni dinilai membutuhkan pertolongan yang lebih lengkap.

Masalah muncul saat proses evakuasi akan dilakukan. Hujan yang mengguyur kawasan itu membuat jalan berlumpur dan terjal, sehingga kendaraan tak bisa mencapai lokasi. Kondisi akses jalan dan jembatan yang buruk juga membuat ambulans tidak mampu menembus Desa Ratte.

Dalam keadaan seperti itu, warga tak punya banyak pilihan. Mereka membuat tandu darurat dari sarung dan sebatang bambu, lalu menggotong Masni secara bergantian. Puluhan warga ikut membantu agar perjalanan bisa dilanjutkan sampai ke titik yang bisa dilalui mobil.

Rombongan itu harus menyusuri jalan setapak yang licin, menembus kawasan hutan, dan menyeberangi beberapa sungai. Di tengah perjalanan, mereka juga beberapa kali berhenti untuk beristirahat. Tenaga para penggotong terkuras, sementara kondisi Masni tetap harus terus dipantau karena guncangan selama perjalanan membuatnya semakin kelelahan.

“Tidak ada pilihan lain. Kalau menunggu kondisi jalan membaik, kami khawatir keadaan pasien semakin buruk. Karena itu warga sepakat menandu secara bergantian sampai ke jalan yang bisa dilalui mobil,” ujar Aco Yakuf, keluarga pasien.

Menurut Aco, perjalanan dari Desa Ratte menuju Desa Taramanu Tua, yang menjadi titik jemput kendaraan, memakan waktu hampir empat jam. Perjalanan panjang itu seharusnya menjadi langkah menuju keselamatan, tetapi justru berakhir dengan kabar bahwa bayi yang dikandung Masni tidak bisa diselamatkan.

Harapan Masni menyambut kelahiran bayi yang telah lama dinantikannya berubah menjadi duka pada Rabu (20/5/2026). Warga Desa Ratte, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, itu tidak sempat menikmati momen bahagia yang seharusnya hadir di tengah keluarga kecilnya.

Perjalanan menuju pertolongan medis harus ditempuh dengan cara yang sangat berat. Masni ditandu selama sekitar empat jam dan melintasi jarak lebih dari sembilan kilometer karena akses jalan menuju desanya rusak dan tidak memungkinkan dilalui kendaraan, termasuk ambulans. Dalam kondisi fisik yang terus melemah, ia dibawa agar segera mendapat penanganan yang lebih memadai.

Awalnya, Masni berusaha melahirkan di pustu terdekat di Kecamatan Tutar. Namun, keterbatasan peralatan medis dan kondisi pasien yang terus menurun membuat tenaga kesehatan memutuskan untuk merujuknya ke Rumah Sakit Pratama Wonomulyo. Keputusan itu diambil karena situasi kesehatan Masni dinilai membutuhkan pertolongan yang lebih lengkap.

Masalah muncul saat proses evakuasi akan dilakukan. Hujan yang mengguyur kawasan itu membuat jalan berlumpur dan terjal, sehingga kendaraan tak bisa mencapai lokasi. Kondisi akses jalan dan jembatan yang buruk juga membuat ambulans tidak mampu menembus Desa Ratte.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *