Bisnis & Ekonomi

Logam Industri Bergejolak di Tengah Tekanan Inflasi Global

3
×

Logam Industri Bergejolak di Tengah Tekanan Inflasi Global

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pasar Logam Bergejolak di Tengah Tekanan Inflasi Global

jurnalistik.co.id – Harga logam industri bergerak sangat fluktuatif sepanjang pekan ini di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi global dan tekanan di pasar obligasi dunia. Di saat pasar keuangan masih dibayangi volatilitas, tembaga ikut menjadi salah satu komoditas yang paling diperhatikan karena pergerakan harganya kerap dipakai sebagai penanda arah kesehatan ekonomi global.

Kontrak berjangka tembaga pengiriman Agustus di London Metal Exchange sempat turun 1,3 persen pada Selasa, sebelum kembali naik 0,5 persen pada Rabu menjadi 13.477 dollar AS per ton atau sekitar Rp 238,4 juta per ton, dengan kurs Rp 17.687 per dollar AS. Pergerakan yang naik turun dalam waktu singkat ini menunjukkan bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap kabar seputar inflasi, energi, dan kondisi makroekonomi dunia.

Tembaga sendiri digunakan luas untuk kabel listrik, mesin industri, hingga pipa. Karena itu, harga komoditas ini tidak hanya dibaca sebagai pergerakan barang tambang biasa, melainkan juga sebagai cermin dari aktivitas industri dan pembangunan di banyak negara. Saat permintaan dan sentimen ekonomi berubah cepat, tembaga biasanya ikut bereaksi lebih dulu.

Selain tembaga, harga aluminium, nikel, timah, dan seng juga bergerak naik turun dalam beberapa hari terakhir. Gejolak itu terjadi bersamaan dengan volatilitas besar di pasar obligasi dan saham global, sehingga tekanan di pasar logam industri terasa semakin luas. Kondisi ini membuat pelaku pasar memantau dengan cermat perkembangan inflasi dan arah suku bunga di berbagai negara besar.

Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah AS naik ke level tertinggi dalam beberapa dekade. Investor khawatir perang Iran akan menjaga harga energi tetap tinggi dan pada akhirnya memperburuk inflasi. Kekhawatiran tersebut memperlebar tekanan ke berbagai aset, termasuk logam industri yang selama ini sangat bergantung pada ekspektasi pertumbuhan ekonomi dunia.

Tekanan terhadap logam industri kini datang dari dua arah sekaligus, yakni permintaan global yang melemah dan gangguan pasokan akibat konflik geopolitik. Di satu sisi, perlambatan ekonomi bisa mengurangi konsumsi bahan baku industri. Di sisi lain, situasi geopolitik bisa mendorong biaya produksi dan distribusi menjadi lebih mahal, sehingga pasar menghadapi ketidakpastian yang datang bersamaan.

Logam yang paling rentan

Analis Macquarie menilai seng menjadi salah satu logam yang paling rentan terhadap perlambatan ekonomi global. Sekitar 55 persen permintaan seng berasal dari sektor konstruksi. Jika ekonomi global melambat dan pembangunan ikut menurun, konsumsi seng berpotensi melemah tajam karena sektor ini merupakan penyerap utama logam tersebut.

Dalam catatan yang dikutip CNBC, analis Macquarie menulis, “Di sisi penawaran, biaya diesel, asam, dan bahan peledak yang lebih tinggi membebani margin, tetapi ini seharusnya tidak menjadi masalah pada harga logam saat ini,” tulis analis Macquarie, seperti dilansir CNBC, Kamis (21/5/2026). Pernyataan itu menegaskan bahwa walaupun biaya produksi ikut tertekan, kondisi harga yang ada saat ini masih menjadi penopang bagi pelaku pasar.

Aluminium juga ikut berada dalam pusaran gejolak yang sama. Bersama nikel, timah, dan seng, logam ini bergerak tanpa arah yang benar-benar stabil karena pasar masih mencari keseimbangan baru di tengah kombinasi inflasi, suku bunga, dan risiko geopolitik. Dalam situasi seperti ini, setiap perubahan kecil pada sentimen global bisa langsung tercermin pada harga komoditas.

Pasar logam industri dengan demikian masih berada dalam fase yang rapuh. Selama kekhawatiran inflasi global belum mereda dan pasar obligasi dunia tetap bergejolak, harga tembaga dan logam industri lain berpotensi terus bergerak liar. Bagi pelaku pasar, kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra karena tekanan datang bukan dari satu sumber, melainkan dari beberapa arah sekaligus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *