Bisnis & Ekonomi

IHSG Turun 0,32% ke 5.990,2, WIFI dan Amman Mineral Menekan

×

IHSG Turun 0,32% ke 5.990,2, WIFI dan Amman Mineral Menekan

Sebarkan artikel ini

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Sesi I dalam kondisi melemah 0,32% ke 5.990,2 pada Jumat (2/10/2026). Pergerakan pada paruh waktu pertama dipimpin sentimen dari saham WIFI dan AMMN yang menjadi pemberat.

Sepanjang sesi perdagangan pagi hingga siang, IHSG bergerak dalam rentang 6.044 hingga titik terlemah di 5.979. Setelah bergerak di area bawah, indeks akhirnya berakhir di posisi 5.990,2 untuk penutupan Sesi I.

Nilai dan aktivitas perdagangan

Data transaksi menunjukkan nilai jual–beli saham mencapai Rp6,39 triliun. Dari sisi volume, jumlah saham yang berpindah tangan tercatat mencapai 80,44 miliar lembar.

Frekuensi perdagangan juga tercatat tinggi, yakni sekitar 947 ribu kali. Aktivitas yang intens tersebut berlangsung seiring indeks yang cenderung terkoreksi selama Sesi I.

Saham pemberat utama

Dalam laporan pergerakan, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) disebut menjadi salah satu penekan indeks. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turut disebut sebagai pemberat yang ikut mendorong IHSG turun.

Dengan demikian, pelemahan yang terjadi pada Sesi I tidak terlepas dari tekanan pada saham-saham tersebut. Posisi IHSG yang akhirnya berada di 5.990,2 mencerminkan tekanan jual yang lebih dominan pada rentang sesi.

Dampak ke sektor dan kelompok saham

Tekanan juga terlihat dari kinerja beberapa kelompok sektor. Saham transportasi tercatat tertekan hingga 1,55%, disusul saham perindustrian yang melemah 1,12%, serta saham infrastruktur yang turun 1,11%.

Di kelompok lain, saham barang baku ikut melemah 0,71%. Sementara itu, saham properti juga turun 0,56%, menambah daftar sektor yang bergerak lebih berat pada paruh waktu pertama.

Pergerakan sektoral tersebut sejalan dengan arah IHSG yang terus terkoreksi sepanjang perdagangan pagi hingga siang. Nilai penutupan Sesi I yang lebih rendah dibanding posisi awal menjadi penanda dominasi pelemahan di beberapa segmen.

LQ45 ikut terkoreksi

Indeks saham LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga ikut melemah. LQ45 terjerembab ke zona merah dengan kehilangan 0,47% dan berakhir pada 589,6.

Dengan koreksi tersebut, pelemahan tidak hanya tampak pada IHSG, tetapi juga menjalar pada indeks yang memuat saham-saham pilihan. Pada saat yang sama, aktivitas transaksi dengan nilai Rp6,39 triliun dan volume 80,44 miliar saham menunjukkan pasar tetap aktif meski berada dalam tekanan.

Secara keseluruhan, penutupan Sesi I pada Jumat (2/10/2026) memperlihatkan kombinasi antara tekanan dari saham WIFI dan AMMN, koreksi pada beberapa sektor utama, serta pelemahan LQ45 di 589,6. IHSG akhirnya ditutup melemah 0,32% di 5.990,2 setelah bergerak dari 6.044 menuju 5.979 pada titik terendah selama sesi tersebut.

Di tengah pergerakan yang fluktuatif pada paruh waktu pertama, pergerakan IHSG menunjukkan kecenderungan menekan harga setelah sempat berada di level yang lebih tinggi. Rentang yang terbentuk antara 6.044 dan 5.979 menggambarkan bahwa tekanan jual berlangsung pada fase-fase berbeda selama sesi berlangsung.

Aktivitas perdagangan yang tinggi tampak dari frekuensi yang mencapai sekitar 947 ribu kali serta nilai transaksi sebesar Rp6,39 triliun. Meskipun transaksi ramai dan saham berpindah tangan hingga 80,44 miliar lembar, arah pergerakan tetap berakhir melemah, menandakan dominasi penawaran di pasar.

Peran saham pemberat juga terasa dari keterkaitan pergerakan indeks dengan tekanan yang datang dari WIFI dan AMMN. Ketika kedua saham tersebut disebut menjadi penekan, IHSG yang akhirnya ditutup di 5.990,2 mencerminkan bahwa pelemahan tidak berdiri sendiri, melainkan ikut membentuk sentimen pada keseluruhan sesi.

Koreksi pada berbagai kelompok sektor turut memperkuat gambaran pelemahan yang merata. Penurunan pada sektor transportasi, perindustrian, hingga infrastruktur, diikuti pelemahan pada barang baku dan properti, membuat indeks bergerak dalam kondisi terkoreksi. Pada saat bersamaan, LQ45 yang ikut turun 0,47% ke 589,6 memperlihatkan bahwa tekanan juga merambat pada saham-saham unggulan.