Bisnis & Ekonomi

IHSG Menguat di Awal Perdagangan, Sejalan Bursa Asia

×

IHSG Menguat di Awal Perdagangan, Sejalan Bursa Asia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: IHSG Dibuka Menguat, Searah Bursa Asia - Market

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan pada Senin (5/10/2026) dengan kecenderungan menguat, sejalan dengan suasana penguatan yang terlihat di bursa-bursa Asia.

Pada pukul 9.15 WIB, IHSG tercatat naik 18,26 poin atau setara kenaikan 0,3% ke level 6.055. Pergerakan pada awal sesi ini memperlihatkan nada positif yang berlanjut dari pembukaan.

Langkah IHSG tersebut turut mencerminkan arah serupa di pasar regional, di mana sebagian besar indeks saham utama yang sudah dibuka bergerak pada zona hijau. Dengan demikian, indeks domestik mengikuti pola penguatan yang lebih luas pada pagi hari.

Di kawasan Asia Timur, beberapa indeks yang telah dibuka menguat, termasuk TW Weighted Index (Taiwan), NIKKEI 225 (Jepang), dan Topix (Jepang). Di saat yang sama, pasar Filipina juga menunjukkan penguatan melalui PSEi, sementara Vietnam bergerak naik lewat Ho Chi Minh Stock Index.

Bursa Singapura juga ikut memperlihatkan arah positif pada pembukaan melalui Straits Times, sedangkan Malaysia tercermin dari kenaikan KLCI. Secara keseluruhan, kombinasi pergerakan dari berbagai negara tersebut menjadi latar yang menopang dinamika IHSG di awal perdagangan.

Sementara itu, dari seluruh bursa yang disebutkan, hanya Hang Seng (Hong Kong) yang dibuka pada zona merah. Kontras ini menggambarkan bahwa meski mayoritas pasar regional menguat, tidak semua bursa bergerak dalam arah yang sama pada saat sesi dimulai.

Perdagangan 15 menit pertama di BEI

Setelah sekitar lima belas menit perdagangan berlangsung di Bursa Efek Indonesia (BEI), aktivitas pasar menunjukkan tingkat partisipasi yang cukup ramai. Volume perdagangan tercatat mencapai 7,54 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp1,21 triliun.

Frekuensi transaksi pada fase awal tersebut mencapai 237.661 kali. Angka ini menunjukkan adanya pergantian transaksi yang aktif sejak awal sesi, seiring IHSG yang menguat dan bergerak di bawah pengaruh sentimen regional.

Dari sisi sebaran pergerakan saham, terdapat 402 saham yang mengalami kenaikan, sementara 182 saham lainnya terkoreksi. Di saat yang sama, 176 saham tercatat tidak bergerak, sehingga komposisi pergerakan pada awal sesi lebih didominasi oleh saham-saham yang menguat.

Kondisi ini memberi gambaran bahwa arus penguatan tidak hanya tercermin pada pergerakan indeks, tetapi juga tampak pada jumlah saham yang bergerak positif. Dengan lebih banyak emiten yang menguat dibanding yang melemah, struktur pergerakan pada pagi itu cenderung mendukung tren kenaikan indeks.

Secara keseluruhan, pembukaan IHSG yang naik ke 6.055 pada pukul 9.15 WIB menunjukkan bahwa laju pasar domestik mengikuti kecenderungan penguatan bursa Asia yang muncul pada sesi awal. Perpaduan data kenaikan indeks, aktivitas transaksi, serta dominasi jumlah saham yang menguat menjadi rangkaian informasi utama yang menandai jalannya perdagangan pada awal Senin tersebut.

Aktivitas yang terlihat di menit-menit awal ini memperlihatkan bahwa pelaku pasar langsung merespons perubahan sentimen saat sesi dimulai. Perubahan arah yang cenderung positif kemudian tercermin bukan hanya pada pergerakan indeks, tetapi juga pada cara transaksi berlangsung secara cepat sejak awal perdagangan.

Besarnya volume 7,54 miliar saham dan nilai transaksi sekitar Rp1,21 triliun pada fase awal menunjukkan adanya likuiditas yang cukup terjaga. Ditopang oleh frekuensi transaksi yang mencapai 237.661 kali, pola ini memberi sinyal bahwa perdagangan berjalan dengan ritme yang aktif, sehingga pergerakan harga dapat terbentuk secara konsisten di bawah pengaruh sentimen regional.

Dari sisi komposisi pergerakan, mayoritas saham yang bergerak mengarah naik juga turut memperkuat bias penguatan. Di saat 402 saham menguat, 182 saham lainnya terkoreksi, sementara 176 saham berada pada kondisi tidak berubah. Perimbangan tersebut menggambarkan tren yang tidak sepenuhnya seragam, namun tetap lebih didominasi oleh kekuatan beli.

Kontras dengan Hang Seng yang dibuka di zona merah juga menjadi catatan penting dalam membaca dinamika kawasan. Walaupun sebagian besar bursa utama Asia menunjukkan kecenderungan menguat pada pembukaan, perbedaan arah di satu bursa besar tetap menandai bahwa sentimen global pada awal sesi tidak sepenuhnya homogen. Dalam konteks itu, IHSG tetap mempertahankan nada positif hingga posisi 6.055 pada pukul 9.15 WIB.