jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,59% ke level 5.936,15 pada perdagangan Senin (12/10). Tekanan jual membuat mayoritas pergerakan sektor berakhir di area negatif.
Beberapa saham justru tampil menguat sebagai penahan laju indeks. INKP naik 4,83%, BBRI menguat 0,32%, dan MLPT bergerak naik 8,74% pada sesi tersebut.
Namun, penurunan terdalam datang dari saham-saham tertentu yang menjadi pemberat. DSSA terkoreksi 14,60%, BREN turun 11,48%, sedangkan BBCA melemah 1,65%.
Di sisi arus dana, investor asing mencatat net buy sebesar Rp81,10 miliar pada pasar reguler. Di seluruh pasar, nilai net buy investor asing tercatat mencapai Rp128,29 miliar.
Secara sektoral, seluruh 11 sektor ditutup di zona merah. Sektor Energy menjadi yang paling dalam koreksinya dengan penurunan 5,88%, sementara sektor Health mencatat penurunan paling rendah di level 0,72%.
Sentimen global juga turut memberi warna pada perdagangan. Di pasar Amerika Serikat, Dow Jones naik 0,38% ke level 51.850, sementara S&P 500 turun tipis 0,06% ke 7.807 dan Nasdaq melemah 0,44% ke 27.245.
Pada domestik, kondisi pasar masih dipengaruhi ketidakpastian evaluasi MSCI. Perhatian terhadap keberlanjutan pembekuan perubahan indeks tercermin pula pada pelemahan ETF EIDO sebesar 1,85% dan indeks MSCI Indonesia yang turun 1,23%.
Dari sisi emiten, Astra International (ASII) mencatat penjualan mobil wholesales sebanyak 334.987 unit hingga 3Q26. Angka ini tumbuh 12,62% secara tahunan (YoY) dibanding 297.437 unit pada 9M25.
Kontribusi penjualan ASII tercatat sebesar 49,33% dari total wholesales nasional yang mencapai 679.018 unit. Rincian kontribusi terbesar datang dari Toyota dan Lexus sebanyak 198.873 unit serta Daihatsu sebanyak 112.442 unit.
Untuk kendaraan komersial, ASII mencatat Isuzu sebanyak 22.975 unit dan UD Trucks sebanyak 697 unit. Pada segmen low cost green car (LCGC), perusahaan membukukan pangsa pasar sekitar 80% atau setara 66.903 unit.
Sejalan dengan bisnis otomotifnya, ASII akan menjalankan penawaran tender sukarela (VTO) atas saham anak usahanya, Astra Otoparts (AUTO). Aksi ini berlangsung pada 13 Oktober hingga 11 November 2026, dengan target pembelian maksimal 238,44 juta saham atau setara 4,95% dari modal disetor AUTO.
Harga yang ditetapkan adalah Rp3.600 per saham, dengan nilai transaksi maksimal mencapai Rp858,39 miliar. Dana tersebut ditujukan untuk memperkuat kepemilikan ASII pada bisnis komponen otomotif.
Berita Terkait
Di sektor energi panas bumi, Pertamina Geothermal Energy (PGEO) menyelesaikan pengeboran lima sumur panas bumi di tiga wilayah operasional sepanjang 2026. Pengeboran mencakup satu sumur eksplorasi GTG-B.1 di Gunung Tiga yang rampung pada 9 Juni 2026, serta empat sumur penopang produksi atau make-up well di Lumut Balai, Ulubelu, dan Lahendong.
Pengeboran di Lumut Balai disebut turut mendukung pengembangan Unit 3 dengan kapasitas 55 MW. Saat ini, PGEO mengelola 15 wilayah kerja panas bumi dengan total kapasitas terpasang 1.932 MW, atau sekitar 70% dari total kapasitas panas bumi nasional.
Selanjutnya, Visi Media Asia (VIVA) berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa HMETD (PMTHMETD) dengan menerbitkan maksimal 43,09 miliar saham baru Seri C. Nilai nominal yang digunakan adalah Rp40 per saham.
Aksi korporasi tersebut merupakan konversi utang PKPU sebesar Rp1,72 triliun kepada PT Harta Abadi Jaya (HAJ) dan PT Jayakarta Sugih Makmur (JSM) sebagai pelaksanaan Putusan Homologasi. Dengan demikian, VIVA tidak menerima dana baru dari aksi tersebut.
HAJ dan JSM merupakan pihak terafiliasi yang sama-sama dikendalikan oleh PT Bakrie Global Ventura (BGV). Harga pelaksanaan ditetapkan berdasarkan nilai tertinggi antara nilai nominal Rp40 per saham dan rata-rata harga penutupan selama 25 hari bursa sebelum permohonan pencatatan.
Dalam rencana tersebut, pemegang saham eksisting berpotensi mengalami dilusi sebesar 72,35%. Secara proforma, rasio liabilitas terhadap ekuitas turun dari 11,78 kali menjadi 1,86 kali, seiring peningkatan ekuitas dari Rp496,10 miliar menjadi Rp2,22 triliun.
Rencana PMTHMETD akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 17 November 2026. Adapun pencatatan saham baru dijadwalkan pada 3 Desember 2026.
Rekomendasi Saham Hari Ini
ICBP direkomendasikan Buy pada rentang 6975-7025 dengan TP 7150-7250 serta SL 6700.
JPFA direkomendasikan Buy pada rentang 2050-2070 dengan TP 2110-2150 serta SL 1970.
DOOH direkomendasikan Buy pada rentang 296-302 dengan TP 310-318 serta SL 280.
HATM direkomendasikan Buy pada rentang 570-580 dengan TP 590-605 serta SL 540.
SMRA direkomendasikan Buy pada rentang 238-242 dengan TP 248-254 serta SL 228.












